Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Agus, M.Kes,CH,Med.CHt.

NABIRE (PB.COM) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah mencatat adanya kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Papua Tengah. Meski belum tergolong signifikan, Dinkes siaga memantau kasus dan kualitas udara.

“Memang menunjukkan ada tren kenaikan kasus ISPA di Papua Tengah. Meskipun saat ini belum tergolong signifikan,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Agus, M.Kes., CH.Med., CHt., kepada wartawan di Nabire, Jumat (21/8/2026).

Data tersebut berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Pemantauan dilakukan secara rutin untuk mendeteksi perkembangan kasus sejak dini.

Kata dr. Agus, Dinkes Papua Tengah mengantisipasi peningkatan kasus dengan memastikan ketersediaan logistik kesehatan, termasuk masker. Saat ini tersedia sekitar 23 karton masker 3-ply atau sekitar 60 ribu buah.

Dinkes juga akan mendistribusikan masker secara rutin di sejumlah ruang publik dan fasilitas umum. Sebanyak 1.000 masker dialokasikan untuk dibagikan setiap hari kepada masyarakat.

Selain masker, stok obat batuk dan vitamin dipastikan aman di Instalasi Farmasi Provinsi Papua Tengah. Distribusi nantinya akan dikoordinasikan bersama Instalasi Farmasi Kabupaten.

“Untuk menghadapi kemungkinan kondisi darurat, kami juga menyiagakan armada ambulans. Armada itu disiapkan untuk merespons cepat kasus seperti sesak napas akut dan kondisi kegawatdaruratan lainnya,” kata dr. Agus.

Terkait pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Nabire, dr. Agus memastikan kegiatan pada Sabtu (22/8/2026) tetap berlangsung. Namun, pelaksanaan CFD pekan berikutnya akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi kesehatan dan kualitas udara.

“Untuk besok tetap masih berlangsung. Tetapi untuk pekan depan kami akan evaluasi melihat situasi dan kondisi,” ujarnya.

Pada pelaksanaan CFD besok, Dinkes Papua Tengah akan mengisinya dengan kegiatan promosi kesehatan. Pembagian masker gratis juga akan dilakukan sebagai langkah perlindungan masyarakat.

Masyarakat yang mengalami batuk atau pilek lebih dari tiga hari juga diminta segera memeriksakan diri. Pemeriksaan terutama diperlukan jika disertai demam tinggi, napas cepat, sesak, atau gejala lainnya.

“Segera mendatangi Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami batuk pilek lebih dari tiga hari, demam tinggi, napas cepat, dan sesak,” pungkas dr Agus.

Dinkes mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta memperbanyak konsumsi air putih, menjaga asupan gizi, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). (GMR/Abeth)

Facebook Comments Box