Suka Duka Pelayanan Satgas Kaki Telanjang di Mamberamo Raya

Suka Duka Pelayanan Kesehatan di Mamberamo Raya
Suka Duka Pelayanan Kesehatan di Mamberamo Raya

“Dekat dimata, jauh dimata kaki”

KASONAWEJA (PB) : Kampung Kustra merupakan kampung yang menjadi tujuan kerja dari Satuan Tugas (Satgas) Kaki Telanjang atau Kijang bentukan Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk melayani masyarakat di beberapa kabupaten di Papua.
Riski Putra Mambala salah satu tim dari Satgas Kaki Telanjang mengisahkan, dirinya dan beberapa temannya harus melewati berbagai rintangan untuk mencapai kampung yang menjadi tujuan pelayanannya.
“Kalau mau bilang, ibarat dekat di mata jauh di mata kaki. Kenapa? Karena ketika kita memandang kedepan terlihat dekat, namun ketika berjalan sangat jauh sekali. Malah bisa berhari-hari lamanya,” katanya kepada Jubi.
Riski mengisahkan, perjalanan dari Kasonaweja ibu kota Kabupaten mamberamo Raya ke Distrik mamberamo Tangah Timur tepatnya di Kampung Kustra bisa ditempuh selama dua hari dua malam dan bisa lebih hingga satu minggu. Berbagai rintangan selalu dihadapi dalamj perjalanan tersebut.
“Kalau air sungai naik, kita bisa sampai dua hari, namun kalau airnya surut bisa satu minggu perjalanan. Karena ketika mendapatkan daerah yang permukaan sungainya dangkal maka kami harus mendorong perahu yang berisikan bahan makanan dan BBM,” ujarnya.
Sulit sekali medan menuju Kampung Kustra sehingga membutuhkan fisik yang prima karena selepas perjalanan menggunakan perahu motor, timnya juga harus berjalan kaki menyusuri hutan belukar,
“Kadang kami harus menginap di hutan. Kalau bahan makanan cukup kami bisa makan tiga kali sehari, namun kalau kurang maka satu hari satu kali makan. Untuk menahan lapar kami minum air banyak-banyak,” katanya.
Namun ketika persediaan air menipis atau habis dalam perjalanan dirinya dan juga teman-temannya dengan terpaksa meminum air sungai yang sangat kotor. Demi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang terisolir pihaknya terus menempuh perjalanan tersebut tanpa lelah.
“Kami tidak berpikir capek atau tidak, yang penting masyarakat bisa terlayani. Pernah teman kami sakit malaria, saya sebagai ketua kelompok langsung mengambil tindakan cepat untuk memasang infus dan teman-teman lainnya membantu untuk menggendong teman tersebut selama perjalanan menuju Kampung Kustra. Ini pengalaman yang tidak bisa kami lupakan,” kisah Riski.
Kepala Puskesmas Kustra, Apsalon Fiang mengatakan, dirinya dan juga masyarakat Kampung Kustra sangat terbantu dengan kehadiran satgas tersebut karena selama ini dirinya dan petugas kesehatan yang bertugas di wilayah tersebut sangat kewalahan melayani masyarakat di wilayah tersebut.
“Kami berharap satgas ini tetap berada bersama-sama dengan kami di kampung. Karena dengan adanya mereka, kami disini sangat terbantu sekali. Apalagi mereka ini melakukan pelayanan dari rumah ke rumah,” katanya.
Apsalon menambahkan, pada umumnya masyarakat juga senang dengan kehadiran satgas kesehatan tersebut dan keinginan masyarakat satgas tersebut jangan sampai pergi.
“Puskesmas yang saya pimpin ini kan melayani Tujuh kampung dan jarak satu kampung dengan kampung lainnya sangat jauh, dan adik-adik satgas ini mereka selalu melakukan pelayanan di Tujuh kampung tersebut. Akses ke kampung-kampung tersebut hanya melalui sungai,” ujarnya.
Dikatakan, kadang kalau BBM habis, dengan terpaksa satas kesehatan tersebut harus menyusuri hutan belantara untuk sampai ke kampung lain guna melakukan pelayanan kesehatan. “Kadang saya bersama mereka tidur di hutan. Makan apa adanya. Kalau air habis kami minum air sungai. Saya yakin apa yang kami lakukan ini mulia di mata Tuhan,” ujar Kepala Puskesmas Kustra. (admin)

Gubernur Papua Raih Apresiasi Tokoh Pembangun Daerah Indonesia Timur

 

Sekretaris Daerah Papua TEA Hery Dosinaen, S.IP.MKP mewakili Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH saat menerima piala penghargaan Inews Maker Award 2017 Senin, (22/5) di Plenary Hall Gedung MNC News Center, Menteng Jakarta Pusat
Sekretaris Daerah Papua TEA Hery Dosinaen, S.IP.MKP mewakili Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH saat menerima piala penghargaan Inews Maker Award 2017 Senin, (22/5) di Plenary Hall Gedung MNC News Center, Menteng Jakarta Pusat

JAKARTA (PB ) : Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH menerima apresiasi sebagai Tokoh Pembangun Daerah Indonesia Timur dalam ajang penganugerahan INews Maker Award 2017 karena dinilai sukses membangun Papua selama empat tahun kepemimpinanannya dan menjadi sosok yang banyak diberitakan media.

