Ketua DPRD Nduga, Narto Nirigi

JAYAPURA (PB.COM) – Ketua DPRD Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Karto Nirigi angkat bicara dan memberi klarifikasi terkait dengan tudingan informasi salah satu anggota DPRD Kabupaten Nduga dari Partai Gerindra dan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Nduga atas nama Saudara Wenenggun Nirigi, Selasa (09/06/2026).

Berikut jawaban lengkapnya.

Ya, shalom. Selamat malam untuk kita semua.

Saya hormati seluruh masyarakat Kabupaten Nduga, 32 distrik, 248 kampung. Orang-orang intelektual Kabupaten Nduga, tokoh-tokoh, tokoh masyarakat, tokoh gereja, tokoh pemerintah, lembaga-lembaga terkait yang ada di Kabupaten Nduga yang saya hormati.

Saya atas nama Karto Nirigi, selaku Ketua DPRD Kabupaten Nduga, perlu menanggapi dan klarifikasi terkait dengan tudingan informasi yang tadi siang salah satu anggota DPRD Kabupaten Nduga dari Partai Gerindra dan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Nduga atas nama Saudara Wenenggun Nirigi, yang di mana tadi siang menyampaikan dalam grup DPRD Kabupaten Nduga, grup Nduga 1 Kabupaten Nduga, dan grup Nduga Bersatu Kabupaten Nduga dan grup-grup lainnya yang ada di lingkungan kami orang Nduga yang saat ini tersebar di mana-mana.

Sehingga perlu di sini saya tegas dan klarifikasi bahwa di dalam rekaman audio atau klip suara Saudara Ponangon menyampaikan ada beberapa hal.

* *Pertama*, kondisi dan kondisi daerah yang terjadi hari ini.

* *Terus yang kedua*, kebijakan publik yang terjadi Kabupaten Nduga hari ini.

* *Yang ketiga*, di mana beliau menyebut bahwa Ketua DPRD, Ketua 1, dan Ketua 2 menggunakan operasional pimpinan 10 miliar. Itu saya perlu klarifikasi.

Bahwa pertama, kami sesudah dilantik bulan Maret dan itu kami keluar seluruh anggota DPRD dan pimpinan kami keluar. Dan itu kami melaksanakan ada beberapa kegiatan-kegiatan yang harus diselesaikan. Dan di dalam situ juga ada persoalan, persoalan di dalam DPRD. Itu terkait dengan unsur pimpinan Ketua 1, itu juga menghabiskan waktu sekitar 3 bulan lebih.

Dan itu dilanjutkan dengan proses Wakil Bupati untuk pelantikan menjadi Bupati. Terus sesudah kami melaksanakan, itu dilanjutkan dengan pembentukan tim pansus, tim pansus itu dengan tujuan kekosongan Wakil Bupati Kabupaten Nduga masa jabatan tahun 2025-2030. Itu segera dan perlu dilakukan sehingga kami melaksanakan pembentukan panitia.

Dan tahapan berjalan pansus itu, saya sebagai Ketua DPRD langsung terlibat dan mengontrol setiap tahapan kerja-kerja pansus sampai pemilihan. Dan hasil itu sampai dengan hari ini saya masih mengurus, karena persoalan-persoalan yang kami melewati ada beberapa agenda yang urgen itu sangat, sangat urgen sehingga itu yang perlu saya sebagai pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Nduga harus selesaikan, selesaikan. Jadi itulah yang kami lakukan.

Dan persoalan wakil, proses persoalan Wakil Bupati ini sangat-sangat makan waktu dan makan waktu. Jadi, saya pikir semua tahapan dan proses dinamika pemerintahan hari ini jalan baik legislatif maupun eksekutif itu kami sedang ikuti sama-sama.
Dan lebih khusus kami DPRD Kabupaten Nduga itu sangat hari ini sedang melihat dan mengikuti karena ada beberapa agenda tersebut. Lebih-lebih persoalan Wakil Bupati ini. Sehingga persoalan Wakil Bupati ini juga jika kami tidak menyelesaikan dengan baik, kami khawatir bisa menjadi juga bumerang, “bom waktu” bagi masyarakat Kabupaten Nduga yang tidak tahu-menahu.

