Cagub Papua Nomor urut 1, BTM mengangkat busur dan panah ke langit usai menerima dukungan dari Masyarakat Adat Grime-Nawa

GENYEM (PB.COM) – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK) menghadiri undangan masyarakat Lembah Grime, Kabupaten Jayapura, yang ingin mengelar acara bertajuk Deklarasi Masyarakat Grime-Nawa untuk BTM-CK, di Lapangan Karya Bumi, Genyem, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura, Selasa (27/05/2025)

Setelah menyempatkan berbelanja bersama istri dipasar tradisonal Genyem, pasangan BTM-CK yang tiba dilokasi acara deklarasi disambut proses penyambutan yang sangat meriah. Tak hanya warga asli setempat, sejumlah Masyarakat Nusantara yang didominasi Masyarakat transmigran pun tak mau ketinggalan.

Tampak dari para sanggar dan penari dari sejumlah paguyuban, diantaranya Banyuwangi.

Tampak hadir dan menyambut antara lain Ketua Dewan Adat Wilayah Grimenawa, Zadrak Wamebu, Ketua Dewan Adat Tabi, Yakonias Wabradi, Ketua panitia deklarasi, Elisabeth Yanteo dan sekretarisnya Sarah Yambeabi serta sejumlah tokoh adat, pemuda, dan tokoh Perempuan.

Kemeriahan prosesi penyambutan juga dikarenakan Sosok sang istri, Kristina Luluporo yang berasal dari daerah tersebut, membuat BTM oleh seluruh Masyarakat Grimenawa adalah seorang ipar atau anak mantu.

Tak membuang waktu, sejumlah tokoh adat dan kepala suku yang mengenakan pakaian tradsional langsung menggelar prosesi Sakral dengan menyerahkan Busur dan panah serta Noken kepada pasangan BTM-CK.

Busur dan panah diberikan kepada BTM melambangkan dukungan dan pengakuan mereka kepadanya sebagai tokoh besar dan seorang pemimpin hebat yang akan berjuang demi memberi kesejahteraan rakyat.

Noken yang diidentikan dengan tempat menyimpan barang, sebagai lambang hasil yang akan dibagikan kepada seluruh Masyarakat secara adil dan merata.

Prosesi penyerahan Busur, panah dan Noken oleh masyarakat adat Grime-Nawa kepada pasangan BTM-CK sebagai tanda dukungan bagi mereka sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua

Penyerahan tersebut dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi dukungan Masyarakat Grime-Nawa untuk BTM-CK yang dibacakan oleh tokoh adat.

Dewan Adat Wilayah Grimenawa, Zadrak Wamebu dalam sambutannya mengapresiasi kamu ibu dan Perempuan serta para pihak yang menginisiasi pertemuan tersebut.

“Saya tidak lagi bicara dukungan. Seluruh proses sudah jalan tadi dan itu sesuai. Apa yang sudah dilakukan hari ini sudah nyata. Kita tunggu hasilnya saja. Itu bukti statement dan dukungan Masyarakat di Lembah Grimenawa ini,” ujar Zadrak.

Mantan Wakil Bupati Jayapura itu menekankan hal penting yang perlu diperhatikan pasangan BTM-CK sebagai anak negeri tabi dan Saireri yang sebentar lagi akan menjadi pemimpin Papua.

“Tapi ada sesuatu yang sedang terjadi di negeri ini. Wajib perhatikan kerja untuk tiga ini yakni tanah, manusia, dan kekayaan negeri ini. Harus diselamatkan. Hari ini Kami sudah berikan hak dan kuasa kami buat pak BTM dan SK untuk selamatkan kami,” tutur Zadrak Wamebu.

Zadrak juga berharap adanya penyelesaian masalah lokasi Transmigrasi disejumlah Lokasi disana.

“Masalah di Nimbokrang juga sama. Di Nawa dan Taja, Yapsi juga sama. Masalah kelapa sawit Lereh dan Unurumguay. Itu semua kaitan dengan manusia, tanah dan kekayaan,” pungkasnya.

