
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH saat kunjungan kerja dan tatap muka bersama pejabat pemerintah serta masyarakat Intan Jaya di Pogapa, Distrik Homeyo, Selasa (8/7/2025).
SUGAPA (PB.COM) – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH mengingatkan masyarakat Kabupaten Intan Jaya untuk satu hati, satu tujuan membangun daerah dan menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya.
Saat tatap muka bersama pejabat pemerintah serta masyarakat Intan Jaya di Pogapa, Distrik Homeyo, Selasa (8/7/2025), Gubernur Meki mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah. Papua Tengah yang saat ini telah menjadi provinsi sendiri, pembangunannya adalah tanggung jawab bersama.
“Ingat baik-baik, hari ini provinsi sudah di Nabire. Mari kita bangun sama-sama. Kita bukan pelengkap, tetapi pemilik negeri ini. Kita harus jadi kekuatan untuk menjaga keamanan, bukan hanya TNI-Polri, tapi semua masyarakat harus terlibat,” tegas Nawipa.

Beberapa persoalan yang menjadi keluhan masyarakat seperti keterbatasan infrastruktur, pelayanan kesehatan, hingga ketersediaan listrik, mendapat respon cepat dari Gubernur Meki. Dalam tatap muka itu, ia menyebut beberapa kepala dinas yang turut serta dalam kunjungan kerjanya itu, untuk melihat kekurangan-kekurangan yang menjadi keluhan masyarakat.
Di antaranya ada Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Koperasi, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, Perkebunan dan Peternakan. Ia menyatakan komitmennya untuk mendorong perbaikan infrastruktur maupun perekonomian sehingga cita-cita masyarakat menjadi tuan di atas tanah sendiri bisa terwujud.

Gubernur Meki juga tak menampik jika ada beberapa sector yang kewenangannya terbatas, misalnya PLN yang merupakan lembaga BUMN, tidak bisa diatur pemerintah. Namun ia akan usahakan agar listrik bisa menyala 18 jam dari sebelumnya hanya 16 jam. Ia akan upayakan agar bisa menyala 24 jam, tidak hanya di Sugapa, tetapi di beberapa wilayah lain di Papua Tengah.
Untuk pemberdayaan pemuda di Intan Jaya, ia berjanji akan memberikan bantuan motor untuk bisa dipakai ojek. Setelah mandiri dengan usaha ojek, tentu saja membutuhkan bengkel untuk servis dan lainnya. Untuk itu, ia akan mengusahakan ada pelatihan bengkel sehingga ada usaha perbengkelan di Intan Jaya.
“Yang penting kita siapkan pelatihan supaya masyarakat bisa mandiri. Jangan hanya minta bantuan, tapi belajar untuk jadi pelaku usaha. Pemerintah akan dukung,” ujarnya.

Ia juga mengatakan akan menjalankan program kerjanya di tiap kabupaten, di mana tiap kabupaten akan mengerjakan satu atau dua program. Dengan demikian, pembangunan berjalan merata dan bisa dinikmati masyarakat.
Gubernur Meki pada kesempatan itu juga berpesan kepada para pejabat daerah untuk bekerja profesional, menjauhkan diri dari konflik, dan selalu menjalin komunikasi dengan masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga untuk menjaga stabilitas di Papua Tengah.
“Kita semua harus jadi keamanan rumah, keamanan pribadi, keamanan kampung, dan keamanan kabupaten. Jika ada yang mengganggu keamanan, kita lawan bersama,” tegasnya lagi.
Di akhir tatap muka, Gubernur Meki juga tak lupa mengingatkan masyarakat akan pentingnya pendidikan. Ia selalu menekankan pentingnya sector pendidikan dalam berbagai kesempatan, yang menurutnya adalah satu-satunya jalan menuju sukses dan bisa benar-benar menjadi tuan di negeri sendiri. (Gusty Masan Raya/Abeth You)



































