
Puluhan pelajar di Oksibil saat mengikuti kegiatan Sosialiasi Deteksi Dini NAPZA yang digelar Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pegubin dan Polres Pegubin di Gedung Soskat Oksibil, Selasa, 3 Maret 2026.
OKSIBIL (PB.COM)—Generasi muda khususnya remaja tingkat SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) diminta untuk menjauhi atau tidak terjerumus dalam praktik penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) yang mengancam masa depannya.
Pesan ini mengemuka dalam kegiatan Sosialiasi Deteksi Dini NAPZA yang digelar Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pegubin dan Polres Pegubin di Gedung Soskat Oksibil, Selasa, 3 Maret 2026.

Asisten II Setda Pegubin, Nicolaus Uropmabin, S.IP,M.Si.
Kegiatan sosialiasi diikuti oleh sekitar 70 pelajar dari empat sekolah yakni SMP YPPK Bintang Timur, SMA Bintang Timur, SMP Negeri Oksibil, dan SMK Negeri Oksibil, dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Pegubin, Nicolaus Uropmabin, S.IP,M.Si.
Nicolaus dalam sambutannya mengatakan, masa remaja adalah fase rentan yang rawan terjerumus pengaruh negatif jika tidak diberikan perhatian dan edukasi yang tepat.

“Ini merupakan bagian dari visi ‘SEHAT dan CERDAS’ yang digagas Bupati Pegunungan Bintang. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan dan Polres hadir untuk menyelamatkan generasi penerus agar tidak terjerumus dalam kegiatan berbahaya yang merusak masa depan,” tegas Nicolaus.
Menurutnya, Pemda Pegubin sudah membentuk Tim Penanggulangan Penyakit Sosial (PEKAT) yang aktif melakukan sosialisasi dan penanganan masalah sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba, sejak tahun lalu.

“Saya berharap adik-adik pelajar dapat menjauhi narkoba, minuman keras, dan zat adiktif lainnya agar masa depan kalian cerah dan sesuai harapan orang tua, daerah, bahkan bangsa. Kalian adalah harapan pembangunan Pegunungan Bintang,” tegasnya.
Kepala Bidang SDM Dinkes Pegubin, Haniel Kalakmabin, SKM.M.Kes menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberi informasi lengkap kepada pelajar mengenai dampak buruk NAPZA baik terhadap kesehatan fisik, mental, sosial, maupun konsekuensi hukum yang akan dihadapi.

Kepala Bidang SDM Dinkes Pegubin, Haniel Kalakmabin, SKM.M.Kes
“Kami ingin pelajar memahami tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba, mengetahui strategi pencegahan yang efektif, serta mengenal langkah penanganan yang tepat dan terkoordinasi,” jelas Haniel.
Perwakilan Kasat Narkoba Polres Pegubin Aipda Heskef Mangnga mengatakan, sosialisasi seperti ini sangat penting untuk membentuk kesadaran dan komitmen generasi muda dalam menolak narkoba.

Perwakilan Kasat Narkoba Polres Pegubin Aipda Heskef Mangnga.
“Kami berharap para pelajar menjadi garda terdepan penolakan narkoba agar masa depan mereka tetap cerah dan produktif,” katanya.
Sementara itu, Dokter Filumena Baen Putri dari Puskesmas Oksibil menyoroti damapk medis yang menimpa para pengguna narkoba, sekaligus menekankan pentingnya pencegahan sejak dini.

Dokter Filumena Baen Putri dari Puskesmas Oksibil (baju kuning)
“Dari sisi medis menyebabkan dehidrasi, kejang, serangan panik, halusinasi, kerusakan otak, hingga overdosis yang berujung kematian. Sedangkan dampak psikologisnya yaitu perubahan perilaku, depresi, kecemasan, mudah emosi, dan kecanduan,” kata dr. Putri.
Dengan sosialisasi dan edukasi yang rutin dilakukan dari Dinkes dan Polres diharapkan pelajar di Kabupaten Pegubin semakin waspada dan memiliki sikap tegas menolak NAPZA. (Aquino Ningdana/GMR)











































