
Pemprov Papua Tengah menggelar Sosialisasi dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Rabu (26/8/2026).
NABIRE (PB.COM) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar Sosialisasi dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Rabu (26/8/2026).
Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, S.Sos, M.SI, mewakili Gubernur Papua Tengah saat membuka sosialisasi menekankan bahwa masa anak usia dini merupakan periode emas yang menentukan kualitas generasi Papua Tengah di masa depan. Karena itu, pemerintah harus memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak pada tumbuh kembang anak.
“Masa usia dini adalah periode emas dalam kehidupan seorang anak. Apa yang kita tanamkan, berikan, dan bangun pada masa ini akan sangat menentukan tumbuh kembang anak serta kualitas generasi Papua Tengah di masa depan,” kata Victor.
Kegiatan yang menghadirkan pemerintah provinsi, pemerintah delapan kabupaten, organisasi perangkat daerah, satuan pendidikan, Bunda PAUD, Pokja PAUD, mitra pembangunan, serta unsur masyarakat ini, bertujuan menyusun arah kebijakan bersama dalam pengembangan anak usia dini di Papua Tengah.
Gubernur Meki menjelaskan, RAD PAUD HI ini harus menjadi kebijakan yang dijalankan secara nyata melalui perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah.
Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif, pelayanan anak mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, hingga kesejahteraan. “Masalah anak bukan hanya urusan Dinas Pendidikan. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegas Gubernur.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan dalam pemenuhan layanan anak usia dini di Papua Tengah, mulai dari keterbatasan akses di wilayah pedalaman, kondisi geografis yang berat, belum meratanya layanan dasar, hingga koordinasi lintas lembaga yang masih perlu diperkuat. “Setiap anak Papua Tengah harus memperoleh pelayanan terbaik sejak usia dini,” tegasnya.
Kepada pemerintah di delapan kabupaten, Gubernur Meki minta segera menerjemahkan hasil penyusunan RAD PAUD HI menjadi program konkret sesuai kebutuhan daerah masing-masing.
Program tersebut harus memiliki sasaran yang terukur, pembagian peran lintas sektor yang jelas, serta dukungan anggaran yang berkelanjutan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah, seluruh Pokja Bunda PAUD, pemerintah kabupaten, serta para mitra pembangunan yang terus mendukung penguatan layanan anak usia dini.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Dalam Negeri, UNICEF, dan seluruh pihak yang memberikan pendampingan dalam penyusunan RAD PAUD HI di Papua Tengah.
Ia berharap seluruh peserta menyatukan komitmen untuk menghasilkan RAD PAUD HI yang benar-benar menjadi pedoman pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. “Karena investasi terbaik untuk masa depan Papua Tengah adalah investasi pada anak-anak kita hari ini,” ucapnya. (GMR/Abeth)








































