Bupati Pegubin Spei Yan Bidana dengan jersey Persigubin.

OKSIBIL (PB.COM)—Setiap langkah kecil di jalan setapak berduri, hingga pijakan kaki gagah menuju tangga sukses setiap anak manusia, kadang berawal dari sebuah mimpi sederhana. Dan jika mimpi itu terbit di hati seorang pemimpin dan diolah menjadi visi pembangunan yang brilian, maka segala yang tak mungkin pun bisa terwujud. Realita ini sedang diperlihatkan sosok pemimpin visioner dari Papua, Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST.M.Si.

Tak ada yang membayangkan sebelumnya, di tengah keterbatasan fasilitas, minimnya sumber daya manusia, dan kungkungan isolasi geografis yang memenjara, telah berdiri Universitas Okmin Papua (UOP). Kampus pertama di wilayah Timur Tanah Papua yang berdiri sejak 17 Agustus 2021 ini, di akhir Juli 2026 ini sudah memanen hasilnya dengan wisuda perdana ratusan sarjana.

Bupati Spei Bidana bersama ratusan mahasiswan UOP yang baru menjalani Yudisium pada April 2026 lalu.

Di pendidikan tingkat dasar, mata batin Bupati Spei Bidana jeli melihat persoalan. Ia pun menggagas pendidikan Sekolah Terintegrasi Kukuperip dengan inovasi kurikulum berbasil budaya lokal Ap Iwol, yang baru saja diresmikan Senin, 13 Juli 2026. Model pendidikan ini selain menjawab persoalan keterbatasan tenaga pengajar dan memberi layanan kemudahan bagi siswa-siswi Pegubin, tetapi juga berorientasi pendidikan nilai yang menekankan budaya dan moral.

Tak berhenti di situ. Sebuah terobosan baru sedang dilakukan Spei Bidana. Masyarakat Pegubin, khususnya generasi muda, bakal tersenyum gembira. Manakala Pemerintah Daerah Pegubin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sedang menggenjot pembangunan fasilitas olahraga berstandar internasional.

Bupati Pegubin Spei Yan Bidana, ST,M.Si saat memberi arahan pada acara peresmian Sekolah Terintegrasi Kukuperip dan launching Kurikulum Berbasis Ap Iwol, Senin, 13 Juli 2026.

Fasilitas olahraga dan seni budaya ini terletak di Kampung Dabolding, Distrik Kalomdol dan diberi nama dengan Sport & Art Center Yosep Kotanon Yaorka. Nama ini diambil dari salah satu tokoh besar Pegunungan Bintang yang menerima Injil dari misionaris dan membawa para misionaris dari Waropko di Selatan Pegubin ke Oksibil.

Di Sport & Art Center ini, akan dibangun dua lapangan sepak bola untuk bertanding dan berlatih, empat lapangan basket, enam lapangan volley,  satu lapangan futsal, satu lapangan fasilitas jauh, area tinju, dan dan unit rumah okhang (tari). Stadion olahraga ini akan diberi nama sang penggagasny: Stadion Spei Yan Bidana.

Bupati Spei Bidan memantau pengerjaan stadion sepak bola awal Juli 2026.

“Kami sedang genjot dan berharap rampung di tahun ini. Saya berharap setelah stadion ini jadi dan menjadi sarana latihan, kita bisa mengirimkan anak-anak berbakat untuk berlatih sepak bolah di luar negeri, termasuk ke Barcelona. Saya ingin suatu hari nanti, ada anak Pegunungan Bintang yang bermain di liga Eropa dan mengharumkan nama Papua hingga ke kancah internasional,” kata Bupati Spei Bidana di sela-sela peresmian Sekolah Terintegrasi Kuluperip, Senin, 13 Juli 2026.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menegaskan, dengan hadirnya Sport & Art Center Yosep Kotanon Yaorka, maka Distrik Kalomdol akan menjadi salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Pegubin. Sebab Kawasan ini berdekatan dengan sejumlah fasilitas pendidikan yang dirintisnya. Mulai dari kampus Universitas Okmin Papua (UOP), Sekolah Terintegrasi Kukuperip, dan Sekolah Rakyat milik Kementerian Sosial yang sudah dan sedang dibangun.

“Untuk Universitas Okmin, kita harus meningkatkan kualitas dosen hingga tingkat internasional agar mahasiswa kita tidak kalah bersaing dengan mahasiswa dari daerah lain. Kita juga akan bangun Sekolah Terintegrasi serupa di wilayah timur dan utara yang masih tertinggal. Tak lupa, mengembangkan aplikasi untuk mendukung program ini dan berusaha mengakses program nasional seperti Sekolah Rakyat,” tutur mantan Kepala Bappeda Pegubin ini.

Investasi masa depan yang gencar dilakukan melalui sektor  pendidikan dan bidang olahraga bagi generasi Okmemin ini menjadi salah satu legacy terbesar selama masa kepemimpinan Bupati Spei Bidana. Politisi PDI Perjuangan ini seakan menegaskan kebenaran kata-kata Sang Proklamator Bangsa, Ir. Soekarno tentang betapa pentingnya peran generasi muda bagi kemajuan daerah.

Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” demikian lontaran kalimat magis yang dipopulerkan presiden pertama Indonesia dalam pidato Hari Pahlawan tahun 1964.

Dari balik kabut yang membentang sunyi di bawah  kaki Gunung Mandala, harapan akan bangkitnya generasi muda Pegubin yang cerdas dan berkualitas sedang dinyalakan Bupati Spei Bidana. Dan itu tak akan bisa dihentikan oleh siapapun karena niat ini amatlah mulia: menjadikan generasi Okmemin tuan di atas negeri sendiri. (Aquino Ningdana/Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box