
Di dalam talkshow 1 tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH – Deinas Geley, S.Sos, M.Si, yang dipandu jurnalis senior Andy Noya, Jumat (20/2/2026), Gubernur Meki Nawipa membeberkan teroboran program kesehatan yang telah kerjakannya.
NABIRE (PB.COM) – Di dalam talkshow 1 tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH – Deinas Geley, S.Sos, M.Si, yang dipandu jurnalis senior Andy Noya, Jumat (20/2/2026), Gubernur Meki Nawipa membeberkan teroboran program kesehatan yang telah kerjakannya.
Menurut Gubernur Meki Nawipa, sector kesehatan belum menjadi prioritas utama, baik di tingkat masyarakat maupun dalam sistem pembangunan daerah baru seperti Papua Tengah. Karena itu, ia sedang mencari formula yang tepat dan cepat untuk membangun sistem kesehatan yang terstruktur dan merata.
Langkah konkrit yang diambil Pemerintah Provinsi Papua Tengah adalah memberikan subsidi iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp 50 ribu per orang bagi masyarakat.
Kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap layanan kesehatan tanpa terkendala biaya. Langkah ini juga didasari pengalaman pemerintah daerah yang selama ini harus mengeluarkan biaya sangat besar untuk menangani pasien dengan kondisi serius, terutama yang membutuhkan rujukan ke luar daerah seperti Jayapura atau Makassar.
Untuk satu pasien saja, sebut Meki, biaya evakuasi medis bisa mencapai Rp500 juta. Namun tetap dilakukan karena menyangkut nyawa manusia. “Tetapi ke depan, kami ingin membangun sistem yang lebih kuat agar pelayanan bisa dilakukan di Papua Tengah,” jelasnya.
Dengan adanya perlindungan BPJS yang didukung subsidi pemerintah, masyarakat diharapkan tidak lagi menunda pengobatan karena alasan biaya.
Selain subsidi BPJS, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga fokus memperkuat peran puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.
Meki Nawipa menilai selama ini terjadi kesalahan paradigma, di mana masyarakat langsung menuju rumah sakit meskipun penyakit yang dialami sebenarnya bisa ditangani di Puskesmas.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan membiayai pendidikan tenaga medis.
Sebanyak 100 dokter spesialis akan dibiayai pendidikannya, dengan prioritas putra-putri asli Papua. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 100 dokter umum untuk dididik dan dipersiapkan melayani masyarakat Papua Tengah di masa depan.
“Kami ingin Papua Tengah memiliki dokter-dokter sendiri yang memahami masyarakatnya dan siap mengabdi di daerahnya,” kata Meki Nawipa.
Menurutnya, investasi pada sumber daya manusia di sektor kesehatan merupakan kunci untuk menciptakan sistem kesehatan yang mandiri dan berkelanjutan.
Melalui subsidi BPJS, penguatan Puskesmas, pelayanan dokter spesialis hingga daerah terpencil, serta investasi pendidikan tenaga medis, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berupaya membangun sistem kesehatan yang menyeluruh.
Tujuan utamanya adalah memastikan masyarakat tidak lagi harus menghadapi risiko kesehatan tanpa perlindungan, serta tidak perlu menempuh perjalanan jauh dengan biaya besar untuk mendapatkan pelayanan medis. (Gusty Masan Raya/Abeth You)






























