
Tetua suku Walak di Papua, Karoba memberikan cenderamata berupa Noken dan tongkat yang mereka buat dari kayu Soang kepada BTM
JAYAPURA (PB.COM) – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), menerima dukungan penuh dari Ikatan Keluarga Besar Suku Walak (Ikwal) Kota Jayapura dan sekitarnya. Dukungan tersebut dideklarasikan dalam sebuah acara deklarasi yang khidmat di GIDI Angkasa Indah, Jumat (2/5/2025).
Sambutan meriah diterima keduanya saat menginjakan kaki di Lokasi acara. Tampak para kaum Perempuan dan lelaki menari secara budaya pegunungan menjemput mereka.
Acara diawali dengan doa pembukaan oleh Pdt. Yason Togodli, dilanjutkan dengan pembacaan Firman dan khotbah oleh Pdt. Lamek Karoba, Ketua Klasis GIDI wilayah Port Numbay. Dalam khotbahnya, Pdt. Karoba mengaitkan penundaan kemenangan BTM di Pilgub sebelumnya dengan rencana Tuhan, menyatakan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan pergantian calon wakil gubernur dari Yermias Bisai ke Constant Karma merupakan bagian dari rencana tersebut untuk meraih suara yang lebih banyak bagi BTM. Ia menekankan pentingnya iman dan keyakinan akan rencana Tuhan, mengutip kitab Roma 4:18-21 tentang iman Abraham.
Seretaris Umum (Sekum) Ikwal wilayah Tabi dan Saireri, Ino Gombo menjelaskan, Suku Walak berasal dan tersebar disejumlah kabupaten di Papua Pegunungan, antara lain Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Yalimo dan Sebagian Tolikara.
Di provinsi Papua sendiri, lanjut Gombo, meski jumlahnya relative tidak sebanyak suku lainnya, tetapi orang Suku walak sangat kompak dan Secara organisasi terdata dan terorganisir dengan baik. Itulah mengapa mereka sangat kompak dan Bersatu.
“Alasan mendukung karena kami melihat pasangan BTM-CK bukan sekadar pemimpin, tetapi sebagai hamba Tuhan yang telah teruji dan layak memimpin Papua. Kami yakin kepemimpinan BTM-CK yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat Papua, khususnya Suku Walak,” urainya.
Kepemimpinan Benhur Tomi Mano selama menjadi Walikota Jayapura duan periode begitu sangat membekas di hati warga Suku Walak.
Tidak hanya membawa di Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano hadir melindungi dan menjaga masyarakatnya sehingga merasa nyaman tinggal di kota berjuluk seribu pinang itu.
Itulah yang mendorong seluruh warga Walak datang dari berbagai daerah di Papua bersatu mendukung Benhur Tomi Mano dan Constant Karma di PSU Pilkada Papua 2025.
Sementara Constant Karma, menurut Oni adalah pemimpin terbaik dan birokrat sarat pengalaman. Terutama Contant Karma orang tua mereka yang telah sejak awal PNS mengabdi di Wamena.

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), saat tiba di Lokasi di GIDI Angkasa Indah memenuhi undangan dari Ikatan Keluarga Besar Suku Walak (Ikwal) Papua
Fakta menarik khususnya sosok Benhur Tomi Mano, ungkap Oni Gombo, setiap kali berkunjung menemui masyarakat selalu ada air mata yang jatuh.
Menurutnya, figur kepemimpinan Benhur Tomi Mano mengingatkannya pada sosok mendiang Lukas Enembe, Gubernur Papua dua periode.
“Kami melihat BTM di mana-mana selalu ada air mata yang jatuh. Seperti Lukas enembe, tampaknya roh itu ada di bapak BTM,” paparnya.
Secara sistem nasional mungkin mendukung orang lain. Tetapi, alam, tanah, rakyat Papua dan Tuhan memihak pada BTM.
Noken Berisi Dukungan dan Tongkat Kayu Soang Buat Pemimpin Sejati
Sementara Tetua suku Walak di Papua, Karoba yang didaulat memberikan cenderamata berupa Noken dan tongkat yang mereka buat dari kayu Soang yang diambil dari perbukitan sekitar Lokasi tempat tinggal mereka.
“Terimakasih banyak pak BTM, anak Adat pemilik tanah dan penjaga Honai wilayah Tabi, sudah menerima kami turun-temurun hidup, menetap disini. Noken ini identik dengan kami. Sejak lahir mama taruh kami dalam Noken, makanan pun demikian, semua hal berharga kami taruh dalam Noken. Dan kami beri Noken ini sudah penuh kami isi dengan dukungan suara kami untuk BTM-CK. Terimakasih banyak sudah terima kami di Tabi,” urai Karoba.
Tak hanya Noken, KAroba juga menjelaskan maksud pemberian tongkat dari kayu soang tersebut. Adalah persembahan bagi pemimpin untuk memimpin rakyat.
“Dulu kami datang, banyak kayu Soang kami tebang membuat kebun dan rumah. Tapi kini sesuai yang sudah disampaikan, kayu Soang itu tak pernah kami tebang, tapi kami pelihara dan tanam. Dan tongkat itu dari Kayu Soang untuk bapak BTM sebagai pemimpin kami,” tuturnya.
“Kami datang dari Gunung tidak membawa apapun. Tetapi di Tanah Tabi ini hasil alam melimpah Tuhan siapkan untuk kitta semua. Terimakasih sekali lagi telah menerima kami disini,” pungkas KAroba yang lantas menyerahkan Noken dan Tongkat Kayu Soang pada BTM.
Senada ketua Masyarakat Adat LApago dan Mepago Distrik Jayapura Utara, Yes Komba yang berujar orang Walak memilih BTM-CK bukan karena ingin sesuatu, tetapi sudah menjadi kewajiban.
Apalagi, BTM-CK adalah kader dari Gereja GKI yang adalah induk dari Semua gereja di Papua.
“Kita orang GIDI, tapi wajib hargai dan akui bahw GKI adalah induk semua. Dan BTM-CK adalah kader GKI. Wajib bagi kita mendukung mereka,” ajak Yes Komba.
BTM: Suku Walak Adalah Keluarga Saya

Calon Gubernur Benhur Tomi Mano memberi sambutan dihadapan ratusan warga Ikatan Keluarga Besar Suku Walak (Ikwal) Papua
Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dalam sambutannya menyatakan dengan tegas bahwa warga Suku Walak adalah sahabat, keluarga, teman.
“Papua adalah rumah kita bersama, honai kita bersama, dan istana kita bersama. Maka dari harus jaga bersama-sama,” katanya.
Lanjut, Benhur Tomi Mano jika nanti terpilih akan memperhatikan gereja yang sedang dibangun oleh warga Suku Walak. Tak lupa, juga pembangunan asrama untuk warga suku Walak.
“Tempatnya di mana, jika saya Gubernur asrama Walak akan saya bangun. Tongkat yang saya terima ini, akan saya bawa kemanapun. Akan saya simpan dirumah. Dan saat jadi Gubernur akan saya simpan disana. Saya ingin kedepan ada anak Walak yang bersama saya bekerja di Kantor Gubernur Papua,” urai BTM. (ADM)






























