Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Forkopimda saat berjalan bersama warga di Car Free Day Nabire, pada Sabtu (14/6/2025).

NABIRE (PB.COM) – Kota Nabire berbeda dari biasanya di Sabtu (14/6/2026) pagi. Jalan Pepera yang biasanya padat kendaraan, mendadak menjadi lautan manusia. Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Car Free Day (CFD) perdana. Suasana kota menjadi segar, hangat, dan penuh semangat.

CFD ini bukan sekadar menutup jalan dari kendaraan bermotor. Ia menjadi simbol awal kehidupan kota yang baru—kota yang sehat, kreatif, dan berpihak pada masyarakat kecil. Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH, memimpin langsung kegiatan ini, didampingi jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, dan ribuan warga.

Bupati Nabire, Mesak Magai yang juga hadir, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Meki atas inisiatif brilian ini. Menurutnya, CFD adalah momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menghidupkan ekonomi kerakyatan.

“Karena Nabire ini ibu kota Provinsi Papua Tengah, maka setiap Sabtu kita hidupkan suasana kota. Pelaku UMKM bisa ambil bagian. Ini untuk kebersamaan dan kesejahteraan bersama,” ujar Bupati Mesak disambut tepuk tangan warga.

Tak hanya olahraga dan hiburan, CFD Papua Tengah juga jadi panggung bagi pelaku UMKM lokal. Berbagai stan kuliner, kerajinan tangan, hingga produk kreatif mewarnai trotoar dan jalur pejalan kaki.

Didampingi Wakil Bupati Burhanuddin Pawennari dan Kepala Dispenda Yusuf Pirade, Bupati Mesak memastikan bahwa pedagang diperbolehkan berjualan asalkan tertib dan terdaftar secara resmi.

“Kita kasih bebas, tapi harus daftar di Dispenda. Penempatan akan diatur, supaya rapi. Kita mulai dari Jalan Pepera dan nanti sampai ke Jalan Merdeka,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar semua pihak menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung. CFD akan berlangsung setiap Sabtu mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIT.

Kehadiran langsung Gubernur Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley menjadi daya tarik tersendiri pagi itu. Gubernur menyapa warga satu per satu, berjalan kaki santai bersama anak-anak muda, ibu-ibu senam, dan para pedagang kecil.

Turut hadir Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare, Wakapolda Kombes Pol. Muhajir, Wakapolres Nabire Piter Kendek, serta Wakil Ketua III DPRP Papua Tengah, Bekies Sony Kogoya. Mereka semua menyatu bersama warga tanpa jarak.

Langkah ini menunjukkan komitmen kuat Pemprov Papua Tengah membangun kota yang humanis dan berpihak pada warganya, bukan hanya pada kendaraan atau beton.

Sejak pukul lima pagi, warga Nabire mulai memadati Jalan Pepera. Ada yang senam pagi, ada yang jalan santai sambil membawa anak-anak, bahkan ada komunitas sepeda dan skateboard yang unjuk kebolehan.

CFD pertama di Papua Tengah ini menjadi bukti bahwa ketika ruang publik dibuka untuk rakyat, maka semangat hidup dan kebersamaan akan tumbuh dengan sendirinya. (Abeth You/Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box