Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, didampingi Wakil Bupati Esau Miram, melihat kondisi bangunan Puskesmas Morowal Progoli yang baru mereka resmikan

DEKAI (PB.COM) – Upaya Pemerintah Kabupaten Yahukimo dalam memperluas akses pelayanan kesehatan terus menunjukkan hasil nyata. Senin (17/11/2025) siang, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, didampingi Wakil Bupati Esau Miram, meresmikan Puskesmas Morowal Progoli, sebuah fasilitas kesehatan yang akan memperkuat jaringan layanan dasar di wilayah pegunungan yang sangat menantang secara geografis.

Peresmian tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, para pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan perwakilan gereja setempat. Tradisi ibadah syukur membuka seluruh rangkaian acara, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas publik ini merupakan buah dari doa, dukungan masyarakat, serta kerja pembangunan lintas sektor.

Dalam sambutannya, Bupati Didimus Yahuli menegaskan kembali tantangan besar penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Yahukimo yang memiliki 51 distrik, wilayah terluas di Papua Pegunungan. Namun, tantangan tersebut dijawab dengan kerja nyata.

“Selama periode pertama saya bersama Wakil Bupati Esau Miram, kami berhasil membangun 12 puskesmas baru,” ungkapnya.
Sebelum keduanya memimpin, sudah berdiri 33 puskesmas. Dengan tambahan tersebut, total Puskesmas aktif kini berjumlah 45 unit.

Meski demikian, 8 distrik masih belum memiliki Puskesmas, sebuah kondisi yang ingin mereka selesaikan dalam empat tahun masa kepemimpinan periode kedua.

“Saya harap di periode kedua ini, 8 Puskesmas itu dapat terbangun, lengkap dengan Puskesmas Pembantu (Pustu) agar masyarakat di semua distrik merasakan pelayanan yang setara,” tegasnya.

Kesepakatan dengan Menteri Kesehatan: Standar 2.000 Penduduk Tak Berlaku di Wilayah Pegunungan

Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, didampingi Wakil Bupati Esau Miram, dan Ketua DPRK Yahukimo, Son Bahabol disela peresmian Gedung Puskesmas

Dalam kesempatan itu, Bupati Didimus juga mengungkapkan hasil pertemuan terbarunya dengan Menteri Kesehatan RI. Ia menyampaikan bahwa aturan nasional yang mensyaratkan minimal 2.000 penduduk untuk pendirian puskesmas tidak bisa diterapkan secara kaku di Papua Pegunungan.

“Untuk wilayah perkotaan standar itu cocok. Tapi kalau untuk kami di pegunungan naik gunung, turun lembah, kadang berhari-hari perjalanan maka wajib setiap distrik punya Puskesmas, dan Menkes sudah menyetujui itu,” jelasnya.

Persetujuan tersebut menjadi dasar kuat bagi Pemkab Yahukimo untuk segera menggerakkan tim teknis guna memulai rangkaian pembangunan fasilitas kesehatan di delapan distrik yang masih kosong.

Puskesmas Morowal Progoli bukan satu-satunya bangunan yang diresmikan dalam pekan ini. Bupati Didimus mengungkapkan bahwa Puskesmas Hogio dan Uka juga telah diresmikan pada Jumat lalu, menandai percepatan masif pembangunan fasilitas kesehatan yang terjadwal sejak 2021.

Ia menegaskan bahwa seluruh pembangunan dilakukan dengan perencanaan matang dan dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021–2024.

“Jangan heran kalau setiap hari ada peresmian. Itu karena kami benar-benar membangun, mengelola DAK dengan sungguh-sungguh, tanpa mengabaikan hal-hal prioritas,” ujarnya.

Pesan Kemandirian: “Orang Lain Tidak Akan Datang Menolong Kita”

Dalam momen peresmian tersebut, Bupati Didimus juga menyampaikan pesan moral dan motivasi yang sangat kuat kepada seluruh masyarakat Yahukimo. Baginya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari gedung yang berdiri, tetapi juga dari mentalitas dan semangat masyarakatnya.

“Orang lain tidak akan datang menolong kita. Kita sendiri yang harus berubah dan berusaha,” katanya dengan tegas.

Ia meminta seluruh putra-putri asli Yahukimo yang bekerja sebagai guru, tenaga kesehatan, penginjil, mantri, dan berbagai profesi lainnya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh.

“Yang jadi guru harus benar-benar mengajar. Yang jadi tenaga kesehatan harus melayani dengan sepenuh hati. Sebab hanya orang asli daerah ini yang paham dan mampu menolong masyarakatnya sendiri.”

Bupati Didimus mengutip Doa bersejarah yang pernah disampaikan misionaris IS Kijne di Autumeri, tentang bangsa yang suatu hari akan bangkit memimpin dirinya sendiri.

“Ini digenapi di generasi kita. Tidak ada orang lain atau kampung lain yang memimpin daerah ini. Kitalah yang bangkit memimpin diri sendiri,” ujarnya.

Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja bersama, menguatkan tekad, dan menemukan jati diri pelayanan demi masa depan Yahukimo yang lebih baik.

Dengan diresmikannya Puskesmas Morowal Progoli, pemerintah berharap pelayanan kesehatan dasar di wilayah tersebut dapat berjalan lebih optimal. Puskesmas ini diharapkan menjadi titik penting bagi penanganan kesehatan ibu dan anak, penyakit menular, gizi buruk, stunting, serta layanan kegawatdaruratan di wilayah sulit akses.

Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur, hadirnya fasilitas baru ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata hingga ke pelosok. (ADM)

 

Facebook Comments Box