Yudisium Mahasiswa Angkatan X UPP Strata Satu PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih Nabire Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Kampung Kalisemen, SP 2, Nabire, Senin (20/7/2026).

NABIRE (PB.COM) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah meminta lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tidak hanya mengejar penempatan di wilayah perkotaan, tetapi siap mengabdi di daerah pedalaman, terpencil, dan terisolasi yang masih kekurangan tenaga pendidik.

Penegasan itu disampaikan melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Victor Fun, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Meki Nawipa pada Yudisium Mahasiswa Angkatan X UPP Strata Satu PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih Nabire Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Kampung Kalisemen, SP 2, Nabire, Senin (20/7/2026).

Yudisium tersebut dihadiri Dekan FKIP Universitas Cenderawasih beserta jajaran, Ketua Pengelola UPP S-1 PGSD Uncen Nabire, dosen, tenaga kependidikan, orang tua mahasiswa, dan peserta yudisium.

Dalam sambutannya, Gubernur Meki mengapresiasi FKIP Universitas Cenderawasih dan UPP S-1 PGSD Nabire yang dinilai konsisten mencetak tenaga pendidik berkualitas untuk memenuhi kebutuhan guru di Papua Tengah. Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan mengikuti yudisium.

Menurutnya, guru sekolah dasar memiliki peran strategis karena menjadi fondasi pembentukan karakter, pengetahuan, dan masa depan generasi Papua. Pada jenjang inilah peserta didik memperoleh kemampuan dasar membaca, menulis, berhitung, berkomunikasi, serta nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab.

“Kualitas guru sekolah dasar akan sangat menentukan perkembangan peserta didik pada jenjang pendidikan berikutnya. Papua Tengah membutuhkan tenaga pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga integritas serta semangat pengabdian kepada masyarakat,” kata Gubernur Meki.

Tantangan geografis Papua Tengah yang didominasi wilayah pedalaman dan terpencil membutuhkan guru-guru yang siap bertugas di lokasi yang masih kekurangan tenaga pendidik. Karena itu, para lulusan diminta memiliki semangat pengabdian dan tidak hanya memilih tempat tugas yang mudah dijangkau.

Gubernur Meki mengingatkan agar setiap guru bekerja secara disiplin, jujur, profesional, serta memberikan pelayanan pendidikan tanpa membedakan suku, agama, latar belakang keluarga, kondisi ekonomi, maupun tempat tinggal peserta didik.

Menurut dia, gelar sarjana pendidikan bukan sekadar capaian akademik, melainkan amanah yang membawa tanggung jawab moral dan profesional. Seorang guru, katanya, akan dinilai dari keteladanan, etika, kedisiplinan, dan dedikasi dalam menjalankan profesinya.

Para lulusan juga didorong mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi sosial budaya masyarakat Papua Tengah, memanfaatkan teknologi sebagai pendukung proses belajar mengajar, serta memperkuat kolaborasi dengan orang tua, masyarakat, dan sesama tenaga pendidik.

“Jadilah guru yang profesional, berintegritas, disiplin, dan hadir dengan hati untuk melayani. Teruslah belajar, mengembangkan diri, serta jadikan keberhasilan hari ini sebagai langkah awal pengabdian nyata dalam mencerdaskan generasi Papua Tengah menuju masa depan yang lebih baik,” harapnya. (GMR/Abeth)

Facebook Comments Box