JAKARTA (PB.COM)—Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Paniai yang dikirim Capt. Meki Fritz Nawipa, SH semasa menjabat sebagai Bupati Paniai periode 2018-2030, menyampaikan apresiasi yang tinggi dan terima kasih karena telah dibiayai selama studinya baik di dalam maupun di luar negeri.
Satu per satu mereka yang dikirim studi oleh Meki, kini sudah selesai dan siap pulang berkarya membangun Tanah Papua. Dan ini menjadi sebuah investasi besar yang layak ditiru pemimpin lain di Indonesia.
Sara E. Kobepa, jebolan Corban University menyampaikan terimakasih kepada Meki Nawipa yang saat ini telah menjadi Gubernur Papua Tengah. Di masa menjadi Bupati Paniai, kata Sara, Meki mendukung dirinya secara finansial hingga bisa lulus tepat waktu di Amerika Serikat.
“Pertama-tama, saya menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yesus, karena atas penyertaan dan kasih karunia-Nya, kami para penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan S1 dengan baik,” ujar Sara.
“Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Meki Nawipa atas inisiatif dan pelaksanaan program beasiswa yang telah dimulai sejak tahun 2020. Sejak tahap persiapan melalui Papua Hope Language Institute (PHLI) hingga proses wisuda, seluruh aspek pemantauan dan pembiayaan berjalan dengan lancar,” tambahnya.
Menurut Sara, mahasiswa yang menerima beasiswa dari program ini tidak pernah mengalami kesulitan terkait pembiayaan. Semua biaya telah dibayarkan secara penuh sejak awal, bahkan sebelum memasuki PHLI. Hal ini memungkinkan mereka menjalani pendidikan dengan tenang dan menyelesaikannya tepat waktu tanpa kendala.
“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada PHLI yang telah menjadi Mitra Pemda Paniai 2020-2023 dan melakukan pendampingan secara penuh kepada para penerima beasiswa Paniai,” tuturnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Sara kepada Papua Hope Language Institute (PHLI) yang telah setia mendampingi, mendoakan, dan memberikan dukungan penuh kepada kami sejak masa pelatihan hingga pada tahap penyelesaian studi ini.
“Atas semua kebaikan dan perhatian tersebut, saya, mewakili seluruh penerima beasiswa, mengucapkan terima kasih,” tegasnya.
Stephany Gobay, salah satu anak Paniai jebolan Seattle Pacific University (SPU) Jurusan Psychology menyampaikan kesan dan pesan selama berkuliah di Amerika Serikat. Ia mengaku, waktu awal kuliah di Amerika, dirinya merasa sangat nervous, takut, dan terintimidasi.
“Meskipun saya dan teman-teman sudah dibekali sebelumnya dengan pembelajaran Bahasa Inggris dan juga sedikit tentang kebudayaan di Amerika, hal-hal seperti bahasa, cara belajar, bahkan cara orang bersosialisasi masih tetap terasa asing. Saya sering ragu apakah saya bisa bertahan dan mengikuti semuanya. Tapi pengalaman ini mengajarkan saya banyak hal tentang keberanian, ketekunan, dan kepercayaan diri,” ujar Stephany.
Stephany mengatakan, yang membuat dirinya tetap kuat adalah karena ia percaya akan penyertaan Tuhan. Bahwa Tuhan yang membawa dia melalui program beasiswa ini dan ia yakin Tuhan juga yang akan menyertai serta menuntunnya sampai akhir.
“Saat saya lelah, takut, atau ingin menyerah, saya ingat bahwa saya tidak sendiri. Tuhan selalu beri kekuatan yang saya butuhkan, tepat pada waktunya,” urainya.
Selain itu Stepheny juga memberi semangat dan motivasi kepada anak-anak Paniai, Papua Tengah dan di seluruh Tanah Papua agar tetap bermimpi besar. “Motivasi untuk Anak-anak Paniai, jika kamu punya mimpi, jangan takut untuk bermimpi besar. Rasa takut dan ragu itu wajar, tapi jangan biarkan itu menghentikan langkahmu. Terus berdoa, terus belajar, dan percaya bahwa Tuhan punya rencana indah untuk hidupmu,” tegasnya penuh semangat.
Sementara itu, Emanuel Muyapa, salah satu penerima beasiswa Paniai jebolan sekolah Pilot mewakili teman-teman menyampaikan komitmen dan siap memberikan kontribusi kepada Papua Tengah dan Paniai untuk mempercepat pembangunan di tanah kelahirannya.
“Saya mewakili teman-teman siap memberikan kontribusi dalam bidang yang kami geluti yaitu bidang penerbangan, pendidikan, dan kesehatan. Kami siap melayani masyarakat Papua dan ini adalah cita-cita besar dari waktu kecil,” kata Emanuel.
Menurut Emanuel, cita-citanya menjadi seorang pilot perintis telah terwujud melalui dukungan seorang pemimpin visioner Meki Nawipa dengan kebijakan beasiswa. Bahkan, ia mengaku Meki merekomendasikan dirinya bisa berkarir di salah satu perusahaan perintis di Indonesia.
“Ini merupakan salah satu kehormatan pribadi yang dapat saya sampaikan kepada Bapak Gubernur Provinsi Papua Tengah. Terimakasih bapak atas kesempatan untuk melayani masyarakat Papua, semoga kepercayaan ini bisa menjadi satu berkat bagi banyak orang,” tuturnya. (Abeth You/Gusty Masan Raya)


































