Pemkab Puncak Jaya bersama Pemprov Papua Tengah resmi meluncurkan Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di SD Negeri Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (23/9/2026).

MULIA (PB.COM) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak Jaya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi meluncurkan Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di SD Negeri Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan peluncuran ini dihadiri oleh Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda, Wakil Bupati Mus Kogoya, Sekretaris Daerah Yubelina Enumbi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah Nurhaida, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Puncak Jaya Amir Wonda, Ketua Tim SSH Papua Tengah Agus Irianto Sumule, jajaran pimpinan OPD, unsur Forkopimda, para guru, orang tua serta para siswa.

Program SSH dirancang untuk memperkuat kualitas pendidikan dasar dengan menambah waktu belajar tanpa mewajibkan siswa tinggal di asrama. Siswa datang lebih pagi, mengikuti pembelajaran, mendapatkan makan bergizi,l dan melanjutkan kegiatan pengembangan hingga sore hari sebelum pulang ke rumah.

Ketua Tim SSH Papua Tengah Agus Irianto Sumule mengatakan, program ini mengutamakan penguatan enam kemampuan literasi diantaranya membaca, menulis, numerasi, sains, digital, finansial serta kewargaan yang semuanya berlandaskan budaya dan karakter bangsa.

Menurutnya, melalui Program SSH, peserta didik datang lebih pagi ke sekolah, mendapatkan sarapan, pembinaan dan doa bersama, mengikuti pembelajaran reguler, mendapatkan makan siang, kemudian melanjutkan pembelajaran tambahan pada sore hari bersama guru pendamping.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan dasar peserta didik, terutama dalam enam aspek literasi, yakni kemampuan membaca dan menulis, numerasi, ilmu pengetahuan alam, literasi digital, literasi finansial, serta literasi kewargaan yang tetap berlandaskan kebudayaan dan karakter bangsa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaida, SE, mengatakan SSH bukan menggantikan pembelajaran reguler, melainkan memperkuatnya melalui tambahan waktu belajar dan pendampingan.

“Kolaborasi pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua sangat kami harapkan,” katanya.

 

Ia menyampaikan, kemajuan suatu daerah sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada generasi mudanya. Karena itu, pemerintah perlu memastikan anak-anak di wilayah yang memiliki keterbatasan geografis maupun fasilitas tetap memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Tidak ada perbedaan kesempatan pendidikan bagi anak-anak, baik yang berada di kota maupun di daerah yang jauh dari pusat fasilitas. Ketika pemerintah serius memberikan dukungan, anak-anak di daerah juga dapat memperoleh fasilitas dan kesempatan yang sama,” ujarnya.

Menurut dia, program SSH tidak menggantikan peran guru reguler, melainkan memperkuat proses pembelajaran melalui tambahan waktu belajar dan pendampingan setelah jam pembelajaran utama selesai.

“Kami mengharapkan adanya sinergi antara guru reguler, guru pendamping, pemerintah daerah, sekolah dan orang tua agar program dapat berjalan secara optimal,” katanya.

Selain kemampuan akademik, Program SSH juga diharapkan mampu membentuk kemampuan literasi digital peserta didik sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara positif dan bertanggung jawab.

“Anak-anak perlu dipersiapkan sejak sekarang agar memiliki bekal menghadapi masa depan. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, guru dan orang tua,” katanya.

Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, menyambut baik peluncuran tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah:

“Pendidikan adalah prioritas pembangunan Puncak Jaya. Kami mengajak seluruh orang tua untuk tidak membiarkan aktivitas lain mengorbankan waktu belajar anak-anak. Mereka adalah generasi penerus Puncak Jaya, Papua, dan Indonesia,” ujar Yuni.

Peluncuran resmi ditandai dengan pernyataan dimulainya program oleh Bupati Puncak Jaya bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, dilanjutkan dengan penyanyian lagu “Tanah Papua” serta foto bersama.

Program SSH di Puncak Jaya menjadi bagian dari perluasan implementasi di 10 satuan pendidikan se-Papua Tengah yang didanai oleh Pemerintah Provinsi. Diharapkan dalam 5–10 tahun ke depan, program ini melahirkan peningkatan kualitas SDM yang nyata di wilayah pegunungan. (Gusty Masan Raya/Rilis)

Facebook Comments Box