
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley foto bersama kedelapan bupati saat pembukaan Raker Bupati se-Papua Tengah di Ballroom Kantor Gubernur, Bandara Lama Nabire, Kamis, 24 April 2025.
NABIRE (PB.COM)—Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, SH membuka kegiatan Rapat Kerja (Raker) Bupati Se-Papua Tengah di Ballroom Kantor Gubernur, Bandara Lama Nabire, Kamis, 24 April 2025.
Giat ini dihadiri Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos,M.Si Penjabat Sekretaris Daerah dr. Silwanus Soemoele, Sp.OG(K),MH.Kes bersama para kepala OPD, Ketua BP3OKP Papua Tengah Irjen Pol. (Purn.) Petrus Waine, dan delapan (8) bupati yang ada di Provinsi Papua Tengah, mulai dari Nabire, Mimika, Puncak, Puncak Jaya, Paniai, Dogiyai, Deiyai dan Intan Jaya.
“Saya minta kepada para bupati, momen ini kesempatan kita untuk membahas persoalan-persoalan dalam setiap sektor pembangunan di daerah, baik itu pendidikan, kesehatan, infrastruktur maupun ekonomi. Kita bersama-sama mencari solusinya berdasarkan kewenangan dan dari sisi pembiayaan. Mana urusan Kabupaten, mana urusan Provinsi, lalu apa yang bisa Provinsi bantu,” kata Gubernur Meki Nawipa dalam sambutannya.
Menurut Gubernur Meki, Raker Bupati Se-Papua Tengah juga merupakan forum yang tepat untuk merumuskan program strategis dan prioritas yang akan dijadikan dasar pembangunan Provinsi Papua Tengah sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing daerah.
“Semua keputusan yang akan kita sepakati bersama akan dituangkan dalam berita acara dan menjadi dasar bagi pimpinan OPD baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten dalam menyusun program kegiatan yang akan dibahas sesuai mekanisme perencanaan pembangunan daerah,” tuturnya.
Mantan Bupati Paniai ini menegaskan, giat ini bukan hanya agenda rutin, tetapi menjadi momen penting untuk menyamakan langkah, menyatukan arah, dan memperkuat kerjasama antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan delapan (8) kabupaten dalam membangun masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi. Harus ada penyelarasan program antara Provinsi dan Kabupaten agar tidak tumpah tindih atau saling bertabrakan demi menciptakan pembangunan yang efektif, efisien, dan terasa manfaatnya oleh masyarakat,” urainya.
Ia berharap, Raker Bupati se-Papua Tengah ini juga menjadi wadah bertukar informasi, berkolaborasi, dan memadukan program-program pembangunan teritegrasi. Dimana semua program pembangunan harus menyentuh masyarakat akar rumput di kampung dan distrik pelosok yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, pemberdayaan perempuan dan masyarakat adat, dan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan.
“Papua Tengah adalah rumah kita bersama. Tugas kita adalah menjaga dan membangun rumah ini dengan hati, dengan integritas, dan dengan semangat melayani. Maka mari kita satukan langkah, pikiran, dan tenaga mengikuti Raker ini demi masyarakat Papua Tengah yang lebih sejahtera,” tutup mantan pilot senior ini. (Abeth You/Gusy Masan Raya)





































