
Agus Ohee, sang maestro seni dari Tanah Tabi dan karya-karyanya yang unik dan bernilai seni tinggi.
JAYAPURA (PB.COM) – Imaji Papua tak berhenti berkarya mengangkat kisah-kisah insipiratif dan edukatif dari Tanah Papua menjadi sebuah film dokumenter. Kali ini, sebuah film dokumenter terbaru berjudul, “Agus Ohee Sang Maestro Seni Dari Tanah Tabi,” akan segera dirilis.
LPDP Dana Indonesiana dan Kementerian Kebudayaan RI, menyambut antusias dan mendukung gagasan Imaji Papua, salah satu komunitas pembuat film di Jayapura ini, untuk memproduksi film Agus Ohee, sang maestro seni dari tanah Tabi.

Film berdurasi 40 menit ini mengangkat kisah Agus Ohee dan karyanya. Agus telah lebih dari 30 tahun mengabdikan diri sebagai penjaga warisan budaya. Separuh hidupnya telah ia habiskan untuk berkarya. Di tengah ancaman memudarnya pengetahuan lokal tentang budaya Papua, ia berjuang menghidupkan cerita budaya dan tradisi lewat karya seni.
Head of Imaji Papua, Yulika Anastasia yang juga Sutradara film ini menjelaskan, gagasan untuk memfilmkan Agus Ohee timbul karena kegelisahan tentang seniman dan karya seni yang kurang diapresiasi.
Menurut Yulika, Papua memiliki cukup banyak maestro seni dan budaya, namun nama dan karya seniman kurang mendapat perhatian, publikasi dan pengakuan. Padahal mereka menyimpan banyak pengetahuan lokal dan cerita tentang tradisi, kearifan lokal dan hal lainnya tentang Papua.
“Bapak Agus Ohee kami film-kan dengan berbagai pertimbangan. Di antaranya, namanya dikenal di kalangan seniman, dan karyanya banyak menghiasi bangunan yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura. Setiap hari kita melihatnya namun mungkin tidak banyak yang tahu bahwa itu karya beliau,” terangnya.

Sebagai informasi, karya Agus Ohee banyak menghiasi kantor – kantor penting di Papua. Seperti seni relief pada pagar belakang Kantor Gubernur Papua, bekas kantor MRP lama (sekarang Kantor Dishub Papua), seni relief pada pagar Stadion Lukas Enembe, ornamen beberapa gereja, ornamen hotel, pertokoan dan lain sebagainya.
Agus Ohee dalam setiap karya selalu mengangkat tentang motif tradisional seperti Yoniki dan Fouw yang merupakan induk ukiran budaya Sentani.
Agus juga menguasi berbagai medium seni, mulai dari ukiran, relief, lukisan kaca, motif batik Papua hingga patung kayu dan semen. Ciri khas seni lukis Agus Ohee, terletak pada teknik pewarnaan. Salah satunya, ia menggunakan cat tembok sebagai pewarna.
“Gagasan memfilmkan tentang Agus Ohee Sang Maestro Seni kami usulkan kepada LPDP Dana Indonesiana – Kementerian Kebudayaan RI melalui Program Dokumentasi Karya Pengetahuan pada tahun 2024 dan selesai dikerjakan pada 2025. Film ini menjadi sebuah penghargaan atas karya dan dedikasi Bapak Agus Ohee dalam dunia seni,” kata Yulika.
Film Dokumenter Agus Ohee Sang Maestro Seni dari Tanah Tabi akan diluncurkan pada event Pameran Karya bertajuk Impact Papua: Film, Art & Culture Celebration pada 29-30 April 2026 di Museum Loka Budaya Uncen Abepura.
Selain pemutaran film, ada juga Pameran Karya Ilustrasi, Pameran Fotografi, Musik Akustik dan Kampanye Visit the Museum. “Kami mengundang masyarakat untuk nonton. Pemutaran film ini gratis dan terbuka untuk umum,” ajaknya. (Frida Adriana)











































