Sosialisasi Forum Satu Data dan Tata Cara Penginputan E-Walidata pada Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) yang digelar selama dua hari, 9–10 Juni 2026, di Timika.

TIMIKA (PB.COM) – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Sosialisasi Forum Satu Data dan Tata Cara Penginputan E-Walidata pada Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) yang digelar selama dua hari, 9–10 Juni 2026, di Timika.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah itu ditutup oleh Asisten I Sekretaris Daerah Papua Tengah, Alantino Wiyai, mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH pada Rabu (10/6/2026).

Dalam sambutannya, Alantino mengatakan, sosialisasi Forum Satu Data dan penginputan E-Walidata memiliki peran strategis dalam mendukung pengelolaan data pembangunan yang lebih terintegrasi dan berkualitas.

Ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi kebutuhan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Selain itu, data yang mudah diakses dan dibagipakaikan antarperangkat daerah akan memperkuat proses perencanaan hingga evaluasi pembangunan.

“Data yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan pembangunan. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia di Papua Tengah,” ujar Alantino.

Ia berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama sosialisasi ke dalam tugas dan fungsi masing-masing. Sinergi, koordinasi, dan kolaborasi antarinstansi disebut sebagai faktor penentu keberhasilan dalam membangun sistem data yang terintegrasi.

Alantino juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kerja sama dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Papua Tengah. Dengan dukungan data yang valid dan berkualitas, pemerintah dapat merumuskan program pembangunan yang lebih efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia secara khusus meminta Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Tengah untuk terus menjalin koordinasi intensif dengan Bapperida guna mengembangkan sistem dan aplikasi Satu Data yang terintegrasi.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara wali data dan produsen data harus terus dibangun agar seluruh proses pengelolaan data, mulai dari perencanaan, pengumpulan, pengolahan hingga penyebarluasan informasi, dapat berjalan secara sistematis dan berkesinambungan.

“Kesamaan visi dan tujuan antara Bapperida dan Dinas Kominfo sangat penting agar program Satu Data dapat berjalan optimal dan mendukung pemerataan pembangunan di Papua Tengah,” katanya. (GMR/Abeth)

Facebook Comments Box