
DPW Partai Persatuan Pembangunan se-Papua Raya menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) yang secara resmi dibuka oleh Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono bersama Gubernur Papua Matius D. Fakhiri, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, di Hotel Suni Abepura, Sabtu (10/1/2026).
JAYAPURA (PB.COM) – DPW Partai Persatuan Pembangunan se-Papua Raya menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk memilih kepengurusan yang baru dan merumuskan program-program kerja yang baru sebagai persiapan menuju agenda politik lima tahunan yaitu Pemilu 2029.
Musyawarah Wilayah ini secara resmi dibuka oleh Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono bersama Gubernur Papua Matius D. Fakhiri di Hotel Suni Abepura, Sabtu (10/1/2026).
Muswil yang mengusung tema “Merawat Persahabatan, Meneguhkan Perjuangan Umat” ini dihadiri Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, dan Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, serta jajaran pimpinan DPW PPP se-Tanah Papua.

Turut hadir Ketua DPW PPP Papua H. Mursidin, Ketua DPW PPP Papua Pegunungan H. Rajab, Ketua DPW PPP Papua Barat Tasman Yasir, Ketua DPW PPP Papua Selatan Ibnu Jaya Suud, Ketua DPW PPP Papua Tengah Freny Anouw, dan Ketua DPW PPP Papua Barat Daya Rosmiati Matalitti, bersama pengurus DPC dari berbagai daerah.
Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono Musyawarah pada kesempatan itu mengatakan, Muswil PPP se-Papua Raya ini menjadi tonggak dimulainya konsolidasi partai secara menyeluruh di seluruh Papua. Hasil Muswil ini akan menyusun kepengurusan baru dan juga menyusun program kerja sebagaimana sudah dicanangkan menuju Pemilu tahun 2029.
Jadi selain menyusun program kerja, Muswil ini akan ada Muscab, ada musyawarah anak cabang dan seterusnya menuju agenda di tahun 2027, masuk ke tahap verifikasi Pemilu. PPP fokus menyiapkan semuanya dalam rangka mengikuti Pemilu di tahun 2029.

“Karena kita sudah akan masuk pada tahun 2028 nanti setelah selesai verifikasi Pemilu, kita akan mulai untuk rekrutmen caleg dalam rangka mempersiapkan Pemilu 2029,” ungkap Mardiono.
Menurutnya, persiapan ini tentu membutuhkan fokus dan tidak boleh ketinggalan waktu. Ia menegaskan, konsolidasi di Muswil ini tidak hanya semata-mata menyusun program dan membentuk kepengurusan tetapi yang paling penting adalah bagaimana bisa mempersatukan seluruh elemen kader dari tingkat atas sampai tingkat bawah kita persatukan untuk kerja politik.
“Saya minta kepada kader-kader PPP di seluruh Papua raya khususnya yang ada di eksekutif maupun legislative baik di provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota bergandeng tangan mendukung program pemerintah untuk mewujudkan kemaslahan umat,” harapnya.
Mardiono juga berharap, bagaimana mendorong pertumbuhan dan percepatan pembangunan di Papua, mendorong percepatan ekonomi di Papua, bagaimana membawa kesejahteraan di Papua, semua kader-kader PPP harus mengambil peran tampil di depan.

“Seluruh program pemerintah pusat yang sudah digelontorkan ke daerah ini dapat langsung ditangkap oleh rakyat. Jangan sampai nanti semua program pemerintah yang sudah digelontorkan itu kemudian ditangkap oleh pelaku spekulan, termasuk bandar-bandar dan sebagainya,” katanya mengingatkan.
Ia juga jangan lagi ada permainan pasar misalkan saat ini musim tanam akan membutuhkan pupuk untuk tanam tetapi pupuk langka. “Tidak boleh lagi pupuk tidak ada. Pemerintah menggelontorkan program kebijakan subsidi pupuk itu besar. BBM juga sama, pemerintah menggelontorkan subsidi BBM besar. Jangan sampai rakyat Papua membeli bensin eceran yang harnya Rp15.000/liter,” serunya.
Oleh karena itu, ia menekankan kader-kader PPP berperan serta mendorong untuk bagaimana mengambil kebijakan action melayani rakyat, melayani umat. “Ini pentingnya kita berpolitik, pentingnya kader-kakder kita solid, agar partai kita langkah perjuangannya itu menghasilkan kemaslahatan bagi umat sehingga kita dicintai oleh umat, kita dicintai oleh rakyat,” tegas Mardiono kemudian.

