
Bupati Jayawijaya Atenius Murip bersama Ketua PSSI dan Ketua KNPI foto bersama tim yang menjuarai turnamen futsal Bupati Cup 2026 saat penutupan di Lapangan Futsal Pilamo, Wamena, Sabtu, 5 September 2026.
WAMENA (PB.COM)—Turnamen Futsal Bupati Cup 2026 yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jayawijaya dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jayawijaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Futsal Pilamo Wamena, resmi ditutup Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH,MH, Sabtu, 5 September 2026.
Sejak digelar pada 8 Agustus 2026, turnamen ini mendapat dukungan penuh Bupati Jayawijaya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Sebab ajang ini menjadi wahana yang tepat untuk mencari bibit-bibit atlet potensial yang siap mengangkat nama Lembah Baliem ke depan.

Di momen penutupan, Bupati Jayawijaya Atenius Murip hadir menyerahkan hadiah kepada tim yang meraih juara, dimana juara I mendapat uang pembinaan sebesar Rp 10 juta, juara II: Rp 7 juta, juara III: Rp 5 juta dan juara IV senilai Rp 3 juta.
Ketua PSSI Kabupaten Jayawijaya Yohanes Penius Lani, S.Kom,M.PWK mengapresiasi KNPI Jayawijaya yang telah bersama PSSI sukses menggelar turnamen Futsal Bupati Cup 2026 dengan aman dan lancar.

“Kami juga berterima kasih khusus kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati serta Dinas Pemuda dan Olahraga yang terus mendorong bakat dan minat pemuda dan pemudi Kabupaten Jayawijaya yg tersebar di 40 distrik. Harapan kami, ke depan KNPI Jayawijaya dan PSSI Jayawijaya kembali berkolaborsi untuk membuat turnamen yang lebih besar lagi,” ujar Yohanes.
Menurut Yohanes, minat dan bakat anak-anak muda akan cabang olahraga ini cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya tim peserta yang ikut mendaftar. Oleh karena itu, ia menegaskan PSSI akan terus mendukung turnamen seperti ini guna menjaring para atlet guna pembinaan secara berjenjang.

“Kami meminta kepada para pemuda di Jayawijaya agar ke depan terus memanfaatkan ajang turnamen Futsal atau sepak bola sebagai wahana positif untuk mengembangkan bakat dan minat. Papua dari dulu dikenal sebagai gudangnya pemain sepak bola, kami percaya adik-adik bisa,” pintanya.
Yohanes yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Dukcapil Jayawijaya ini menjelaskan, nama cabang olahraga Futsal merupakan singkatan dari istilah bahasa Spanyol fútbol sala atau fútbol de salón, yang juga berasal dari bahasa Portugis futebol de salão, yang berarti sepak bola dalam ruangan atau sepak bola aula.

Permainan ini terdiri dari lima orang per tim di lapangan, yang terdiri dari empat pemain outfield dan satu penjaga gawang dalam durasi 2 × 20 menit dengan sistem stop clock (waktu berhenti saat bola mati).
“Minat adik-adik kita di Jayawijaya terhadap olahraga ini cukup tinggi. Dan sebenarnya ini juga menjadi modal dasar bagi pengembangan bakat minat mereka ke sepak bola di lapangan besar. PSSI siap berkolaborasi dengan KNPI dan stakeholder lainny untuk menggelar turnamen seperti ini ke depan yang lebih besar,” tegas Yohanes. (Gusty Masan Raya)








































