
Plt. Sekretaris Daerah Puncak Nenu Tabuni, S.Sos.
ILAGA (PB.COM)—Pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, menyambut baik program dari Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, SH terutama program Pendidikan Berpola Asrama dan Sekolah Sepanjang Hari (SSH). Sebab kedua program ini dipastikan akan meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Puncak.
”Saat kunjungan Bapak Gubernur Papua Tengah ke Ilaga pada 10 Agustus 2025 lalu, ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh beliau, di antaranya soal pendidikan, kesehatan, dan konektivitas bandara,” kata Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Nenu Tabuni di SMA Negeri 1 Ilaga usai membuka kegiatan Literasi Digital bagi anak-anak SMKN 1 Ilaga pekan lalu.
Menurut Sekda Nenu, untuk bidang pendidikan, Gubernur Meki Fritz sudah berjanji akan membangun Sekolah Berpola Asrama dan Sekolah Sepanjang Hari (SSH).

Menanggapi kedua program ini, Pemkab Puncak sudah menyiapkan lahan, termasuk sudah berkomunikasi dengan pemilik hak ulayat. Ia menegaskan, pihaknya sudah menyepakati bahwa pembangunan Sekolah Berpola Asrama akan dipusatkan di Kampung Kago, Distrik Ilaga.
”Pemerintah akan bangun asrama bagi pelajar, dekat dengan bangunan sekolah SD, SMP, maupun SMA, dimana anak-anak murid akan ditampung sekitar asrama. Dengan demikian, anak-anak kembali ke rumah orang tuanya, kecuali waktu-waktu tertentu saja. Itupun saat sekolah libur dan dizingkan oleh pihak sekolah. Biaya pendidikan, makan minum, buku tulis, seragam, semua akan ditanggung oleh pemerintah,” ujar Nenu.
Ia menjelaskan, Pendidikan Berpola Asrama yang langsung ditangani oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah ini menjadi salah satu solusi terbaik dalam mendidik dan menghasilkan generasi muda Kabupaten Puncak yang berkualitas dan berkarakter.

Sementara itu, untuk Sekolah Sepanjang Hari (SSH), Pemkab Puncak memutuskan akan dipusatkan di Distrik Gome. SSH, lanjut Sekda Nenu, merupakan program khusus dari Gubernur Papua Tengah yang dirancang agar siswa tidak hanya menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga memperoleh pembinaan karakter, kreativitas, serta prestasi.
”Pada Sekolah Sepanjang Hari, anak-anak belajar dari pagi hingga sore dengan metode yang lebih variatif, termasuk keterampilan hidup dan pelestarian budaya. Kami berharap, anak-anak SD, terutama di pinggiran Kota Gome, bisa masuk dalam program SSH. Untuk makanan mereka juga akan disiapkan,” tegas mantan Sekwan Intan Jaya ini.
Resmi Diluncurkan
Kedua model pendidikan ini merupakan bagian dari Program Pendidikan Sekolah Gratis bagi seluruh siswa SMA dan SMK yang resmi diluncurkan Gubernur Meki Nawipa pada 17 Agustus 2025. Kebijakan ini menjadi langkah strategis Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah untuk memperluas akses pendidikan menengah, menekan angka putus sekolah, serta meringankan beban biaya yang selama ini ditanggung orang tua.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurihaidah Meki Nawipa, menegaskan bahwa program ini mencakup 124 sekolah di seluruh Papua Tengah, terdiri atas 31 SMA Negeri, 40 SMA Swasta, 17 SMK Negeri, dan 36 SMK Swasta.
“Seluruh biaya komite, SPP, gaji guru swasta maupun honorer, hingga kebutuhan siswa tertentu akan ditanggung penuh oleh pemerintah provinsi. Tidak boleh ada lagi anak Papua Tengah yang berhenti sekolah karena alasan biaya,” ujar Nurhaidah.

Program ini tidak hanya berlaku umum, tetapi juga memprioritaskan siswa dari keluarga kurang mampu, anak korban konflik di wilayah Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya, anak yatim piatu, anak berkebutuhan khusus (ABK), serta siswa di daerah terpencil maupun yang tinggal di asrama. (Diskominfo Puncak/Gusty Masan Raya)






































