
Plt Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah Elieser Yogi, S.STP., M.Si.
NABIRE (PB.COM) — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah Elieser Yogi, S.STP., M.Si., menyebut realisasi belanja keuangan dari total pagu APBD Tahun Anggara 2026 sebesar Rp3.177.954.628.799,00 baru mencapai Rp769.768.233.888,50 atau 24,22 persen.
Sementara realisasi fisik tercatat 14,63 persen. Capaian ini tergolong rendah dan memerlukan perhatian serius dari seluruh OPD.
Hal tersebut dikemukakan Elieser dalam arahannya saat membuka kegiatan Monitoring Meja Semester I Tahun Anggaran 2026 pada 13–14 Agustus 2026 di aula LPP RRI Nabire, diikuti 26 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi dan mengendalikan pelaksanaan program serta kegiatan yang dibiayai melalui APBD Provinsi Papua Tengah.

Elieser menjelaskan, daya serap anggaran tersebut mencakup 175 Program, 503 Kegiatan, dan 1.545 Subkegiatan yang dikelola oleh 26 OPD, dan dipantau melalui sistem digital e-Dalevbang PPT (dalevbang.papuatengahprov.go.id). Kemajuan penyerapan Dana Otsus juga menjadi fokus utama dalam evaluasi ini.
Ia juga menjelaskan bahwa fungsi pengendalian dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program dan kegiatan berjalan sesuai rencana, serta mengambil tindakan korektif sedini mungkin apabila ditemukan kendala di lapangan.
“Pengendalian program melalui Monitoring Meja dilaksanakan untuk menjamin agar penjabaran kebijakan dan prioritas pembangunan daerah dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan,” tegas Elieser.

Kegiatan ini juga bertujuan mengetahui perkembangan kemajuan daya serap serta permasalahan yang dihadapi OPD, sehingga dapat dicarikan solusi segera. Ia meminta kepada para pimpinan OPD agar dapat bekerja dengan ekstra, sebab masih ada waktu empat bulan ke depan.
Mengingat waktu pelaksanaan program atau kegiatan masih tersisa sekitar empat bulan ke depan, seluruh OPD diminta bekerja lebih keras dan mempercepat penyerapan anggaran serta penyelesaian fisik kegiatan. Realisasi fisik wajib terus diinput ke dalam sistem sebagai bahan laporan kepada Gubernur Papua Tengah.

“OPD tetap memperhatikan dengan seksama pelaksanaan kegiatan dan selanjutnya tetap mengentry realisasi fisik sebagai bahan laporan kepada Gubernur melalui Kepala Bapperida,” harap Elieser.
Setelah Monitoring Meja selesai, Bapperida akan menindaklanjuti dengan Monitoring Lapangan untuk memverifikasi langsung di lokasi kegiatan. Seluruh peserta diimbau menjaga keharmonisan dalam pembahasan serta memperhatikan arahan tim evaluasi. (Gusty Masan Raya/Rilis)



































