Marcel Morin saat memberikan keterangan kepada wartawan

‎JAYAPURA (PB.COM) – Marcel Morin selaku Juru Bicara Tim pemenangan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK) Memastikan pasangan BTM-CK menang Pilgub Papua dengan jumlah persentase suara yang relatif tinggi.

‎Meski demikian, Marcel Morin menyebut pihaknya masih enggan mempublikasikan data tersebut, sebab sedang disusun secara baik oleh tim bagian penghitungan.

‎”Saat ini data yang kami peroleh dari lapangan sudah lebih dari 50 persen. Secara angka dan persentase terlihat pasangan BTM-CK unggul dari lawannya. Kami akan segera merilis hasil tersebut. Mohon masyarakat bersabar dan tidak terpengaruh hasil penghitungan yang tak bisa dipercaya datanya,” urai Morin kepda awak media, Rabu (06/08/2025) sore.

‎Marcel Morin dalam Kesempatan itu juga mengapresiasi pihak penyelenggara PSU yakni KPU dan Bawaslu yang telah bekerja keras menyukseskan jalannya pesta demokrasi memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Papua itu. Serta seluruh masyarakat yang telah menggunakan hak pilih.

‎”Ketegasan kami juga ingatkan berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada di tahun 2024 lalu jangan terulang. Mohon agar proses rekapitulasi suara berjalan dengan baik dan jangan lagi terulang lagi kesalahan yang bisa merugikan semua pihak. Terutama Besok ada pleno tingkat PPD. sehingga hasil yang disajikan benar-benar telah terverifikasi dengan baik,” tegasnya.

‎Marcel Morin tak menampik adanya penghitungan cepat yang dilakukan oleh lembaga Survey Poltracking. Dia menyebut hasil penghitungan yang dilakukan itu merupakan salah satu bentuk keterbukaan informasi di era kini.

‎”Hasilnya pun saya kira wajar. Dimana sementara ini pasangan BTM-CK unggul. Tentu kami ada penghitungan sendiri juga di tim. Dan hasilnya segera kami umumkan,” lanjutnya.

‎Terkait dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan PSU kali ini. Marcel Morin yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh Pemuda Papua itu mengakui timnya menerima sejumlah laporan. Diantaranya ada tim mereka yang mendapatkan kekerasan di lapangan.

‎”Ini sangat penting. ada kekerasan terjadi pada tim kami di Yoka dan masih banyak lagi. Kami juga mendapat informasi kejadian di Kantor Lurah Yobe, terjadi pengambilan C1 plano dari dalam Kotak suara. Itu Tidak boleh sekali diambil. Itu akan kami proses pidana jika terbukti.

‎Lurah atau oknum siapapun yang coba ambil dan ubah hasil itu akan kami laporkan,” pungkas Morin. (ADM)

Facebook Comments Box