Senada Ketua dewan adat Tabi, Yakonias Wabradi yang berujar wajib bagi mereka memilih putra asli Tabi yakni BTM menjadi Gubernur Papua.

“Secara adat, seseorang kalau dia yang punya barang, maka dia akan mau memberikan dengan tak tanggung-tanggung dan Ikhlas. Kalau yang bukan punya barang itu pasti berusaha merebut dan sifatnya tertutup. Kalau orang yang punya pasti terbuka.

“Dan terutama “Kembang” di lembah ini pak BTM yang sudah petik. Ibarat Filosofi anak Matahari. Sekalipun ada hujan dan mendung, matahari tetap memberi cahaya. BTM cahaya dari Metu Debi yang menerangi kita semua,” sebut Yakonias.

Sementara Calon Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Constant Karma (CK) mengawali sambutannya dengan berujar, Ciri lembah Grime adalah sungai yang terus mengalir.

Dia juga mengenang masa tugasnya di Lembah Grime pada era 1990-an.

“Saya pernah bertugas di sini, urus peternakan sapi dan pertanian. Saya tahu betul potensi wilayah ini. Mobil-mobil dulu penuh hasil tani,” kenangnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur dan tekad untuk kembali melayani masyarakat. “Saya bekerja di belakang rumah, tapi Tuhan beri tempat di depan masyarakat. Sekarang tangan sudah gatal ingin melayani kembali,” tuturnya.

Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) menyampaikan apresiasi kepada para relawan, khususnya kaum perempuan, yang telah mempersiapkan deklarasi tersebut. Ia juga mengungkapkan kenangan saat menjabat sebagai Camat Nimbokrang dan menegaskan komitmennya untuk mendengar dan menampung aspirasi masyarakat Grime Nawa.

“Saya maju sebagai Gubernur Papua bukan untuk mencari kekayaan, tetapi ingin mendorong kesejahteraan masyarakat Papua,” tegas BTM

BTM juga mengajak semua Masyarakat yang ada dilembah Grime agar hidup dengan damai, menjaga keamanan dan ketertiban bersama, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

“dan wajib diingat bahwa siapapun yang datang dan tinggal di Papua, mereka Semua adalah saudara Saya dan kita semua. Hari ini apa yang disampaiakan telah terikat di bumi dan akan terikat di surga. Saya berdiri disini dengan satu harapan yakni rakyat Sejahtera. Karena saya seoranhg Pamong Praja,” urai BTM yang mengakui meski kerap diserang melalui media sosial, ia tetap memaafkan mereka.

“Saya tidak marah. Mari kita Bersama menjaga Tanah ini. Kalau daerah ini baik, tentu bisa menjadi Daerah Otonom Baru. utamanya adalah kemanan ketertiban persatuan kesatuan dan toleransi umat beragama,” kata BTM.

Dirinya juga mengingatkan kepada seluruh warga, agar datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan wajib menggunakan hak pilihnya dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua yang akan dilaksanakan tanggal 6 Agustus nanti.

“Kalau tidak ke TPS dan memilih, maka suara kita bisa disalahgunakan. Dan jika menemukan ada hal tidak wajar di TPS, jangan sungkan untuk foto dan videokan. Kita kawal bersama suara itu,” pungkas BTM.

Di sesi diskusi, Maria Wani, selaku ketua Perempuan adat Lembah Grime menyatakan, selalu berjuang dan berdoa bagi kemenangan pasangan BTM-CK.

Sementara tokoh Masyarakat Nusantara di Grimenawa, mengaku sangat mengapresiasi sikap negarawan BTM.

“Bapak sangat pantas menjadi Gubernur Papua. Karena bapak tidak pernah membedakan kami kaum Nusantara yang hidup di Papua, justru sebaliknya selalu merangkul dan membantu kami,” ujarnya. (ADM)

Facebook Comments Box