
Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM)
[Menuju PSU – Pilih Satu Ulang] “Memilih BTM–CK Adalah Bagian dari Menjaga Persaudaraan Umat”
BTM: Pemimpin Inklusif, Bekerja Nyata, dan Tidak Pernah Meninggalkan Umat Islam
Oleh: Rani Yanti Ngabalin
Dalam setiap kontestasi politik, selalu ada yang memilih menjual kebencian daripada gagasan. Termasuk menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) 6 Agustus 2025, beredar isu keji yang menyudutkan Benhur Tomi Mano (BTM) seolah-olah tidak berpihak kepada umat Islam.
Narasi semacam ini bukan hanya tidak benar, tapi sangat berbahaya bagi ukhuwah umat dan persaudaraan masyarakat Papua. Lebih dari itu, isu sektarian semacam ini adalah jebakan, yang sengaja dirancang untuk memecah suara dan memperlemah semangat kebersamaan.
BTM–CK: Pemimpin Umat, Bukan Pemimpin Golongan
Mari kita buka mata dan hati: BTM bukan pemimpin baru. Ia sudah membuktikan diri selama dua periode memimpin Kota Jayapura.
Selama itu, adakah umat Islam yang diabaikan? Tidak! Justru sebaliknya:
• Masjid dan pesantren berkembang dengan dukungannya.
• Lembaga-lembaga Islam menerima bantuan dan dukungan anggaran.
• Ia selalu hadir dalam setiap momen penting umat Islam: buka puasa bersama, peringatan Maulid, Idul Fitri, bahkan haul para ulama.
• Ia berdiri sejajar dan bersaudara dengan NU, Muhammadiyah, MUI, HMI, GP Ansor, LDII, hingga komunitas pesantren.
Kedekatan BTM dengan Umat Islam: Bukan Gimik, Tapi Tradisi Hidup
Julukan “Ayi” bukan sekadar sapaan tapi simbol cinta dari umat Islam di Jayapura.
Ia bukan hanya mengenal Islam, tapi tumbuh dalam lingkungan Islam. Ia adalah alumni SMP Muhammadiyah, yang membentuk pandangan hidupnya dengan nilai-nilai moderat, toleran, dan inklusif.
Dalam keseharian, ia melafalkan kalimat “InsyaAllah, Astagfirullah, Alhamdulillah” bukan sebagai basa-basi, tapi karena nilai Islam itu hidup dalam dirinya.
Maka jangan heran jika ia diberi julukan “Kader Krismuha (Kristen Muhammadiyah)”. Sebab BTM adalah contoh bahwa keberagaman bukanlah batas, tapi jembatan persaudaraan.
Jangan Terjebak: Umat Islam Terlalu Mulia untuk Dipecah Belah
Isu bahwa BTM tidak peduli umat Islam adalah fitnah keji yang dibuat untuk memecah suara umat. Padahal, Islam mengajarkan keadilan, tabayyun (klarifikasi), dan menjauhi prasangka.
Pilkada bukan soal agama siapa yang di atas kertas, tapi siapa yang berpihak secara nyata.
BTM tahu, umat Islam di Papua adalah pilar penting peradaban. Maka ia hadir tidak untuk memimpin dari atas, tapi bersama-sama membangun dari bawah dengan cinta dan rasa hormat.
Papua Butuh Pemimpin yang Adil
Umat Islam adalah kekuatan besar di tanah Papua. Jangan biarkan suara kita dibeli dengan kebencian. Jangan terjebak dalam narasi yang sengaja dibuat untuk menjauhkan kita dari pemimpin yang tulus bekerja.
6 Agustus, Pilih Nomor 1: BTM–CK!
Karena Islam cinta keadilan. Karena umat butuh pemimpin yang hadir dan terbukti.
Karena BTM bukan hanya memimpin, tapi mengayomi. Bukan hanya mengatur, tapi melayani.
Satu Suara Umat, Satu Harapan untuk Papua: Damai, Adil, dan Bermartabat Bersama BTM–CK
”Barangsiapa mengangkat pemimpin yang adil, maka ia telah menolong agama dan masyarakatnya.” – (Hikmah Ulama)
Penulis Adalah Mahasiswa Magister Komunikasi Politik, Universitas Paramadina Jakarta






























