Pemkab Puncak Punya Banyak Aset Tanah, Sayangnya Belum Bersertifikat

MoU dan PKS (perjanjian kerja sama) antara Pemprov Papua, Kabupaten Kota, dengan Badan Pertanahan dan KPK RI bidang pertanahan di Jayapura, Kamis (27/7/2019) lalu.

JAYAPURA (PB.COM) – Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua mengklaim miliki banyak aset tanah, namun sayangnya belum bersertifikat resmi.

Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik mengaku, selama ini legalitas aset tanah yang dimiliki pemkab Puncak hanya berdasarkan surat pelepasan dari pemilik hak ulayat (pemilik tanah).

“Saat ini gedung- gedung yang ada, seperti kantor distrik, sekolah dan beberapa kantor pemerintahan ada yang dikasih oleh masyarakat, hanya dilepas seperti biasa, tidak ada surat yang sah atau hanya bersifat adat saja,” aku Willem di sela kegiatan MoU dan PKS (perjanjian kerja sama) antara Pemprov Papua, Kabupaten Kota, dengan Badan Pertanahan dan KPK RI bidang pertanahan di Jayapura, Kamis (27/7/2019) lalu.

Menurutnya, melalui kerjasama dengan Badan Pertanahan dan KPK, akan mempermudah dalam sertifikasi tanah.

“Dengan MoU dengan KPK, BPN dan lembaga terkait, ada hal positif yang di dorong seperti masalah sertifikat tanah, aset dan pajak air permukaan, kami sangat berterimakasih kepada KPK dan lembaga – lembaga terkait yang sudah di siapkan dan pada prinsipnya kami   siap melakukan,” tegas Willem.

Katanya, apa yang ditandatangani ini merupakan tanggung jawab yang harus dilakukan, apalagi saat ini BPN mau bergabung bersama pemkab dalam sertifikasi aset – aset.

“MoU telah kami lalukan, dan saya bersyukur sekali itu, karena sekarang dari BPN mau turun bergabung dengan kami. Oleh karena itu dengan adanya MoU itu kita akan lebih kerja keras dengan BPN, untuk membuat aset daerah yang legal, sehingga menjadi aset kita yang sah,” lanjutnya.

Selain tanah, Willem mengaku sejumlah aset lainnya yang bisa mendatangkan PAD yakni bandara, gedung SD, distrik – distrik, serta adanya toko grosir milik pemkab.

“Kami terus berupaya meningkatkan PAD, pertama melakukan penarikan retribusi pasar, retribusi pengalian c, lalu kedua kita sudah ada toko grosir serta pembelian pesawat  yang nantinya menjadi aset daerah, dengan melakikan itu, pendapatan  kami naik akan tetapi tidak signifikan,” bebernya.

Lanjut Willem, untuk pesawat sudah efektif berjalan sehingga bisa mengurangi biaya angkutan sekitar 60 persen, dan tidak membebani masyarakat. Sebab seperti diketahui, biaya hidup di kabupatan yang dimekarkan dari kabupaten Puncak Jaya ini cukup tinggi. Dikarenakan akses menuju tempat ini hanya dapat menggunakan pesawat udara berbadan kecil.

“Kami juga terbantu dengan adanya program Jokowi, subsidi cargo, seperti air minum aqua yang dulunya ukuran 500 ml Rp 25 ribu ,kini  turun jadi Rp 15 ribu, lalu aqua besar yang sebelumnnya Rp 50 ribu menjadi Rp 35 ribu, dari situ kita dapat  satu keuantungan, kami juga melakukan subsidi silang, sehingga mendapat kenaikan PAD 3 persen dari market grosir, dampak yang terjadi luar biasa dan harga bama yang ada ini bisa turun sekitar 30 persen,” jelasnya panjang lebar.

