Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley menyalami anak-anak SMP YPPGI Kepas Kopo, Distrik Paniai Timur saat kunjungan kerjanya, Kamis, 10 September 2026.

ENAROTALI (PB.COM)—Kunjungan kerja Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos,M.Si pada Kamis, 1o September 2026 di Kabupaten Paniai menjadi salah satu momen penting kehadiran Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk berkolaborasi dan bersinergi  membangun masa depan anak-anak.

Di momen itu, Deinas Geley berkesempatan meninjau Sekolah Sepanjang Hari (SSH) SDI Mayubutu Paniai. SSH merupakan salah satu program unggulan bidang pendidikan di era kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Deinas Geley untuk mencetak generasi Papua Tengah yang sehat, cerdas, unggul dan berdaya saing.

Sambil mencicipi menu MBG, Deinas memuji bahan makanan lokal yang menjadi bahan makanan utama dari program unggulan Presiden Prabowo itu. Dimana di SSH SDI Mayubutu, MBG yang disajikan bagi-anak ada tiga kali setiap hari dengan sajian umbi-umbian khas Paniai, sayuran, ikan, dan buah Paniai.

“Belajar yang rajin dan dengar-dengaran ibu bapak guru dan orang tua ya. Hari ini bapak datang lihat kalian sebagai anak sekolah, tapi siapa yang tidak menyangka 30 tahun kemudian, kalian yang akan kembali menggantikan saya di provinsi sana. Bisa jadi gubernur, wakil gubernur, atau anggota DPR suatu saat nanti,” kata Deinas disambut tepuk tangan anak-anak.

Motivasi yang sama disampaikan Wagub Deinas saat saat meninjau pembangunan SD dan SMP YPPGI Kepas Kopo, Distrik Paniai Timur. Kepas Kopo mendapat perhatian khusus karena kawasan pendidikan tersebut sebelumnya pernah terdampak pembakaran oleh orang tidak dikenal pada 2024. Peristiwa tersebut sempat mengganggu aktivitas belajar sekaligus memengaruhi rasa aman warga sekolah.

“Anak-anakku hanya perlu fokus belajar. Saya pernah datang ke sini waktu belum maju bersama Bapak Meki, saya lihat gedung ini ada. Namun hari ini saya datang, gedung itu sudah tidak ada kita tidak tau ulah siapa yang membakar. Saya datang ingin menghapus air mata itu. Kita akan bangun dua gedung asrama. Bapak minta, mulai hari ini, stop HP, jangan lihat hal-hal yang tidak baik karena itu mengganggu. Jangan dulu berpacaran agar sekolah kalian tidak terputus,” tegasnya.

Sementara itu Bupati Paniai Yampit Nawipa mengatakan, pihaknya mengambil kebijakan untuk mengganti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan makanan lokal yang diperuntukkan bagi siswa-siswa Sekolah Sepanjang Hari (SSH).

“Di SSH ini, mereka tiga kali makan, pagi siang dan sore mau pulang makan lagi. Dan ini kita peruntukan bagi masyarakat (Orang Asli Papua—Red.). Tapi MBG di sekolah lain di Paniai tetap jalan,” kata Bupati Yampit dalam sambutannya saat tatap muka Forkopimda dan Wakil Gubernur Papua Tengah bersama rombongan di halaman Kantor Bupati Paniai.

Bupati Yampit menjelaskan pola pendidikan di Kepas Kopo dirancang untuk memberikan perhatian khusus kepada anak-anak tersebut. “Di sini khusus untuk anak-anak yang orang tuanya meninggal. Semua masyarakat punya anak-anak, tidak ada pegawai negeri punya anak-anak di sini,” ujarnya.

Menurut Yampit, pola pendidikan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik. Para siswa juga dibiasakan mengikuti berbagai kegiatan untuk membangun karakter, kedisiplinan dan kemandirian.

Di masa pemerintahannya bersama Wakil Bupati Ham Yogi, Bupati Yampit Nawipa menegaskan bahwa pihaknya fokus pada tiga program utama yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan. Di sektor kesehatan, ia berkomitmen menghidupkan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan bagi masyarakat Paniai.

“Makanya tadi Bapak Wakil Gubernur berkunjung ke RSUD Paniai pasiennya sepi. Karena penangangannya langsung di Puskesmas,” katan Yampit Nawipa. (Abeth You/Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box