
Kepala Bapperida Pegubin, Yance Tapyor, ST,M.AP.
OKSIBIL (PB.COM)—Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Yance Tapyor, ST,M.AP menegaskan bahwa penyusunan Rencana Kerja (Renja) Distrik bukan lagi sekadar formalitas atau dokumen administratif belaka yang dilakukan secara asal-asalan.
“Musrenbang adalah wadah aspirasi masyarakat yang sangat berharga, dimana Renja Distrik yang merupakan dokumen resmi harus melewati proses verifikasi yang ketat dan sistematis,” katas Yance Tapyor dalam arahannya pada kegiatan Pendampingan Penyusunan Renja Distrik Tahun 2027 dan Pembahasan Usulan Hasil Musrenbang Distrik Tahun 2026 di Ruang Rapat Kantor Bapperida Pegubin, Selasa, 3 Maret 2026 diikuti 34 kepala distrik.

Menurut Yance, dengan seleksi yang cermat, langkah ini memastikan bahwa setiap program yang direncanakan para kepala distrik benar-benar relevan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pegubin.
Ia menegaskan bahwa proses seleksi bukan bertujuan menyaring aspirasi secara sepihak, melainkan sebagai mekanisme penting untuk menjaga keadilan dan efektivitas pembangunan.
“Kami tidak lagi memasukkan semua usulan tanpa pertimbangan prioritas dan bobot. Ini adalah cara memastikan dana publik digunakan secara efisien dan terhindar dari tumpang tindih program,” tuturnya.
Mantan Kepala Dinas PUPR Pegubin ini mengaskan bahwa paradigma baru dalam penyusunan Renja Distrik akan mengubah pola perencanaan yang selama ini cenderung luas dan kurang fokus.
“Penyusunan Renja Distrik secara tepat dan selektif menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan pembangunan yang berkeadilan dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang,” pungkasnya. (Aquino Ningdana/GMR)











