Sebelumnya, Kepala Kanwil BPN Papua, Ariyus Yambe menegaskan pihaknya akan membantu setiap pemda untuk menyelesaikan berbagi persoalan tanah dihadapi termasuk pengurusan pembuatan sertifikasi tanah. (Andi/Frida)

Dukung Jokowi, Rakyat Puncak Siap Bungkus Suara 100 Persen

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Papua Calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma,aruf, DR. Komaruddin Watubun,SH didampingi kader PDI Perjuangan Willem Wandik saat berkunjung ke tiga distrik induk di Kabupaten Puncak,, Kamis (11/04/2019).

ILAGA (PB.COM)—Dukungan untuk pasangan Calon Presiden nomor urut 01, Ir. Joko Widodo dan wakil presiden Kyai Ma’aruf Amin terus berdatangan. Kali ini, dari ujung Papua, tepatnya  masyarakat Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, dengan tegas enyatakan  komitmen dan dukungannya untuk memilih Jokowi dan Ma’aruf pada Pemilihan Presiden (Pilres), Rabu, 17 April 2019 mendatang.

Dukungan itu disampaikan masyarakat secara simbolis melalu penyerahan Noken (tas tradisional khas Papua) kepada Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Papua Calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma,aruf, DR. Komaruddin Watubun,SH saat berkunjung ke tiga distrik induk di Kabupaten Puncak yakni Distrik Beoga, Distrik Sinak dan Distrik Douvo, Kamis (11/04/2019).

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Papua, DR.Komaruddin Watubun, SH pada kesempatan itu mengapresiasi komitmen dan dukungan dari masyarakat Puncak. Ia menilai dukungan ini tidak terlepas dari perhatian Presiden Jokowi dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah Pegunungan Papua, khususnya di Kabupaten Puncak.

“Saya kaget sebab dukungan masyarakat di Puncak. Mereka benar-benar memberikan dukungan ke Capres Joko Widodo,sampai saya diberikan Noken. Mereka siap memberikan suara buat Joko Widodo. Sebab mereka sendiri yang merasakan,” kata pria yang akrab disapa Bung Komar ini.

Menurut Bung Komar, pilihan masyarakat menginspirasikan demokrasi di Indonesia. Bahwa masyarakat Papua memilih Capres yang selama ini memperhatikan mereka dari sisi pembangunan, baik itu pembangunan infrastruktur, pendidikan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

“Saya tadi terbang dengan pak Bupati dan melihat sendiri. Jalan di atas gunung dan lembah, menghubungkan Ibu kota Kabupaten Ilaga ke Distrik Beoga, Sinak dan Distrik lainnya. Setelah saya tanya, barulah saya tahu semua jalan ini dibangun zaman Presiden Joko Widodo. Maka wajar saja masyarakat membungkus suara untuk Joko Widodo,” ujarnya.

Dia menjelaskan jika periode pertama Presiden Jokowi lebih fokus membangun infrastruktur,  maka di periode kedua agenda pembangunan akan difokuskan bagi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, termasuk bidang pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat Papua.

Bung Komar yang juga anggota Komisi II DPR RI itu mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Puncak dan di Papua secara umum agar menjaga keamanan dan ketertiban jelang  Pemilu 17 April 2019 nanti.

Sementara itu, kader Partai PDI-Perjuangan,  Willem Wandik, SE. M.Si menegaskan masyarakat secara spontanitas dan sukarela menyatakan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma,aruf didasari bukti hasil karya dan perhatian presiden Jokowi dalam membangun Papua.

“Selama ini masyarakat Puncak sendiri sudah melihat dan merasakan apa yang dikerjakan oleh Capres Joko Widodo untuk mereka di sini. Sehingga Joko Widodo merupakan idola mereka. Artinya, masyarakat sudah bungkus suara untuk Joko Widodo dan Maruf amin,” kata Wandik.

Bupati Kabupaten Puncak itu menambahkan dari kunjungan kerja ke distrik-distrik, masyarakat, aparat pemerintah dan penyelenggara Pemilu sudah siap melaksanakan Pemilu 2019.

