
Penjabat Sekretaris Daerah Puncak Nenu Tabuni, S.Sos berjabatan tangan dengan Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, SE di sela-sela penyerahan 316 mahasiswa di Semarang, Senin, 13 Juli 2026.
SEMARANG (PB.COM)—Tak ada yang lebih mulia dari investasi masa depan melalui pendidikan bagi generasi muda. Dan itu yang tengah gencar dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, di bawah pemerintahan Bupati Elvis Tabuni, SE,MM dan Wakil Bupati Naftali Akawal, SE,MM.
Setelah mengirim 119 mahasiswa-mahasiswi untuk dibina dan digembleng oleh Yayasan Bina Teruna Bumi Cenderawasih (Binterbusih) Semarang melalui program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas pada tahun 2025, di tahun ini Pemda Puncak kembali mengirim 316 calon mahasiswa.

Acara penyerahan calon mahasiswa dilakukan secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Puncak Nenu Tabuni, S.Sos mewakili Bupati Puncak kepada Ketua Yayasan Binterbusih Paul Abner, SE dan para pengurus pada Senin, 13 Juli 2026 di Semarang.
Seperti tahun lalu, ratusan mahasiswa ini menjalani pembinaan dan pelatihan di rumah Yayasan Binterbusih demi membangun karakter, kedisiplinan, mental yang tangguh, kemampuan berkomunikasi, keterampilan hidup, kepemimpinan, semangat kebersamaan, serta kehidupan rohani, sebelum menjalani studi di berbagai kampus Pulau Jawa seperti Semarang, Salatiga, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang dan Bali.

“Hari ini saya mewakili Bapak Bupati atas nama Pemda Puncak menyerahkan 316 calon mahasiswa kepada Yayasan Binterbusih. Pemerintah sangat berharap, anak-anak sekalian belajar dengan serius dan disiplin agar proses pendaftaran ke perguruan tinggi berjalan sukses,” kata Sekda Nenu.
Menurut Nenu, di tengah efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, Pemda Puncak tetap berkomitmen melanjutkan program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas. Oleh karena itu, ia berharap para calon mahasiwa-mahasiswi memiliki rasa syukur dan menghargai niat baik Pemda Puncak yang ingin membantu masa depan mereka.

“Hari ini anak-anak datang membawa harapan ribuan masyarakat Kabupaten Puncak. Karena itu, kami minta kepada anak-anak, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jaga nama baik keluarga. Jaga nama baik Kabupaten Puncak. Hormati para dosen dan para pembina. Kami ingin lima atau sepuluh tahun ke depan, SDM kalian sudah siap untuk bekerja dimana saja, termasuk kembali membangun Puncakm,” pinta Nenu.
Ia menjelaskan, seleksi Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas Tahun 2026 ini berlangsung dalam dua tahap yakni Seleksi Akademik yang diikuti 349 peserta di SMA Negeri Ilaga selama 11-12 Juni 2026. Lalu dilanjutkan Tes Kesehatan pada 15-18 Juni 2026 di RSUD Ilaga.

Berdasarkan hasil tes kesehatan, dari 344 peserta, hanya 200 orang yang dinyatakan lolos. Sementara 144 peserta yang dinyatakan tidak lolos kemudian melanjutkan tes kesehatan ulang di RSUD Ilaga dan RSUD Timika pada 25-27 Juni 2026. Hasilnya, 116 dinyatakan sehat.
“Ada 28 orang yang sakit yang kini mendapatkan pengobatan, sedangkan 3 orang mengundurkan diri. Jadi terdapat 317 peneriman Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas tahun 2026 ini yang dinyatakan lolos seleksi dan siap mulai kuliah tahun ini. Hanya saja ada 1 orang yang mengundurkan diri jadi tersisa 316 orang,” tegasnya.

Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, SE mengatakan, dirinya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Puncak yang kembali mempercayakan pihaknya untuk pendampingan bagi calon mahasiswa-mahasiswi di tahun 2026 sebelum menjalani kuliah.
“Setelah ini kita akan lakukan test mulai dari membaca, menulis dan berhitung untukmelihat kemampuan anak-anak, mana yang sudah bisa benar-benar mulai studi dan mana yang butuh matrikulasi. Belajar dari tahun lalu, ada 41 orang benar-benar menjalani matrikulasi selama satu tahun dan baru tahun ini mereka kuliah. Mundur selangkah tidak apa-apa tapi kita harapkan dia akan maju dan terbang tinggi,” tegasnya.

Ia menegaskan, sebanyak 316 calon mahasiswa asal Puncak ini akan mengikuti orientasi dan pengenalan serta penjajakan kepeminatan program studi, jurusan maupun kampus serta kota studi. Timja Pembinaan Yayasan Binterbusih akan memotori kegiatan tersebut agar peserta beasiswa tidak salah pilih jurusan dan kampus, untuk kenyamanan selama mereka studi.
“Sesuai arahan Bapak Bupati Puncak, rencananya dari 316 calon mahasiswa ini kita arahkan 80 persen mengambil studi bidang pendidikan dan kesehatan seperti guru, dokter, perawat dan bidan. Karena itu kebutuhan paling mendasar di Puncak. Mereka akan tersebar di sejumlah perguruan tinggi di Jawa dan Bali,” tegasnya.
Apresiasi dan Harapan
Tanius Kulua, ST, Wakil Ketua Komisi III DPRK Puncak yang membidangi pendidikan mengapresiasi gebrakan yang dilakukan oleh Bupati Elvis Tabuni dan jajarannya melalui program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas.

“Pesan kami kepada adik-adik, tujuan kalian datang adalah untuk belajar supaya kelak pulang membangun dan jadi pemimpin. Jadi harus disiplin dan dengar-dengaran,” katanya.
Harapan senada disampaikan Ketua Komisi I DPRK Puncak Perius Denilson Wonda. Ia meminta para calon mahasiswa asal Puncak ini fokus belajar dan menghindari pergaulan bebas yang merugikan diri sendiri dan daerah.
“Kami DPRK akan kawal, kalau yang tidak tertib kita akan minta pulangkan. Upayakan kuliah selesai empat tahun. Tunjukkan kalian juga bisa,” tegas Perius.

Isabela Gloria Mom, calon mahasissa Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha Bandung mengaku dirinya siap belajar sungguh-sungguh memanfaatkan beasiswa yang telah diterima dari Pemda Puncak ini.
“Saya mengucap syukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Puncak yang sudah mau sekolahkan saya. Di tengah keterbatasan tenaga kesehatan di Puncak, saya berkomitmen belajar sungguh-sungguh agar bisa selesai tepat waktu dan pulang melayani masyarakat di kampung sendiri,” tutur alumni SMA Papua Kasih Jayapura ini.

Sementara itu, Ronaldo Uamang, salah satu calon mahasiswa Jurusan Transportasi Udara di Banyuwangi lulusan SMA Negeri 1 Beoga, mengaku berterima kasih kepada Pemda Puncak yang sudah memberikan beasiswa.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, Bapak Sekda dan seluruh jajaran pemerintah yang sudah membantu kami bisa studi. Tuhan Yesus memberkati,” ucap Ronaldo.

Sebelumnya, pada Senin, 29 Juni 2026, bertempat di Aula Negelar, Ilaga, Bupati Puncak Elvis Tabuni diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Puncak Elkana Rumaropen, S.E melepas secara resmi 317 calon mahasiswa program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas ini.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan prioritas utama Pemerintah Kabupaten Puncak. Menurut Bupati, kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Puncak tidak akan berarti tanpa didukung oleh generasi muda yang berpendidikan, berkarakter, dan memiliki daya saing.

“Kami berharap, anak-anak sekalian bisa disiplin mengikuti program yang kami siapkan, terutama masa orientasi mereka selama sebulan untuk memperdalam kemampuan dasar seperti matematika, menulis dan membaca selama di Binterbusih. Setelah itu kami akan lakukan penentuan jurusan, fakultas dan kota studi, baru mulai melakukan pendaftaran,” tegasnya. (Gusty Masan Raya/Cornel Siep)






























