
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK) bersama warga kampung Yoboi, Kamis (10/07/2025).
SENTANI (PB.COM) – Kampung Yoboi, destinasi wisata ikonik yang terapung di atas Danau Sentani, menjadi saksi semaraknya dukungan masyarakat adat untuk pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), Kamis (10/07/2025).
Puluhan perahu berhiaskan bunga dan bendera Merah Banteng simbol Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengiringi rombongan dari dermaga Yahim menuju Kampung Yoboi. Iring-iringan perahu itu tak hanya simbolik, tetapi juga gambaran nyata dari semangat dan harapan warga untuk masa depan Papua yang lebih baik.
Sesampainya di Yoboi, pasangan BTM-CK disambut secara adat oleh Yo Ondofolo Kampung Yoboi, Agus Wally, dalam suasana penuh kekhusyukan setelah ibadah yang dipimpin Pdt. Jhon Ibo. Dalam sambutannya, Ondofolo Agus Wally menegaskan bahwa masyarakat Yoboi, Simporo, dan Babrongko satu hati mendukung BTM-CK.
“Tempat ini unik. Duduk di sini kelihatan biasa, tapi penuh doa. Ini tempat grup suling yang selalu dicari. Kami tahu BTM-CK mau perhatikan kami. Kami beri restu secara adat kepada mereka,” tegasnya.
Calon Wakil Gubernur Constant Karma dalam orasinya mengutip pesan tokoh pendidikan Kristen di Papua, Isak Samuel Kijne, “Anak negeri ini akan bangkit dan membangun negerinya sendiri.” Ia menekankan pentingnya perjuangan untuk pemekaran wilayah sesuai tujuh wilayah adat Papua — termasuk visi besar untuk membentuk Provinsi Papua Utara sebagai rumah bagi masyarakat adat Saireri.
Lebih lanjut, Constant Karma mengingatkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 6 Agustus mendatang.
“Jaga pemilih tetap kita, jaga TPS, dan pastikan tidak ada kecurangan. Kalau ingin perubahan, mulai dari memilih pemimpin yang benar,” tegasnya.

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK) diarak diatas perahu Isolo menuju Kampung Yoboi
BTM sendiri dalam orasinya memulai dengan sikap tegas menolak rencana penambangan di Pegunungan Cyclop yang berisiko merusak lingkungan hidup dan keberlangsungan Danau Sentani.
“Yoboi adalah mutiara pariwisata kita. Siapa pun yang injak tempat ini, umurnya panjang. Maka kami akan tata kampung ini lebih baik, perkuat koperasi, dan perjuangkan hak-hak adat,” ujar BTM.
BTM juga berjanji melanjutkan program-program keberpihakan rakyat seperti, Evaluasi dan kelanjutan Beasiswa Papua dari era Gubernur Lukas Enembe, Program Mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu 1000 Doktor untuk menjawab kebutuhan SDM Papua, Penyediaan Kapal Kesehatan Keliling Danau Sentani, dan Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis dari Presiden Prabowo
Ketua Aliansi Masyarakat Adat dan Nusantara Papua, Beni Wally, turut hadir dan menyatakan dukungan penuh kepada BTM-CK, terutama dalam hal perlindungan hak ulayat, pelestarian Danau Sentani, dan penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Kampung Yoboi berada di Distrik Sentani Kota, dikenal sebagai kampung apung di Danau Sentani dan menjadi salah satu ikon wisata budaya dan alam karena rumah-rumah panggungnya dan komunitas yang menjaga tradisi, dikenal pula dengan musik suling dan seni ukiran khas Sentani. (ADM)








































