Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kearsipan Dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang Hengki Bidana, S.Sos,M.Sos bersama Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, SE foto bersama di sela-sela penyerahan siswa-siswi asal Pegubin, Kamis, 18 Juni 2026.

SEMARANG (PB.COM)—Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Pendidikan Kearsipan Dan Perpustakaan Daerah secara resmi menyerahkan puluhan siswa-siswanya kepada Yayasan Bina Taruna Indonesia Bumi Cendrawasih (Binterbusih) untuk dibina dan digembleng sebelum masuk sekolah baru maupun pergurun tinggi.

Pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di Wisma Guntur Jalan Gajah Mungkur Semarang, digelar acara Serah Terima para siswa dari Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kearsipan Dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang Hengki Bidana, S.Sos,M.Sos mewakili Bupati Spei Yan Bidana, ST,M.Si kepada Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, SE.

“Ya hari ini secara resmi kami menyerahkan sebanyak 32 siswa-siswi asal Pegunungan Bintang kepada Yayasan Binterbusih. Mereka ini sebelumnya sekolah di Sekolah GenIUS Karawaci. Kami berharap pihak Binterbusih bisa membina, mendidik, dan mempersiapkan mereka untuk bisa bersaing dengan anak-anak lain di Indonesia, terutama untuk persiapan menuju Perguruan Tinggi,” kata Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang Hengki Bidana.

Menurut Hengki, di tahun 2026, tercatat ada 51 siswa-siswi asal Pegubin yang menempuh studi di Sekolah Generasi Indonesia Jaya Untuk Semua atau Sekolah GenIUS. Dari jumlah ini, terdapat 13 siswa kelas XII yang tamat di tahun ini dan sedang mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi.

“Jadi harusnya ada 38 siswa yang kami pindahkan dari GeniUS ke Binterbusih. Namun, ada 8 siswa bersama orang tua yang keberatan dan menolak pindah. Memang di GenIUS secara kognitif bagus, tetapi kami melihat karakter anak-anak terbentuk masih kurang. Itulah alasan kami putuskan kerjasama dengan GenIUS dan memindahkan mereka ke Binterbusih,” ujar Hengky.

Hengki Bidana menegaskan, Yayasan Binterbusih terbukti sudah puluhan tahun berkarya dan mencetak generasi unggul, termasuk menghasilkan sejumlah intelektual yang saat ini menjadi pemimpin di Tanah Papua.

“Karena itu, atas pertimbangan jejak karya Binterbusih dan tekanan efisiensi anggaran, ke depan seluruh anak-anak Pegunungan Bintang yang Pemda arahkan semua lewat Binterbusih. Binterbusih yang akan handel semua, baik itu pendidikan, pelatihan, biaya kos sesuai dengan kesepakatan yang sudah diteken.

Hengki menambahkan, seluruh biaya pendidikan dan pemondokan bari para siswa ini ditanggung Pemda Pegubin. Tetapi bagi para mahasiswa yang kuliah mandiri atas inisiatif sendiri, itu tetap menjadi tanggung jawab orang tua.

“Karena itu, ke depan kami berharap para orang tua bisa berkoordinasi dengan kami di Dinas Pendidikan Pegunungan Bintang agar bisa terdaftar melalui Binterbusih. Untuk ke-32 anak ini, kami sudah survei akan kita urus untuk pindah sekolah di sejumlah sekolah unggulan seperti SMA Sang Timur Yogyakarta, SMA St. Louis Semarang, dan SMA Don Bosco Semarang,” tuurnya.

Melalui program ini, Hengki menegaskan komitmen Pemda Pegubin di bawah kepemimpinan Bupati Spei Yan Bidana dan Wakil Bupati Arnold Nam untuk terus mencetak generasi Pegunungan Bintang yang cerdas, religius, dan berkarakter. Menyiapkan anak-anak kita agar kelak bisa menjadi dokter, pilot, guru, insinyur, pemimpin daerah, dan tokoh nasional.

“Kemarin Pak Bupati sudah MoU dengan Kementerian Perhubungan. Tahun ini rencana ada kuota 20 anak yang masuk sekolah kedinasan untuk ambil jurusan Transportasi Darat, Laut, Udara atau Perkeretapian. Karena itu dalam waktu dekat kami akan lakukan seleksi. Sementara tahun depan, kami minta semua anak Pegunungan Bintang yang sekolah di SMA/SMK dimana saja, siapkan diri untuk mengikuti tes. Kita akan tambah jumlah kuota,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Pemda Pegubin karena telah berkomitmen dan mempercayakan Binterbusih untuk mencetak tunas-tunas Cenderawasih yang siap membangun Tanah Papua dan Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk melakukan pembinaan dan pendampingan sebelum para calon mahasiswa mulai menjalani studi. Sebab kesenjangan pendidikan antara pelajar di Papua dan di luar Papua, terutama di Pulau Jawa sangatlah besar,” kata Pascalis. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box