“Masyarakat di Puncak, siap melaksanakan Pemilu. Dan secara spontanitas dan sukarela mereka siap membungkus suara untuk calon Presiden Joko Widodo dan Maruf Amin,” ujar Wandik (Isak Womsiwor)

 

Bupati Wandik Pastikan Pemilu di Kabupaten Puncak Aman!

Bupati Puncak, Willem Wandik, SE.M.Si saat baru tiba di Ilaga usai melakukan kunjungan ke beberapa distrik dengan menggunakan pesawat.

ILAGA (PB.COM)—Bupati Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, Willem Wandik, SE.M.Si memastikan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di daerahnya 17 April 2019 mendatang akan berjalan lancar.  Sebab berdasarkan pantauannya, kondisi keamanan maupun ketertiban di distrik-distrik terpantau aman dan kondusif.

“Dari kunjungan kita ke distrik menjelang Pemilu, kondisinya sampai saat ini cukup aman dan kondusif,masyarakat siap melaksanakan pemilihan, masyarakat siap menyambut pesta demokrasi ini dengan aman. Artinya kami di Kabupaten Puncak, sudah sangat siap melaksanakan Pemilu,” kata Bupati Wandik kepada pers di Ilaga usai berkunjung ke beberapa distrik, Kamis (11/04/2019).

Bupati mengatakan, kunjungannya ke distrik induk yakni Distrik Beoga, Distrik Sinak dan Distrik Douvo merupakan kunjungan kerja sekaligus bertemu masyarakat. Dari pertemuan di tiga distrik, seluruh aparat distrik dan kampung serta masyarakat komit mendukung pelaksanaan Pemilu.

“Masyarakat maupun aparatur  pemerintah dan petugas pemilihan umum di distrik dan kampung sepakat dukung Pemilu dengan aman dan demokratis,” urainya.

 

Saat Pemilu Kadistrik Tak Boleh Keluar Daerah

Sebelumnya, Bupati Wandik menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah di Kabupaten Puncak diinstruksikan untuk mensukseskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Legislatif tingkat Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota (DPR-RI, DPRP Papua dan DPRD Kabupaten Puncak) serta Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI).

Bupati menegaskan penyelenggara pemerintah di tingkat kampung,distrik hingga kabupaten wajib berada di tempat untuk memfasilitasi penyelenggaraan Pemilu tahun ini.

“Saya ingatkan kepada kepala distrik, agar selalu berada di tengah masyarakat, kalian harus bangga dan mempertanggungjawabkan garuda yang ada di dadamu itu. Lakasanakan tugas negara yakni mensukseskan Pemilu 2019,” tegas Bupati di sela-sela pelantikan 11 kepala Distrik (Kadistrik) dan 2 pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak, Selasa , Selasa (09/4/2019) di aula Negelar,Ilaga.

Bupati mengharapkan para Kadistrik segera kembali ke daerahnya untuk melakukan koordinasi dengan intansi teknis dan penyelenggara Pemilu (KPUD dan Bawaslu) untuk memfasilitas penyelenggaraan Pemilu 2019.

Bupati Wandik juga mewarning bawahannya untuk tidak meninggalkan tempat tugas agar dapat mengawasi dan mensukseskan pelaksanaan Pemilu dan juga menjalakan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat di distrik dan kampung.

Evaluasi kinerja akan dilakukan selama 6 bulan hingga 1 tahun kedepan. Apabila ada Kadistrik yang meninggalkan tempat tugas dan lebih banyak bertugas di luar daerah, kata Wandik, ia akan menindak tegas yang bersangkutan.

“Saya akan evaluasi kinerja kalian 6 bulanb sampai 1 tahun. Kalau kalian lebih banyak di luar daerah, jangan kaget saya akan ambil tindakan tegas. Saya juga akan sekali-sekali sidak ke distrik,” tegas Bupati Wandik. (Isak Wonsiwor/Diskominfo Puncak)