Enam PSK dan 1 bandar saat menuju pesawat, Rabu, 21 Mei 2025. Mereka dipulangkan oleh Bupati Pegubin yang sedang melakukan pemberantasan penyakit sosial di Kota Oksibil.

OKSIBIL (PB.COM)—Komitmen Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST,M.Si untuk memberantas sejumlah penyakit sosial di Kota Oksibil mulai dari judi togel, rolex, minuman keras, ganja, narkoba, prostitusi, hingga praktik renternir terus ditunjukkannya.

Sehari sesudah menggelar rapat bersama Forkopimda membahas persoalan ini, pada Rabu, 21 Mei 2025, Bupati Spei langsung bergerak cepat dengan aparat keamanan dan dinas terkait untuk memulangkan enam (6) perempuan Pekerja Seks Komersil (PSK) dan 1 laki-laki yang bertindak sebagai bandarnya keluar dari Kota Oksibil.

“Hari ini kita pulangkan mereka, ada 6 orang keluar dari Oksibil. Kita yang tanggung tiketnya. Saya sebenarnya tidak bermaksud mengusir, tetapi karena pekerjaan yang dijalankan merusak generasi muda Pegunungan Bintang dan ini sudah terjadi lama. Jadi saya tak bisa tolerir lagi. Esok mungkin ada 6 atau 7 lagi akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing,” tutur Spei Bidana didampingi Wakapolres Pegunungan Bintang Kompol Micha Toding Potty dan Perwira Penghubung 1715 Pegunungan Bintang Mayor Infanteri Supriyadi di ruang tunggu Bandara Oksibil.

Menurut Spei Bidana, Bumi Okmin sangat welcome bagi siapapun yang datang dan berkehendak baik untuk mau bekerja dan mencari penghidupan yang layak. Tapi tidak untuk mereka yang mencari keuntungan dengan praktik bisnis haram dan kotor.

“Secara moral dilarang agama, secara kesehatan pun sangat berbahaya karena ancaman penularan HIV-AIDS sangat tinggi. Makanya saya harus bersihkan kota ini dari praktik prostitusi demi selamatkan generasi muda dan anak cucu ke depan,” tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menegaskan, tak hanya para pelaku yang terlibat di dunia prostitusi, mereka yang terlibat sebagai operator dan bandar judi, pemasok miras, dan oknum aparat TNI-Polri yang membekingi pun siap dipulangkannya keluar dari Oksibil.

“Kita akan basmi sampai ke akar-akarnya agar bersih dari Oksibil, termasuk ruko yang biasa digunakan juga dicabut ijin dan dibongkar. Bahkan kalau ada Orang Asli Pegunungan Bintang yang terlibat, kita juga tegas akan pulangkan ke kampungnya masing-masing. Tidak ada tolerir,” tegasnya.

Khusus kepada para aparat TNI-Polri yang terlibat sebagai beking sejumlah penyakit sosial ini, Bupati Spei di hadapan Wakapolres Pegubin dan Perwira Penghubung pun dengan tegas memerintahkan untuk segera dipindahtugaskan keluar dari Oksibil.

“Kita akan laporkan ke pimpinan mereka, baik itu Kapolri, Panglima TNI, Kapolda, Pangdam untuk dibina, bahkan kalau tidak mau berubah ya dipecat. Karena ini mencoreng institusi TNI-Polri. Dan saya minta Kapolda, Pangdam, kirim anggotanya yang baik untuk menjadi pembina dan pengayom generasi Okmekmin. Supaya kita bisa maju,” bilang Spei.

Acara pemulangan ini dihadiri pimpinan dan anggota DPRK Pegubin, aparat keamanan, OKP, Ormas dan OPD di lingkup Pemda Pegubin. Mereka tampak memadati ruang tunggu Bandara Oksibil.

Diapresiasi KNPI

Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pegunungan Bintang menyatakan dukungan penuh dan keterlibatan langsung dalam aksi pemulangan pelaku penyakit sosial ke daerah asal yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Mei 2025, melalui Bandara Oksibil, Pegunungan Bintang.

Aksi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara DPD KNPI, seluruh paguyuban, organisasi kemasyarakatan (ormas), Pemerintah Daerah, serta tokoh-tokoh gereja dalam menjaga moral, ketertiban, dan keamanan sosial masyarakat Pegunungan Bintang.

Ketua DPD KNPI Pegunungan Bintang, Fransiskus Kasipmabin, menyampaikan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap maraknya praktik penyakit sosial seperti penjualan minuman keras (miras), judi togel, praktik prostitusi (PSK), serta rentenir.

“Kami tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi turun langsung ke lapangan bersama Pemda, gereja, ormas, dan paguyuban dalam proses penggeledahan dan pemulangan. Ini adalah komitmen bersama demi menciptakan lingkungan yang sehat dan bermartabat,” ujar Fransiskus.

Ia menegaskan bahwa penyakit sosial menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan stabilitas daerah. Oleh karena itu, tindakan ini adalah bentuk nyata untuk menyelamatkan masa depan Pegunungan Bintang dari degradasi moral dan sosial.

DPD KNPI juga mengapresiasi partisipasi aktif semua pihak dalam proses ini, terutama solidaritas antar paguyuban serta dukungan moral dan spiritual dari lembaga gereja, yang turut mengedepankan pendekatan humanis dalam proses pemulangan.

“Pemulangan hari ini adalah bagian dari langkah awal. Kami akan terus mengawal dan bersinergi agar praktik serupa tidak kembali terjadi. Pegunungan Bintang harus menjadi rumah yang aman dan bersih bagi seluruh warganya,” tegas Fransiskus. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box