Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST,M.Si.

JAYAPURA (PB.COM)—Tinggal beberapa jam lagi, turnamen bergengsi Okmin Cup I resmi dimulai. Sebanyak 20 klub sepak bola profesional se-Tanah Papua siap merumput di Stadion Barnabas Youwe Sentani sepanjang 8-30 Januari 2026 memperebutkan trophy bergengsi.

Turnamen ini menjadi kompetisi sepak bola paling pertama se-Tanah Papua di tahun 2026. Berbagai ucapan selamat mengalir di media sosial. Mulai dari Ketua Umum PSSI Provinsi Papua Pegunungan Atenius Murip, SH,MH, Ketua PSSI Jayawijaya Penius Lani, S.Kom,M.PWK, hingga Anggota DPR RI Arif Riyanto Uopdana, ST.

Ketua Panitia Okmin Cup I Imanuel H. Mimin, S.Si mengatakan, sebanyak 20 peserta yang mendaftar semuanya hadir dalam technical meeting pada Senin, 5 Januari 2026. Di momen itu, ia meminta agar seluruh tim, mulai dari official team, pemain, hingga suporter untuk menjaga sportivitas selama turnamen berlangsung.

“Kami juga sudah lakukan screening pemain usia 23 tahun, sampaikan peraturan pertandingan, pembagian group sebanyak 4 group, dan penandatangan Pakta Integritas bagi semua klub yang menjadi peserta turnamen ini,” kata Imanuel dalam video yang diterima redaksi papuabangkit.com.

Di group A, terdapat Okmin United, PS. Farbes, Mek FC, All Stars Pegubin, dan PS. Nafri. Group B: Pamek FC, Kopastalar FC, Asnab FC, Antar FC, dan Cartenz FC. Kemudian Gropu C: Ketengban FC, Waena FC, Oksibil FC, SSB Orion Sentani, dan Pasifik Muda. Sementara group D ada PS. Sific, Panti Polomo, Black Santos, Cycloop Putra, dan Bemta FC.

Opening Ceremony akan berlangsung pada Kamis, 8 Januari 2026 Pkl. 14.00 WIT. Kami ucapkan selamat berkompetisi, mari sama-sama kita junjung sportivitas di lapangan hijau,” pesan Imanuel Mimin.

Tingkatkan Prestasi, Kenalkan Budaya

Adalah Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST,M.Si, sosok di balik penyelenggaraan Okmin Cup I ini. Politisi muda PDI Perjuangan ini memang sejak periode kedua kepemimpinannya menggaungkan kebangkitan Olahraga, Sains dan Seni bagi generasi Ok Mek dan Min (Okmemin).

Spei melihat bahwa potensi anak-anaknya sangat besar di bidang olahraga. Salah satunya di cabang olahraga sepak bola. Capaian yang diraih Persigubin yang menjuarai Liga IV Regional Papua Pegunungan pada 3 April 2025 di Stadion Pendidikan Wamena dan PS. Sific yang sukses menjuarai Turnamen Badai Cartenz Cup V Tahun 2025 di Lapangan Kodim Nabire, Kamis, 26 Juni 2025 adalah buktinya.

Pegunungan Bintang, daerah terisolir di Provinsi Papua Pegunungan yang masih ditutup isolasi geografis akibat ketiadaan transportasi darat penghubung dari kabupaten lain itu, perlahan namun pasti bangkit menampakkan diri sebagai negeri yang diperhitungkan dalam kancah sepak bola di Tanah Papua. Bakat-bakat muda mulai muncul dan bersaing di pentas lokal hingga nasional. Potensi inilah yang mendorong Bupati Spei untuk terus membuka wadah, salah satunya melalui kompetisi bergengsi ini.

Ketua PSSI Pegunungan Bintang Ikris Yamhin

“Jadi Okmin United selaku penyelenggara turnamen ini adalah klub sepak bola baru dimana Bupati Spei Yan Bidana menjadi Ketua Umum. Dalam berbagai kesempatan diskusi, Pak Bupati ingin membangun sebuah akademi sepak bola atau SSB untuk pembinaan dari usia dini. Kita sempat mencari lokasi di Jayapura tapi belum dapat,” ujar Ketua PSSI Pegunungan Bintang Ikris Yamhin.

Menurut Ikris, perhatian dan support dari Bupati Spei Bidana untuk pengembangan sepak bola di Pegunungan Bintang sangat besar. Tak hanya memberikan dukungan dana, Spei Bidana juga sedang membangun sebuah stadion berkelas internasioal di Kampung Dabolding, Distrik Kalomdol. Stadion itu akan diberi nama Sport & Art Center Yosep Kotanon Yaorka.

“Nah untuk Turnamen Okmin Cup I ini digagas oleh Bupati Spei dengan tujuan, selain pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga, tetapi juga untuk memperkenalkan budaya Ok Mek dan Min kepada masyarakat luar. Dan akhirnya dipilih Sentani sebagai tempat penyelenggaraan turnamen ini,” kisah Ikris.

Sama seperti pemberian nama pada Universitas Okmin Papua (UOP) yang didirikan Spei Bidana pada 17 Agustus 2021, nama Okmin merupakan gabungan dari tiga suku besar yang ada di wilayah Pegunungan Bintang, yaitu Suku Ok, Mek, dan Min. Menurut penuturan sejarah, ketiga suku besar tersebut sebenarnya memiliki corak tersendiri dalam hal budaya dan adat istiadat, sehingga tidak bisa disatukan ke dalam wilayah adat La Pago. Masyarakat setempat biasanya mengenal wilayah adatnya dengan nama Okmemin.

Dalam bahasa Suku Ngalum, Ok berarti sungai atau air, dan Min berarti pemilik. Secara harfiah, Okmin dapat diartikan sebagai sumber kehidupan yang dimiliki oleh seluruh suku bangsa yang mendiami wilayah Pegunungan Bintang maupun Papua-Melanesia secara luas. Hal ini terbukti dari adanya sungai-sungai besar di Papua maupun Papua New Guinea bersumber dari wilayah Pegunungan Bintang.

“Kami tentu berharap agar penyelenggaraan Okmin Cup I ini berlangsung aman dan damai, semua peserta menjunjung sportivitas, dan jadikan turnamen ini sebagai ajang memperat persaudaraan,” tutup Ikris. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box