
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang Hengki Bidana, S.Sos,M.Sos.
OKSIBIL (PB.COM)—Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Hengki Bidana, S.Sos,M.Sos mengapresiasi inovasi yang dilakukan SMP Negeri 2 Okpol dalam mengembangkan batik khas daerah berbasis budaya dan lingkungan.
“Hari ini saya bersyukur dan terinspirasi melihat inovasi batik khas daerah motif Ngalum yang dibuat anak-anak di SMP Negeri 2 Okpol. Ini sungguh luar biasa! Saya berharap sekolah-sekolah lain bisa mengikuti jejak yang menggabungkan budaya dan lingkungan dalam proses pembelajaran,” ujar Hengki Bidana saat mendampingi Bupati Spei Yan Bidana, ST,M.Si dalam kunjungan ke sekolah itu pada Jumat, 6 Maret 2026 itu.

Hengki menjelaskan, sekolah berbasis budaya dan lingkungan tidak hanya memperkaya kurikulum, tapi juga mengangkat nilai-nilai lokal sebagai sumber ekonomi melalui pengembangan karya inovatif yang dilindungi hak cipta.
“Program ini kami rencanakan diluncurkan secara resmi dalam dua minggu mendatang dan akan didukung dengan buku panduan lengkap sebagai acuan bagi seluruh sekolah,” tuturnya.

Bupati Pegubin Spei Yan Bidana saat menyapa salah seorang siswa SMP Negeri 2 Okpol saat berkunjung ke sekolah itu, Jumat, 6 Maret 2026.
Di momen itu, Kadis Hengki Bidana juga menyerahkan sejumlah buku pembelajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan menambah wawasan siswa.
“Saya percaya, jika anak-anak kita memiliki akses sumber bacaan yang memadai, mereka dapat belajar dengan giat dan bisa memiliki mimpi dan cita-cita besar,” tegasnya.

Menurut Hengki, pengembangan kapasitas guru dan penyediaan website pendidikan berbasis budaya dan lingkungan menjadi bagian dari strategi Dinas Pendidikan Pegubin untuk memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Sementara itu, pemerhati pendidikan Salmon Kasipmabin, S.Pd yang turut hadir, memberikan semangat dan motivasi kepada para siswa SMPN 2 Okpol. Ia menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal, salah satunya lewat penguasaan bahasa daerah, simbol budaya, dan warisan adat.

Pemerhati pendidikan Salmon Kasipmabin, S.Pd.
“Anak-anak harus mengenal dan menjaga identitas budaya seperti motif batik dan pakaian tradisional agar tak hilang dimakan zaman,” ucapnya.
Salmon juga mengingatkan risiko kecanduan media sosial yang dapat mengganggu proses belajar dan menumpulkan daya kreativitas berpikir, serta mengajak siswa aktif berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.

“Penghijauan dan menjaga kebersihan adalah langkah nyata yang harus dilakukan tanpa menunggu perintah,” tegasnya.
Kunjungan ini diisi dengan penyerahan peralatan pembelajaran berbasis budaya dan lingkungan kepada SMPN 2 Okpol oleh Kadis Pendidikan Hengki Bidana. Semoga inovasi sekolah ini dapat memperkuat karakter dan kualitas pendidikan sekaligus melestarikan kekayaan budaya dan alam di Bumi Aplim Apom. (Aquino Ningdana/GMR)







































