JAYAPURA (PB.COM)—Stadion Barnabas Youwe hari ini menjadi saksi sejarah, bukan hanya karena pembukaan Okmin Cup I, turnamen sepak bola yang mempertemukan 20 klub profesional se-Tanah Papua, tetapi juga sebagai simbol kebangkitan budaya dan semangat Okmekmin di Tanah Papua hingga panggung dunia.

Lebih dari sekadar ajang olahraga, Okmin Cup I adalah perwujudan visi besar #PapuaEmas2025-2045 dan #AgendaPasifik2050, yang bertujuan mempersiapkan generasi muda Papua untuk mengisi peran penting dalam percaturan global.

Di balik gemuruh sorak sorai dan semangat kompetisi, tersimpan harapan untuk mewujudkan masyarakat Papua yang mandiri, berdaya saing, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya leluhur. Dan inspirasi itu datang dari Pegunungan Bintang, negeri yang masih terisolir tetapi menyimpan kekayaan budaya dan alamnya yang indah dan unik.

Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST,M.Si sebagai inisiator turnamen ini, memiliki keyakinan bahwa pengembangan olahraga, sains, dan seni adalah kunci untuk membuka potensi generasi muda Papua. Okmin Cup I adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut untuk menjadi wadah yang menyatukan visi prestasi dan pelestarian nilai kehidupan.

Apiwol: Akar Sejarah dan Jati Diri Papua

Visi Spei Bidana ini tidak bisa dilepaskan dari akar sejarah dan jati diri Papua. Konsep Apiwol (Sejarah Adat Manusia Berasal dari Abip Oksibil Kampung Wanbakon) di Pegunungan Bintang, menjadi landasan filosofis bagi pembangunan Papua di masa depan. Apiwol mengingatkan kita bahwa peradaban Papua memiliki akar yang kuat dan kontribusi yang signifikan bagi peradaban dunia.

Oleh karena itu, Okmin Cup I bukan hanya tentang sepak bola, tetapi tentang membangun identitas, merajut persatuan, dan mewujudkan mimpi Papua di panggung dunia. Maka sudah semestinya, semua kita wajib mendukung turnamen ini. Datang dan menyaksikan kebangkitan sepak bola Pegunungan Bintang serta bersama-sama mewujudkan Papua yang gemilang!

Sama seperti kampus Universitas Okmin Papua (UOP) yang telah hadir lima tahun lalu melahirkan pemimpin-pemimpin muda Papua yang memahami sejarah dan budayanya, serta mampu bersaing di era globalisasi. Mencetak putra-putri Papua dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan yang menjadi harapan bangsa untuk mewujudkan #PapuaEmas2025-2045 dan #AgendaPasifik2050.

Demikian pula sejarah yang tercatat di lapangan hijau hari ini, yang tak sekadar dua puluh dua pasang kaki yang berlari mengolah si kulit bundar untuk mencatat angka kemenangan di papan klasemen. Sebab turnamen ini adalah gelora semangat kebangkitan budaya Ok Mek dan Min yang menginspirasi Tanah Papua dan dunia dengan segala kearifan hidup dan keunikannya yang mulai diwariskan oleh generasi muda. (Jimmy Carter Wanimbo)

Facebook Comments Box