
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli meresmikan sejumlah Pembangunan infrastruktur di distrik Bomela disela Perayaan Yubelium 50 Tahun masuknya Injil Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP) di wilayah Una Ukam atau Bomela, Selasa (25/05/2026).
BOMELA, YAHUKIMO (PB.COM) – Perayaan Yubelium 50 Tahun masuknya Injil Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP) di wilayah Una Ukam atau Bomela bukan sekadar momentum refleksi perjalanan iman masyarakat pedalaman. Lebih dari itu, perayaan yang berlangsung penuh sukacita di Distrik Bomela, Selasa (25/05/2026), menjadi panggung penegasan komitmen pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten Yahukimo di bawah kepemimpinan Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli.
Didampingi Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram, Ketua DPR Yahukimo, Son Bahabol, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Didimus hadir langsung di tengah ribuan jemaat yang memadati lokasi perayaan di Bomela. Kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat pedalaman ini menjadi simbol kuat bahwa pembangunan tidak hanya dipusatkan di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah terpencil yang memiliki sejarah penting dalam perjalanan spiritual masyarakat Papua Pegunungan.
Turut hadir pula Bupati Yalimo, Nahor Nekwek, bersama Ketua DPR Yalimo. Kehadiran kedua kepala daerah tersebut memperlihatkan eratnya hubungan historis dan spiritual masyarakat pegunungan yang sama-sama tumbuh dari akar pelayanan Injil.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Didimus Yahuli menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang pelayanan Injil di wilayah Una Ukam yang menurutnya telah menjadi fondasi perubahan sosial masyarakat.
“Daerah ini bisa dirintis oleh Injil. Saya dan Kakak Bupati Yalimo ini adalah buah dari Injil. Karena itu kami datang melihat sendiri perkembangan yang terjadi di sini,” ujar Didimus.
Bagi Didimus, Injil bukan hanya membentuk spiritualitas masyarakat, tetapi juga menghadirkan transformasi kehidupan sosial di wilayah yang secara geografis penuh tantangan. Alam yang keras dan keterbatasan akses, menurutnya, justru menempa karakter masyarakat Bomela menjadi lebih kuat dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Ia mengakui bahwa perubahan di wilayah pedalaman memang berjalan bertahap. Namun, perkembangan pendidikan dan kesehatan masyarakat di Bomela dinilai menunjukkan arah yang positif.
“Anak-anak sekolah di sini bertumbuh dengan baik, kesehatan masyarakat juga terlihat baik. Sekolah sudah kami bangun, tinggal Puskesmas yang belum. Beberapa waktu ke depan kami akan bangun Puskesmas supaya pendidikan dan kesehatan berjalan berimbang,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan orientasi pembangunan Pemerintah Kabupaten Yahukimo yang berupaya menyelaraskan pembangunan sumber daya manusia dengan pemenuhan layanan dasar masyarakat.

Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram, meresmikan sejumlah Pembangunan infrastruktur di distrik Bomela disela Perayaan Yubelium 50 Tahun masuknya Injil Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP) di wilayah Una Ukam atau Bomela, Selasa (25/05/2026).
Di sektor pendidikan, Didimus secara khusus menyoroti pentingnya kehadiran tenaga pendidik berkualitas di daerah pedalaman. Ia berharap guru-guru berkompeten kembali ditempatkan di Bomela setelah beberapa tahun terakhir mengalami kendala pelayanan pendidikan.
Menurutnya, keberadaan guru yang berdedikasi terbukti pernah membawa kemajuan signifikan bagi anak-anak sekolah di Bomela.
“Saya berharap guru-guru yang cerdas bisa masuk lagi ke sini. Dulu anak-anak sekolah sangat maju, tapi sekarang kesempatan belajar mereka belum maksimal. Ke depan harus lebih baik,” ungkapnya.
Pesan tersebut sekaligus mencerminkan tantangan klasik pembangunan di Papua Pegunungan, yakni menjaga kesinambungan tenaga pendidikan di wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan fasilitas.
Tidak hanya berbicara pembangunan fisik, Didimus juga memberikan penghormatan kepada para misionaris Gereja GJRP asal Belanda yang dinilainya berjasa besar membuka jalan peradaban di wilayah Una Ukam.
Menurutnya, pelayanan Injil menjadi titik balik perubahan masyarakat pedalaman yang sebelumnya hidup dalam keterisolasian.
“Saya berterima kasih kepada para misionaris dari Belanda dan Sending Gereja GJRP. Daerah ini sangat sulit, tetapi mereka hadir menolong masyarakat melalui Injil,” ujarnya.
Momentum Yubelium 50 Tahun ini juga disebut Didimus sebagai bagian dari “bulan panen Injil” di wilayah Yahukimo dan sekitarnya. Ia menjelaskan bahwa sepanjang Mei 2026, sejumlah wilayah memperingati sejarah masuknya Injil secara beruntun.
Mulai dari Anggruk dan Yali Utara pada 19 Mei, wilayah Ninia dan Yahukimo bagian Yali Selatan pada 21 Mei, hingga Una Ukam di Bomela pada 25 Mei. Perayaan akan berlanjut pada 28 Mei mendatang di Nalca, menandai 50 tahun masuknya pelayanan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) di wilayah tersebut.
Dalam pandangannya, penyebaran Injil di pegunungan Papua terjadi melalui pembagian wilayah pelayanan para misionaris lintas denominasi gereja yang kemudian melahirkan perubahan besar bagi masyarakat setempat.
Di sela-sela suasana penuh sukacita itu, Didimus Yahuli juga meresmikan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang telah rampung dikerjakan di wilayah Una Ukam sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik di pedalaman.
Fasilitas yang diresmikan meliputi Tugu Peringatan Injil Masuk di Bomela, Gedung Gereja Betlehem Sumbat, Gedung Sekolah Dasar YPK Bomela, sarana air bersih, pasar rakyat, hingga fasilitas toilet umum. Sementara Gedung Gereja Bethel Kitikini diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram.
Peresmian sejumlah fasilitas tersebut menjadi penanda bahwa pemerintah daerah tidak hanya hadir merayakan sejarah spiritual masyarakat, tetapi juga berupaya memastikan warisan Injil berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup warga melalui pembangunan nyata. (ADM)






























