Dinkes Provinsi Papua Tengah menggandeng Dinkes Kabupaten Nabire melakukan monitoring dan pemantauan sanitasi di tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Siriwini, Rabu (11/2/2026) siang.

NABIRE (PB.COM) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire melakukan monitoring dan pemantauan sanitasi di tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Siriwini, Rabu (11/2/2026) siang.

Monitoring ini difokuskan pada aspek kesehatan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, limbah, ketersediaan air bersih, hingga kebersihan penjamah makanan.

Penanggungj Jawab Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinkes Provinsi Papua Tengah, Wira Ayu Indah, menjelaskan, pihaknya rutin melakukan pengawasan karena SPPG mengolah dan menyajikan makanan untuk anak-anak.

Katanya, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah dan Dinas Kesehatan Kabupaten, khususnya di bidang program kesehatan lingkungan, hari ini turun di tiga SPPG di Siriwini yakni SPPG 01, SPPG 02, dan SPPG 03. “Kami melakukan monitoring khusus untuk sanitasi,” kata Wira kepada awak media saat monitoring terakhir di SPPG Siriwini 002 “Dapur Mama Kita” Yayasan Anak Papua Tengah Hebat.

Pemantauan ini bertujuan memastikan seluruh SPPG memenuhi standar sanitasi yang telah ditetapkan, terutama dalam pengelolaan sampah, limbah, air bersih, serta kebersihan penjamah makanan.

Karena mengolah makanan dan memberi makan kepada anak-anak, kata dia, dari pihak sanitasi, selalu memantau kebersihan SPPG, baik dari segi pangannya, serta penjamah makanannya.

Hasil monitoring tersebut, tim menemukan beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian, terutama pada pengelolaan limbah.

Menurutnya, masalah limbah itu sangat riskan. “Sudah ada yang terolah dengan baik, tapi kami menyarankan agar bisa lebih ditingkatkan lagi,” katanya.

Wira juga menjelaskan, seluruh SPPG yang telah terdaftar di Dinkes akan dipantau secara berkala. Monitoring dijadwalkan setiap hari Selasa dan Jumat dengan jumlah SPPG berbeda di setiap kunjungan.

“Keseluruhan SPPG yang sudah terdaftar di kami akan kami lakukan pemantauan rutin. Hari ini ada tiga SPPG, Jumat ke depan ada tiga lagi, dan tanggal 27 kami akan ambil empat SPPG,” jelasnya.

Namun, untuk SPPG yang belum terdaftar, pihaknya belum dapat melakukan pengawasan secara menyeluruh.

Dinkes Papua Tengah juga mendorong seluruh SPPG agar segera memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Bagi yang belum memiliki sertifikat tersebut, diminta segera melapor dan mengikuti tahapan pemeriksaan.

“Kami berharap SPPG yang belum memiliki SLHS segera melapor dan melakukan pemeriksaan, khusus untuk airnya, sampel makanannya, serta pelatihan penjamah makanan,” tegas Wira.

Ia berharap ke depan seluruh SPPG di Papua Tengah terus meningkatkan standar sanitasi demi menjamin keamanan pangan dan kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat program gizi.

Dengan pengawasan rutin ini, Dinkes Papua Tengah ingin memastikan setiap dapur SPPG benar-benar memenuhi standar kesehatan lingkungan sehingga kualitas makanan yang disajikan tetap aman, higienis, dan layak konsumsi. (Gusty Masan Raya/Abeth You)

Facebook Comments Box