
Gambar Name Keike dan rekan saat menyelesaikan studi di Filipina
YAHUKIMO (PB.COM) — Rasa haru dan syukur disampaikan Name Keike, seorang anak asli Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, kepada Ketua TP-PKK Kabupaten Yahukimo, Amy Jikwa Yahuli, S.Kep., yang akrab disapa Mama Bupati.
Ungkapan terima kasih tersebut lahir dari perjalanan panjang pendidikan dan pergumulan hidup yang telah dilaluinya sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 2018 hingga kini berhasil menyelesaikan pendidikan teologi di Filipina.
Bagi Name Keike, putra asli Momuna itu, perjalanannya bukan sekadar kisah tentang kesempatan mengenyam pendidikan, tetapi juga tentang kasih, perhatian, dukungan, dan keyakinan bahwa masa depan anak-anak Yahukimo dapat dibangun melalui pendidikan.
Ia mengenang bagaimana Tuhan mempertemukannya bersama teman-temannya dengan Amy Jikwa Yahuli ketika mereka masih duduk di kelas satu SMP pada 2018. Pertemuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hidupnya yang kemudian membawanya menuju dunia pendidikan teologi di luar negeri.
“Saya tidak pernah menyangka bahwa perjalanan hidup tersebut akan membawa saya sampai pada pendidikan teologi di Filipina,” ungkap Name Keike dalam pesan ungkapan terima kasihnya.
Perjalanan hidup Name Keike juga menyimpan kisah tentang perubahan cita-cita dan arah masa depan.
Ia mengungkapkan bahwa pada awalnya dirinya mempersiapkan diri untuk mengikuti tes Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, seiring perjalanan waktu, ia merasa memiliki panggilan berbeda, yakni menjadi seorang misionaris yang memberitakan Injil dan melayani Tuhan.
Bagi Name Keike, perubahan arah tersebut bukanlah akhir dari sebuah cita-cita, melainkan awal dari perjalanan baru yang diyakininya memiliki tujuan lebih besar.
Kesempatan menempuh pendidikan teologi di Filipina kini dipandangnya sebagai bagian dari proses mempersiapkan diri untuk menjalankan panggilan pelayanan tersebut.
Ia menyadari bahwa pendidikan yang sedang ditempuhnya bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan juga menjadi bekal untuk melayani masyarakat dan ikut membangun generasi Yahukimo yang lebih baik.
“Kini, saya percaya bahwa pendidikan ini bukan hanya untuk masa depan pribadi, tetapi juga untuk melayani Tuhan dan membangun generasi Yahukimo yang lebih baik,” tuturnya.
Apresiasi untuk Mama dan Bapak Bupati serta Wakil Bupati
Dalam ungkapan hatinya, Name Keike secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Amy Jikwa Yahuli dan Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, atas doa, kasih sayang, perhatian, serta dukungan yang diterimanya melalui Program Yahukimo Cerdas.
Amy Jikwa Yahuli sendiri dikenal sebagai Ketua TP-PKK Kabupaten Yahukimo dan istri Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli. Ia juga mengemban peran sebagai Ketua Bunda PAUD Kabupaten Yahukimo.
Bagi Name Keike, perhatian dan dukungan yang diterimanya menjadi bagian penting dari perjalanan yang sedang dijalani. Ia menyampaikan apresiasi kepada keluarga Bupati Yahukimo yang telah memberikan perhatian terhadap masa depan pendidikan anak-anak daerah.
Ucapan terima kasih itu juga ditujukan kepada Wakil Bupati Yahukimo beserta istri, yang turut disebut dalam doa dan harapannya.k
Di tengah perjalanan pendidikan yang masih harus ditempuh, Name Keike berharap Tuhan Yesus Kristus senantiasa memberikan berkat, perlindungan, dan hikmat kepada para pemimpin daerah dalam menjalankan tugas serta pelayanan kepada masyarakat Yahukimo.
“Terima kasih, Mama dan Bapak Bupati, serta Bapak dan Ibu Wakil Bupati. Saya hanya bisa berdoa agar Tuhan Yesus Kristus senantiasa memberkati, melindungi, dan memberikan hikmat dalam setiap tugas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kisah Name Keike memberikan gambaran bahwa perjalanan pendidikan seorang anak daerah dapat menjadi awal dari harapan yang lebih besar bagi masa depannya.
Dari bangku SMP pada 2018 hingga menempuh pendidikan teologi di Filipina, ia menjalani proses kehidupan yang membawanya semakin dekat dengan cita-cita untuk mengabdikan diri melalui pelayanan.
Baginya, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan dan meraih gelar, tetapi juga tentang mempersiapkan diri agar kelak dapat memberikan manfaat bagi sesama.
Ia berharap perjalanan yang sedang dijalaninya dapat menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda Yahukimo yang memiliki pendidikan, karakter, iman, dan semangat pengabdian.
Name Keike juga menyadari bahwa setiap perjalanan memiliki proses dan tantangannya sendiri. Namun, ia percaya bahwa dengan pertolongan Tuhan, perhatian dari orang-orang di sekitarnya, serta kesempatan untuk belajar, masa depan yang lebih baik dapat diperjuangkan.
“Dari perjalanan yang sederhana, Tuhan menghadirkan masa depan yang penuh harapan. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus.” urainya.
Bagi Name Keike, keberhasilan menyelesaikan studi teologi bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ilmu dan pengalaman yang diperolehnya diharapkan menjadi bekal untuk menjalankan panggilan pelayanan sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan generasi muda Yahukimo.
“Terima kasih, Mama. Puji Tuhan,” tutup Name Keike. (ADM)


































