Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST,M.Si menyerahkan secara simbolis bantuan beras kepada suster pengelola Asrama Putri St. Lusia, Oksibil, Senin, 18 Agustus 2025.

OKSIBIL (PB.COM)—Sehari usai perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin) Spei Yan Bidana, ST,M.Si menyerahkan bantuan sembilaan bahan makanan (sembako) ke sejumalh asrama di Kota Oksibil.

Bupati Spei Bidana didampingi Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Pegubin Hengki Bidana,S.Sos.,M.Sos pada Senin, 18 Agustus 2025 bersama rombongan, mengawali kunjungan ke Asrama Putri St. Lusia yang dikelola Kongregasi Suster Fransiskan St. Lusia (KSFL).

Di lokasi itu, ia menyerahakan secara simbolis bantuan sembako bersamaan dengan bantuan untuk para penghuni Asrama Putra yang terletak di samping Pastoran Paroki Roh Kudus Mabilabol.

Dari Asrama Susteran, rombongan Bupati Spei bergerak menuju Asrama Putra Putri Yayasan GIDI Pegunungan Bintang (YPGP) di Jalan Okpok Distrik Oksibil. Kehadiran orang nomor satu Pegubin itu disambut hangat oleh Ketua YPGP Pdt. Anselmus Taplo,S.Th,M.Pd.K, para dewan guru, pembina dan anak-anak asrama.

Menurut Bupati Spei, bantuan sembako ini merupakan bentuk komitmen, kepedulian dan dukungan Pemda Pegubin untuk pendidikan anak-anak generasi muda Okmekmin guna memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Bupati Spei Bidana saat menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada salah satu penghuni Asrama Putra YPGP Oksibil.

“Kami di Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia ini berniat untuk berbagi sembako untuk beberapa asrama termasuk yang ini. Dan hari ini saya hadir melihat secara langsung anak-anak yang dibina di yayasan ini. Ini menjadi komitmen kami untuk saling berbagi, saling peduli, dan saling support bagi anak-anak asrama,” kata Spei.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, Pemda Pegubin memberikan bantuan secara terbatas dan musiman. Oleh karena itu, ia berpesan kepada orang tua siswa-siswi untuk tetap membantu anak-anaknya dengan mengirim pangan lokal yang lebih bergizi seperti umbi-umbian dan sayur-sayuran.

“Saya minta kepada orang tua seperti di Serambakon dan Okbappe agar bisa bawa om atau boneng dan dan sayur-sayuran untuk anak-anak kita. Sebab kita tidak bisa tergantung kepada bantuan pemerintah yang sangat terbatas,” ujarnya

Pada kesempatan itu, Spei Bidana juga tegas meminta para pelajar yang tinggal di asrama agar disiplin mengikuti aturan, disiplin belajar, dan terus mengembangkan talentanya. Sebab Spei yakin, suatu hari nanti mereka ini akan tampil menjadi pemimpin menggantikan dirinya untuk memimpin Bumi Okmin.

“Tinggal di asrama itu harus disiplin, giat belajar dan berdoa, dan takut akan Tuhan. Di luar sana banyak kejahatan seperi ganja, miras dan berbagai ancaman yang sangat berpotensi merusak mental dan iman kepercayaan kepada Tuhan,” tegasnya

Anggaran Terbatas

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Pegubin Hengki Bidana mengatakan di tengah efisiensi anggara di era Pemerintahan Prabowo yang berdampak ke keuangan daerah Pegubin, pihaknya atas arahan Bupati Spei tetap mengalokasikan anggaran untuk memberikan bantuan ini kepada sejumlah asrama.

“Dalam kondisi susah payah dengan efisiensi anggaran yang ada, tapi sebagai bentuk peduli kepada generasi muda Okmekmin, kita tetap bantu semua asrama. Tadi kami sudah serahkan di Asrama Putra Putri Katolik, kali ini di Asrama Putra Putri Yayasan GIDI. Penyerahan ini secara simbolis dulu, nanti pekan depan kami akan antar sembako itu untuk dua atau tiga bulan ke depan,” kata Hengki.

Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan GIDI Pegunungan Bintang Pdt. Anselmus Taplo memberikan aspresiasi kepada Bupati Spei Bidana yang sudah datang menyerahkan bantuan sembako.

Ia juga berterima kepada Bupati Spei dan jajaran Pemda Pegubin yang terus mendukung pendidikan sebagai upaya mewujudukan visi Cerdas demi meningkatkan kualitas generasi muda Okmekmin.

“Kami perlu kami sampaikan kepada Bapak Bupati bahwa dalam rangka mewujudkan visi Cerdas Bupati, yayasan kami sudah ada sekolah TK, PAUD, SD SMP dan SMA. Kami juga telah megumpulkan sebanyak 27 anak yang dibina di asrama Yayasan, 10 laki-laki dan 16 perempuan, sebagai bentuk menyelamatkan mereka dari kejahatan di Pegunungan Bintang,” kata Ansel. (Rano Bidana/Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box