
Peserta Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) I Tahun 2026 foto bersama di Aula Sasana Kaonak, Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (2/7/2026).
MULIA (PB.COM) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) I Tahun 2026 di Aula Sasana Kaonak, Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (2/7/2026).
Rakerkesda bertema “Mekar di Pegunungan, Papua Tengah Terang” ini merupakan forum penting menyamakan arah, memperkuat koordinasi, dan memastikan layanan kesehatan di Papua Tengah berjalan lebih baik, lebih dekat, dan lebih merata bagi masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, membacakan sambutan tertulis Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH, pada pembukaan Rakerkesda I, menjelaskan, pembangunan kesehatan di Provinsi Papua Tengah, khususnya pada delapan kabupaten di wilayah pegunungan dan wilayah dengan keterbatasan akses, masih menghadapi tantangan geografis, keterjangkauan pelayanan, ketersediaan sumber daya manusia kesehatan, serta distribusi sarana dan prasarana kesehatan yang belum merata.
Karena itu, menurut Silwanus, Rakerkesda ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan kebijakan, program, dan penganggaran antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten sehingga seluruh perencanaan kesehatan tahun 2026 dapat berjalan secara terarah, terukur, dan saling mendukung.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah sebagai penyelenggara memilih Kabupaten Puncak Jaya sebagai lokasi pelaksanaan Rakerkesda merupakan bentuk komitmen bahwa penguatan pelayanan kesehatan harus dimulai dari wilayah yang memiliki tantangan terbesar, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Hal ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam memperkuat rumah sakit, puskesmas, serta menyukseskan program unggulan daerah “Ko Harus Sehat” melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP).
“Fokus kita adalah memperkuat kualitas dan pemerataan sumber daya manusia kesehatan, meningkatkan pemanfaatan aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK), memperbaiki sistem rujukan melalui Sisrute, serta memastikan pelayanan kesehatan dasar dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat di delapan kabupaten,” ujar Silwanus.

Sekda Silwanus menegaskan bahwa kesehatan adalah urusan dasar yang harus dilaksanakan dengan serius. Kata dia, Pemprov Papua Tengah terus mendorong penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan mutu tenaga kesehatan, perbaikan sistem rujukan, serta pemanfaatan data dan aplikasi kesehatan secara lebih tertib.
Ia berharap seluruh peserta dapat membahas persoalan kesehatan secara terbuka dan menghasilkan langkah kerja yang jelas. Setiap kabupaten memiliki tantangan yang berbeda, sehingga diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, rumah sakit, puskesmas, dan seluruh tenaga kesehatan.

“Saya juga menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang adil dan setara bagi seluruh masyarakat. Masyarakat di wilayah perkotaan, pesisir, lembah, dan pegunungan harus memperoleh perhatian yang sama dalam pelayanan Kesehatan,” tegasnya.
Ia mengingatkan, komitmen “Menjaga Fasilitas Kesehatan dengan Semangat Pengabdian dan Kesetaraan” harus menjadi dasar kerja bersama. Fasilitas kesehatan yang ada harus dijaga, dimanfaatkan dengan baik, dan dikelola secara bertanggung jawab agar benar-benar melayani kebutuhan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh jajaran kesehatan untuk terus meningkatkan disiplin, profesionalitas, dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat. Pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari ketersediaan bangunan dan alat, tetapi juga dari kesungguhan kita dalam melayani masyarakat,” kata Silwanus. (Gusty Masan Raya/Rilis)



