Mardiono kembali menegaskan, PPP di Papua hadir untuk bagaimana mensejahterakan masyarakat Papua agar hidup setara dengan daerah-daerah lain. “Tidak boleh rakyat di Papua tertinggal. PPP harus tampil di depan,” tambahnya.
Di hadapan kader PPP, Mardiono juga menegaskan bahwa ia telah bersama PPP selama 30 tahun dan tetap solid pada partai yang membesarkannya. “Kita harus bersatu padu bergandeng tangan karena sebagaimana perjuangan,” katanya.
Ia menyampaikan pesan bahwa Muswil ini tentu akan berkompetisi untuk lahirnya sebuah perubahan. “Artinya perubahan penyusunan kepengurusan dan perubahan program-program kerja. Jadi kader organisasi yang menunjukkan prestasi dalam kepemimpinannya itulah kita yang kita apresiasi menjadi seorang pemimpin,” lanjutnya.
Ia mengingatkan, di dalam musyawarah ini harus ada pembahasan bagaimana menciptakan program kerja membantu pemerintah, membantu masyarakat mempercepat pembangunan di Papua ini, agar pembangunan di Papua ini bisa sejajar dengan provinsi-provinsi yang lain. Dan rakyat Papua juga bisa hidup sejahtera sama dengan yang ada di provinsi lainnya.

Sebelumnya, dalam sambutan Ketua DPW PPP Papua, H. Mursidin menegaskan bahwa Muswil merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan partai di tingkat wilayah. Karena itu mengajak seluruh kader untuk menjadikan Muswil sebagai momentum memperkuat ukhuwah, menjaga etika, serta menjunjung tinggi marwah partai.
Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun persatuan dan kepentingan partai harus menjadi prioritas utama. “Saya berharap Muswil mampu melahirkan program-program pro rakyat serta kepemimpinan yang amanah, visioner, dan mampu membawa PPP semakin solid serta dicintai masyarakat,” kata Mursidin.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Papua Barat Yasman Yasin yang juga Ketua Forum PPP se-Papua Raya mengatakan, Muswil menjadi momentum strategis memperkuat konsolidasi politik dan meningkatkan kinerja partai di seluruh wilayah. Karena itu ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, kerja keras, dan niat tulus dalam membangun kekuatan partai.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PPP yang konsisten mendukung dirinya bersama Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen hingga dilantik. “Muswil PPP sangat penting dalam tata kelola partai, sebagai forum evaluasi kinerja, penyusunan program pengembangan wilayah, serta penyiapan kepemimpinan yang mampu menjawab dinamika politik ke depan,” kata Fakhiri.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua saat ini tengah mendorong percepatan pembangunan wilayah provinsi melalui visi Papua transformasi baru yang maju dan harmonis. Visi ini menekankan perubahan yang terarah, kondusif dan berkeadilan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal.
Tiga misi utamanya yakni Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif. Dalam konteks ini, peran partai politik dinilai sangat strategis sebagai pilar demokrasi, sarana pendidikan politik, penyalur aspirasi rakyat, sekaligus penguat persatuan bangsa.
Dalam konteks Pemilu, PPP menjadi salah satu misi. Parpol tidak hanya berfungsi sebagai sarana kontestasi kekuasaan tetapi juga sebagai pilar demokrasi dan berperan aktif dalam pendidikan politik maasyarakat. Menyalurkan aspirasi-aspirasi rakyat.
“Sebagai gubernur saya mendorong untuk supaya bisa melaksanakan Muswil supaya organisasi partai di masing-masing kepartaian bisa jalan. Selamat bermusyarawah, mudah-mudahan hasil musyawarah bisa menentukan garis partai ke depan, termasuk program-programnya dan menjadi salah satu pemimpin di masing-masing wilayah mulai dari barat daya sampai dengan selatan,” kata Fakhiri.
Harapannya, para pemimpin partai PPP bisa menjadi pemimpin yang amanah untuk sama-sama berkolaborasi membangun kerjasama yang baik antara provinsi-provinsi yang ada. Khusus di provinsi induk, ia berharap kerjasama membangun Provinsi Papua. (Frida Adriana)






