Penghargaan tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, TEA Hery Dosinaen, S.IP.MKP mewakili Gubernur Lukas pada Senin malam, (22/5) di Plenary Hall Gedung MNC News Center, Jalan Kebon Sirih Kav 17-19, Menteng Jakarta Pusat.

Sekda Papua Hery Dosinaen pada kesempatan itu mengapresiasi INewsTV selaku pihak penyelenggara acara yang telah memberi penghargaan ini. Hery mengaku bangga dan bersyukur karena kinerja yang ditunjukkan Gubernur Lukas Enembe sejak memimpin Papua 9 April 2013, dipantau dan dinilai oleh pihak luar, termasuk INewsTV.

“Ini malam bersejarah buat Provinsi Papua di bawah kepemimpinan Lukas Enembe yang membangun dengan visi Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera dalam bingkai NKRI. Atas Gubernur dan seluruh masyarakat Papua, kami menyampaikan terima kasih kepada INews TV atas apresiasi yang diberikan kepada pemimpin pembaharu kami, Gubernur Lukas,” kata Sekda di atas pangggung acara untuk menerima piala.

Menurut Hery, penghargaan yang diterima menunjukkan bahwa kinerja gubernur dan jajarannya dalam mewujudkan visi Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera semakin hari semakin baik. Ia mengatakan, di tengah tantangan yang kompleks dalam membangun Papua, namun berkat aneka kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, Lukas diapresiasi mampu membawa kemajuan bagi Papua seperti yang terlihat hari ini.

“Penghargaan ini tentu saja menjadi motivasi dan semangat bagi seluruh jajaran Pemprov dan juga para bupati agar bekerja lebih  giat lagi membangun Papua yang mandiri dan sejahtera,” tegas Hery.

Sekretaris Daerah Papua TEA Hery Dosinaen, S.IP.MKP dengan piala penghargaan Apresiasi Tokoh Pembangun Daerah Indonesia Timur
Sekretaris Daerah Papua TEA Hery Dosinaen, S.IP.MKP dengan piala penghargaan Apresiasi Tokoh Pembangun Daerah Indonesia Timur

Sebelumnya, pada Selasa (25/4/2017) di Sidoarjo, Jawa Timur, Gubernur Papua diwakili Kepala Kantor Badan Penghubung Provinsi Papua menerima penghargaan tematik Otonomi Daerah dari Kementerian Dalam Negeri karena dinilai berhasil membangun kesejahteraan masyarakat terisolir di Papua.

Sementara pada Senin, (3/4/2017) Gubernur Papua juga meraih penghargaan sebagai salah satu kepala daerah inspiratif 2017, versi Majalah Sindo Weekly di Hotel Borobudur Jakarta. Lukas Enembe dinilai sebagai sosok ppemimpin inspiratif yang mampu membuat terobosan pembangunan di Papua dan mensinergikan program kerjanya dengan pemerintah pusat

Sosok Pemimpin Pembaharu

Menurut Direktur INews TV Wijaya Kusuma, penghargaan kategori ini diberikan kepada Gubernur Lukas karena ia dinilai sebagai sosok pemimpin pembaharu yang banyak melakukan terobosan dalam membangun Papua. Sejumlah kebijakan pembangunan yang dilakukan di bawah visi Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera mampu mengangkat Papua dari ketertinggalan.

“Papua butuh sosok pemimpin seperti Lukas Enembe yang mampu menjadi pemimpin yang mengajak rakyatnya bangkit,” kata Wijaya.

Wijaya menjelaskan, sebagai saluran berita informatif dan inspiratif, INews TV menggelar INews Maker Award sejak 2015 untuk memberi penghargaan kepada pejabat publik, kepala daerah, tokoh masyarakat dan olahragawan yang paling banyak dibicarakan publik karena terbukti berkontribusi membangun bangsa dan daerahnya.

“Tahun ini kita pilih Tema “Indonesia Bangkit” karena bulan Mei identik dengan peringatan hari Kebangkitan Nasional. Konsep penilaiannya, mengacu pada 1P+3K yaitu Popularitas, Kepeloporan, Konsistensi dan Kepakaran. Untuk penghargaan kita pilih 6 kategori, yaitu Kategori Pejabat Publik, Sosial Kemasyarakatan, Profesional, Fenomenal, dan Lifetime Achievement,” ujarnya.

Selain Gubernur Lukas, sejumlah kepala daerah yang menerima INews Maker Award 2017, di antarnya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan terpilih menjadi pemimpin provinsi dengan kinerja terbaik Bupati Puncak Jaya, Papua Wellem Wandik, SE.M.Si sebagai tokoh pembangun infrastruktur daerah terisolir, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti sebagai tokoh pengembang program pertanian, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah sebagai kepala daerah yang menerapkan Smart City, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menerima apresiasi untuk kategori inovasi dalam percepatan pelayanan publik.

