
Kota Port Moresby, ibukota Papua New Guinea.
OKSIBIL (PB.COM)—Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, Spei Yan Bidana, ST,M.Si mendorong pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Distrik Tarup, tepatnya di Kampung Beten Dua. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Provinsi Barat (Western Province), Papua New Guinea (PNG).
“Beberapa waktu lalu saya sudah bertemu pihak Kemendagri, Kementerian PU, Kemenkopolhukam dan Bappenas untuk mendorong terbitnya Perpres tentang pembangunan Pos Lintas Batas Negara di Pegunungan Bintang, khususnya di Distrik Tarup,” kata Bupati Spei Bidana kepada papuabangkit.com melalui telepon selulernya, Jumat, 17 Oktober 2025.
Menurut Bupati Spei, belajar dari pembangunan PLBN Sota di Merauke, tidak adanya komunikasi dengan pemerintah Papua New Guinea (PNG) menjadi salah satu penyebab lambannya proses pembangunan. Oleh karena itu, Spei mengaku sudah membangun komunikasi dan koordinasi dengan Bupati North Fly dan Gubernur Provinsi Barat (Western Province) di Tabubil.

Bupati Pegubin saat meninjau jalan menuju perbatasan RI-PNG.
“Saya sudah menyurat dan mereka sudah merespon. Mereka minta dokumentasi pembangunan jalan dari Oksibil ke Iwur-Tarup-Diki. Jadi kemarin saya turun pantau jalan dan akan siap saya presentasi di Port Moresby. Saya sudah ajukan surat izin ke Kemendagri supaya saya bisa Moresby. Mudah-mudahan awal bulan depan saya sudah bisa ke sana,” ujar Spei.
Politisi PDI Perjuangan ini menuturkan, Pemerintah PNG sangat senang dan merespon positif rencana pembangunan PLBN di Tarup. Mereka menyatakan kesiapan untuk membangun infrastruktur jalan dari Tabubil ke Diki tepatnya di Dusun Kirok.
“Jalan yang kita buka dari Tarup ke Diki itu sekitar 26 kilo dan baru pembukaan, belum peningkatan. Jika Pepres-nya keluar akan menjadi jalan strategis nasional dan tentu jadi tanggung jawab Kementerian PU untuk membangunnya, termasuk PBLN. Nanti PLBN di Tarup dibangun yang minimalis. Masyarakat sudah lepas lahan 5 hektar di Kampung Beten Dua untuk siap bangun PBLN ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, sebenarnya ada tiga lokasi strategis pembangunan PLBN di Pegubin. Selain di Tarup, ada juga Okyop dan Batom untuk menghubungkan wilayah Telepomin di Utara. Tetapi Tarup menjadi prioritas guna membangun koneksi dengan Tabubil yang memiliki pertambangan yang saat ini sedang dikelola oleh perusahaan Ok Tedi Mining.

Bupati Spei Bidana bersama Wabup Arnold Nam dalam sebuah momen.
“Nanti kalau ada pemekaran Pegunungan Bintang barulah dibangun PLBN di Okyop dan Batom untuk akses ke wilayah Telepomin, PNG. Nah dari pertemuan di Port Meresby nanti, saya berharap perusahaan Ok Tedi Mining ini ikut membuka jalan dari Tabubil ke lokasi PLBN,” katanya.
Spei optimis, jika PLBN Tarup berdiri, dapat menguntungkan kedua negara dari sisi ekonomi dalam hubungan bilateral. Selain itu, tentu saja mempermudah akses mahasiswa-mahasiswi dari PNG yang ingin studi di Universitas Okmin Papua, akses pelayanan kesehatan, serta meningkatkan soft diplomacy dan membangun persaudaraaan dan kekerabatan lewat pertukaran budaya, seni musik, dan olahraga ke depan. (Gusty Masan Raya)

