Sehingga saya sebagai pimpinan sangat hati-hati mengontrol persoalan ini, karena jika tidak mengontrol dan mengawasi persoalan ini, dampaknya besar dan bisa memakan nyawa Masyarakat. Sehingga saya masih mengontrol persoalan Wakil Bupati tersebut. Itu yang kedua.

Terus ketiga, terkait dengan situasi dan dinamika pemerintahan hari ini mengalami itu, saya pikir seluruh Indonesia, seluruh Indonesia baik provinsi, kabupaten, kota, dan daerah sedang mengalami kondisi tersebut. Artinya dengan kebijakan-kebijakan pemerintah pusat, kebijakan-kebijakan Presiden dan Wakil Presiden, sehingga ini membuat dampaknya kami daerah seluruh Indonesia ini mengalami hal yang sama. Sehingga saya pikir Bapak, Ibu intelektual, tokoh-tokoh yang sudah terpelajar, mengerti secara aturan itu saya pikir memahami dan mengerti. Nah, itu yang ketiga.

Terus yang keempat, terkait dengan adanya Saudara Wenenggun yang menyampaikan bahwa Ketua 1, Ketua 2, dan Ketua DPRD menggunakan anggaran operasional 10 miliar itu, itu perlu ada buktinya. Dugaan itu perlu bukti sebelum menyampaikan secara terbuka dan di publik. Karena saya pikir sesuai dengan di dalam DPA atau pagu anggaran dan rinciannya di dalam. Khusus lagi kami tiga unsur pimpinan punya operasional itu angkanya tidak seperti itu yang beliau sebutkan 10 miliar itu.

Nah. Itu bahasa yang tidak bertanggung jawab, bahasa yang tidak benar, bahasa yang tidak terbukti beliau sampaikan. Sehingga di dalam klarifikasi ini saya bantah itu tidak benar. Sehingga hal-hal seperti ini, saya pikir ada tempat, ada ruang. Ya, ada tempat dan ada ruang. Sehingga perlu sampaikan secara internal di dalam lembaga itu sendiri.

Namun dengan seperti ini beliau menyampaikan secara terbuka sebagai anggota DPRD, namun sampaikan seperti ini, image dan etikanya kurang baik, karena apa yang beliau menyampaikan itu tidak benar.

Sehingga dalam klarifikasi ini, saya menyampaikan banyak terima kasih banyak kepada seluruh orang-orang intelektual Kabupaten Nduga, peduli Kabupaten Nduga, pemerhati Kabupaten Nduga yang begitu banyak menyampaikan saran, kritik, masukan.

Menanggapi terkait dengan isu yang disampaikan oleh Pak Wenenggun tersebut dan sudah menyampaikan masukan, saran, kritik itu saya sebagai pimpinan, itu saya terima. Saya terima, tetapi dan kebenaran itu saya tidak dibenarkan. Kebenaran itu tidak dibenarkan karena tuduhan saudara tersebut itu tidak benar.

Sehingga saya harap isu-isu seperti ini kita tidak harus terprovokasi ke mana-mana dan di mana-mana, namun lebih iktikad baiknya itu informasi seperti itu kami perlu pastikan secara data dan bukti. Lalu mengkritik seseorang, saran, masukan itu boleh. Namun ini hanya kami mendengar. Kebenaran harus melalui data-data.

Oleh karena itu, saya menyampaikan untuk kita semua, kita harus menjaga dari sisi komunikasi dan menyampaikan sesuatu itu dengan mendasar. Mungkin itu yang menjadi masukan dan klarifikasi terkait dengan tuduhan oleh Saudara Wenenggun Nirigi.

Sekian dan terima kasih, Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Wiwa, wa, wa, wa.

(ADM)

Facebook Comments Box