
Plt. Kepala Biro Umum Vivian A. Gobai, S.IP saat bertanding pada laga final melawan Tim DP2KP pada Rabu, 6 Agustus 2025 di Lapangan Basket SMA YPK Tabernakel Nabire.
NABIRE (PB.COM)—Kompleks SMA YPK Tabernakel di Jalan Kusuma Bangsa Nabire, tiga hari belakangan tampak ramai. Sejak pukul 16.00 WIT, Lapangan Basket yang terletak di halaman tengah dipadati penonton yang hadir menyaksikan pertandingan.
Sebanyak 17 tim dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Provinsi Papua Tengah sejak Senin, 4 Agustus hingga Rabu, 6 Agustus 2025 mengikuti turnamen Basket three on three (3 on 3) dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tanggal 17 Agustus 2025.
Ketua Panitia Turnamen Basket Yubelina Pigome mengatakan, pertandingan basket 3 on 3 antar OPD ini diikuti oleh 17 OPD dan dua Biro Setda Provinsi Papua Tengah, di antaranya Dinas PUPR, Dinkes P2KB, BPPKAD, Biro Umum Setda, Bapperida, BKPSDM, Disdikbud, Koperindag, DP2KP, DLHKP, Inspektorat, Setwan, Biro Barjas Setda, Kesbangpol, Disnaker ESDM, Dispora, dan Kementerian ATR/BPN,.

Ketua Panitia Turnamen Basket Yubelina Pigome
“Dari 22 OPD dan 6 Biro di Provinsi Papua Tengah, yang ikut lomba di cabor basket hanya 15 OPD dan 2 Biro. Ada 14 tim putra dan 9 tim putri,” kata Yubelina Pigome, Kamis, 7 Agustus 2025 di Nabire.
Menurut Yube, panitia mewajibkan enam orang peserta yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Dari enam orang ini, minimal tiga di antaranya bisa berasal dari cleaning service dengan dilampirkan SK Gubernur Provinsi Papua Tengah. “Jadi satu tim sebanyak enam orang, dan itu wajib ASN,” katanya.
Guna mendukung turnamen ini, kata Yube, pihaknya mendatangkan wasit dan instruktur lapangan langsung dari pengurus Perbasi Provinsi Papua Tengah maupun Nabire Community Basket (NBC). Turnamen ini digelar dengan sistem gugur.

“Turnamen hanya berlangsung tiga hari. Semua tim bermain dalam waktu dan tenaga yang ekstra. Adapun tim basket yang juara yaitu dari Tim Putra, juara 1 diraih Dinas ESDM, Juara 2 diperoleh Biro Umum, dan Juara 3 dari Kesbangpol. Sementara untuk Tim Putri, Juara 1 DP2KP, Juara 2 Inspektorat, dan Juara 3 Biro Umum,” kata Yube Pigome.
Vivian Sang Bintang
Semarak dan antusias para peserta turnamen basket 3 on 3 ini sangat tinggi. Sejumlah pimpinan OPD dan pejabat eselon 3 bersama stafnya turun langsung memberikan support dari pinggir lapangan.
Tetapi ada yang berbeda dengan tim putri Biro Umum Setda Papua Tengah. Adalah Plt. Kepala Biro Umum Vivian A. Gobai, S.IP yang tampak turun langsung memimpin tim di dalam lapangan. Selama tiga hari, Vivian memperlihatkan kelincahannya melakukan dribble dan shooting yang memukau penonton, hingga membawa timnya meraih Juara 2.

Vivian tak hanya sekadar meramaikan. Dengan aksi yang memukau, dia kembali mengingatkan warga Nabire dua puluahan tahun silam, ketika di masa 2002-2005 itu, ia pernah mencatat namanya sebagai salah satu bintang yang akrab dengan ring basket.
“Semasa Vivian masih berpakaian putih abu-abu, tak ada satupun yang mengalahkannya. Itu anak didik saya, dia jago main basket saat itu. Biasa kalahkan tim lawan,” ujar John Billy, mantan pelatih Vivian saaat hadir menyaksikan babak final, Rabu, 7 Agustus 2025 di Lapangan Basket SMA YPK Tabernakel Nabire.
Menurut John, dengan penampilannya yang gemilang, hal ini menunjukkan Vivian masih stabil dalam mengolah bola di tengah lapangan.
Ketua Panitia Turnamen Basket Yubelina Pigome mengapresiasi kepada pemain, pelatih, manager dan official maupun pendukung yang telah menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas di lapangan.

“Kerjasama dan sikap menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam tim ini menggambarkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kerja kita. Tahun mendatang juga kiranya tetap terus dipertahankan,” katanya.
Ia juga menegaskan, pihaknya tidak membuka pertandingan untuk umum dengan alasan karena waktunya sangat singkat menuju 17 Agustus, terlebih soal penggunaan fasilitas olahraga yang masih belum memadai.
“Jadi kami menghindari kericuhan atau keributan jika dibuka untuk umum dengan meminjam lapangan di lingkungan sekolah. Karena itu, kami mengambil kebijakan untuk dikhususkan hanya untuk ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah,” tutur Yube. (Gusty Masan Raya/Abeth You)







































