Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Nenu, S.Sos
menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan Puncak usai upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional, Senin, 10 November 2025 di Ilaga.

ILAGA (PB.COM)—Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak Nenu Tabuni, S.Sos memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional di Alun-Alun Kota Ilaga, Senin, 10 November 2025.

Usai upacara, Sekda Nenu Tabuni menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Puncak dalam rangka menyongsong Hari Pahlawan 2025.

“Selamat kepada anak adik yang kali menjadi juara lomba. Tetaplah berprestasi dan menjadi kebanggaan keluarga, daerah dan bangsa. Bagi yang belum berhasil dalam  lomba, tidak usah berkecil hati. Teruslah belajar, kalian anak-anak hebat Puncak, calon pemimpin daerah ini di masa depan,” kata Sekda Nenu.

Berdasarkan data juara lomba yang diterima papuabangkit.com yang ditandatatangani Ketua DWP Puncak Fransiska Maria F. Tabuni, SH, adapun nama-nama peserta yang menjuarai empat mata lomba menyongsong Hari Pahlawan.

Lomba Pengucapan Pancasila Tingkat SD yang diborong oleh SD Negeri Kago yakni Nipance Tabuni (Juara 1), Yemima Oktavia Isak (Juara 2), Delpin Bugiangge (Juara 3).  Kemudian juara Lomba Pembacaan UUD 1945 Tingkat SMP yakni Jarton Wamang dari SMP Negeri 1 Ilaga (Juara 1), Person Waker dari SMP Negeri 1 Ilaga (Juara 2), dan Ria Murib dari SMP Negeri 1 Gome (Juara 3).

Di tingkat SMA/SMK, Lomba Pembacaan UUD 1945 Tingkat diborong seluruh siswa SMA Negeri 1 Ilaga yakni Nerius Labene (Juara 1), Pince Murib (Juara 2), dan Deira Wonda (Juara 3). Lomba Cerita Rakyat Tingkat SMA/SMK diborong SMA Negeri 1 Ilaga yakni Nagum Siku Momtau (Juara 1), Fransiska Tabuni (Juara 2), dan Yunita Murib (Juara 3).

Sementara untuk Lomba Pembacaan Panca Prasetya Korpri, Yola Korwa (BKPSDM) Puncak meraih juara 1, disusul Yuliana Randan dari Dinas P&P Puncak (Juara 2), dan Herlina Huby dari Kominfo Puncak (Juara 3).

Pada momen itu, Sekda Nenu Tabuni juga menyerahkan bantuan pendidikan bagi 39 anak-anak ASN berprestasi, dengan rincian untuk SD Inpres Kago (5 orang), SD Inpres Tagaloa (5 orang), SMP Negeri 1 Ilaga (5 orang), SMP Negeri 1 Gome (4 orang), SMP Negeri 1 Omukia (5 orang), dan SMA Negeri 1 Ilaga (5 orang).

“Semoga bantuan pemerintah daerah ini bisa memberi motivasi dan inspirasi kepada anak adik semua untuk terus belajar meningkatkan prestasi demi masa depan kalian,” ujar Nenu.

Tiga Nilai Kepahlawanan

Sebelumnya, dalam amanatnya saat memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan, Sekda Puncak Nenu Tabuni mengatakan para pahlawan bangsa mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.

“Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini.
Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa,” katanya.

Menurut Nenu, ada tiga hal yang dapat diteladani dari para pahlawan bangsa. Pertama, Kesabaran Para Pahlawan. Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan.

Kedua, Semangat Untuk Mengutamakan Kepentingan Bangsa Di Atas Segalanya.
Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.

Ketiga, Pandangan Jauh Ke Depan. Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan.

“Ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan. Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box