
Tampak gedung Kampus Universitas Okmin Papua di Kampung Esipding, Distrik Serambakon.
OKSIBIL (PB.COM)—Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, Spei Yan Bidana, ST.M.Si menegaskan bahwa pembangunan gedung Universitas Okmin Papua (UOP) sepenuhnya didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian PUPR, bukan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pegubin.
Pernyataan tegas ini disampaikan Bupati Spei pada Jumat, 30 Januari 2026 untuk menepis kesalahan informasi di tengah publik yang mengira pembangunan 9 gedung kampus UOP yang telah rampung di Kampung Esipding, Distrik Serambakon itu, bersumber dari APBD Pegubin.

Bupati Spei Bidana saat meninjau gedung Kampus UOP beberapa waktu lalu.
“Saya perlu tegaskan dan garis bawahi lagi bahwa anggaran pembangunan Universitas Okmin Papua yang mencapai sekitar Rp 60 miliar, murni berasal dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum RI. Ini bukan proyek yang didanai oleh APBD,” ujar Bupati Spei kepada media ini melalui telepon selulernya.
Menurut Spei, sebagai bupati yang juga sekaligus perintis universitas ini, dirinya dan tim berjuang dengan gigih melakukan lobi anggaran di Kementerian Pekerjaan Umum RI di Jakarta. Alhasil, sejak 2024, Universitas Okmin Papua mendapatkan anggaran untuk membangun 9 gedung kampus.

“Bahkan Universitas Okmin Papua menjadi salah satu kampus swasta dan baru berdiri yang mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat, baik dari Kementerian PU maupun dari Kemendikbudristek. Ini bukan hal mudah untuk meyakinkan Pemerintah Pusat. Tetapi karena niat kita tulus untuk siapkan sumber daya manusia di wilayah perbatasan yang masih terisolir, doa dan lobi kita terjawab,” tegas Spei Bidana.
Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, Universitas Okmin Papua yang resmi berdiri tepat di hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021 sebagaimana Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 344/E/O/2021 ini, adalah wujud kehadiran negara di wilayah perbatasan dan 3T.

Para mahasiswa UOP dalam sebuah momen.
“Gedung kampus sudah berdiri dan dalam waktu dekat akan kita resmikan. Saya minta manajemen untuk memastikan keberlanjutan operasional universitas ini. Kita harus berterima kasih kepada Pemerintah Pusat yang sudah bantu bangun dan mari sama-sama kita besarkan universitas ini. Kita siapkan SDM melalui kampus ini,” ajak mantan Kepala Bappeda Pegubin ini.
Bupati Spei optimis, ke depan UOP akan menjadi lokomotif pembangunan dan laboratorium peradaban Melanesia yang menghasilkan lulusan yang kompeten dan berintegritas untuk menjawab tantangan pembangunan daerah, baik di Pegubin maupun Tanah Papua.

“Semua kampus di Indonesia, termasuk Uncen atau Unipa berawal dari yang kecil dan tak diperhitungkan, lalu menjadi besar seperti sekarang. Saya optimis, Universitas Okmin Papua juga begitu. Ke depan ia akan menjadi besar dan maju,” tutupnya (Aquino Ningdana/GMR)





