Sekretaris Daerah Papua TEA Hery Dosinaen, S.IP.MKP ketika memberikan keterangan pers usai penerimaan penghargaan.
Sekretaris Daerah Papua TEA Hery Dosinaen, S.IP.MKP ketika memberikan keterangan pers usai penerimaan penghargaan.

Empat kementerian pun mendapat penghargaan bergengsi ini. Menteri Pariwisata Arief Yahya mendapat penghargaan sebagai tokoh yang menduniakan Indonesia, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendapatkan penghargaan sebagai tokoh pelopor program keluarga harapan, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menerima apresiasi sebagai tokoh pelopor gerakan masyarakat hidup sehat, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga menerima penghargaan sebagai pembaharu program kepemudaan dan olahraga.

Sementara pejabat publik dan tokoh di antaranya yaitu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dari kategori pejabat publik, Bagir Manan, mantan Ketua MA dan mantan Ketua Dewan Pers untuk kategori Lifetime Achievement, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda Iswanto dari kategori sosial kemasyarakatan, dan atlit bulu tangkis peraih medali emas Olympiade Brasil, Tantowi Ahmad dan Liliyana Natzir. (Gusty Masan Raya)

 

Hipmas Sesalkan Demo Pengusaha di BBPJN Papua-Papua Barat

Ketua Hipmas PApua, Hendrik Udam (tengah) saat memberikan keterangan
Ketua Hipmas PApua, Hendrik Udam (tengah) saat memberikan keterangan

JAYAPURA (PB) : Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Anak Asli Papua (HIPMAS) Papua, Hendrik Yance Udam, didampingi sekretarisnya Andi Ireuw dan Roni Behuka dari Askopindo serta perwakilan ATapi, Martince Waoppy menyesalkan adanya aksi demo Seratusan pengusaha asli Papua di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Provinsi Papua dan Papua Barat di Jayapura,  Rabu (29/3/2017).

Ditegaskan Udam, pihaknya akan mendesak pemerintah untuk menertibkan organisasi-organisasi yang dibentuk mengatasnamakan anak Papua serta melakukan provokasi ke pemerintah pusat maupun provinsi untuk menghentikan proyek-proyek yang sudah berjalan maupun yang akan berjalan di Papua dan Papua Barat.
“Mereka itu seperti separatis berdasi yang selalu bersembunyi dibalik isu-isu Papua saat kepentingan mereka tidak tersalur dengan baik sehingga melakukan propaganda bahwa pemerintah tidak memperhatikan pengusaha asli Papua atau serius membangun Papua,” kata dia.
Menurut Udam, pihaknya juga menolak organisasi-organisasi musiman yang dibentuk untuk melawan kebijakan pemerintah dan kepada kontraktor non Papua yang kalah bersaing pada sistim pelelangan nasional untuk paket pekerjaanj infrastruktur yang bersumber dari APBD maupun APBN untuk tidak memanfatkan kontraktor asli Papua untuk melawan pemerintah dengan melakukan demonstrasi dengan mengatasnamakan pengusaha Papua.

Apalagi, dia menilai kepemimpinan kepala BBPJN Papua, Osman Marbun sudah sangat baik.
“Kalau kalah di tender itu wajar. Kita patut apresiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam mengimplementasikan Perpres Nomor 84 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa bagi pengusaha asli Papua karena sejak 2016 hampir Rp 1 triliun Kementerian PU dan PR telah memperdayakan pengusaha asli Papua dalam bentuk paket pekerjaan,” ujarnya.
Untuk itu, dia menyebut kedepan juga meminta kepada para Bupati dan Wali Kota di Papua dan Papua Barat untuk menganggarkan paket-paket proyek bagi pengusaha asli Papua. “Karena setiap tahunnya pengusaha asli Papua terus bertambah. Hal ini menunjukan bahwa orang asli Papua juga ingin sukses di atas tanahnya sendiri,” ujar Udam.

Sebelumnya Seratusan pengusaha asli Papua mendatangi dan menggelar demonstrasi di BBPJN XVIII Provinsi Papua dan Papua Barat di Jayapura.

Mereka antara lain menuntut Presiden mengganti Kepala BPJN Papua dan Papua Barat, Osman Marbun serta mendesak Pemerintah pusat membuat kebijakan agar setiap dana dan proyek APBN yang masuk ke Papua, harus dialokasikan porsi 70 persen pada pengusaha asli Papua.

Kepala BBPJN Papua dan Papua Barat, Osman MArbun saat demontrasi akhirnya menerima beberapa orang perwakilan dan melakukan pertemuan tertutup.

“Selama ini kita sudah buat program untuk akomodir kegiatan balai. Contoh di Satker wilayah Jayapura, dari 33 paket yang kita siapkan tahun 2017, 26 paket itu untuk pemberdayaan Putra Papua. Keseluruhan juga nanti di Sembilan tempat di Papua juga akan melibatkan mereka. Saat ini untuk yang di Jayapura sendiri, dari 26 paket 15 sudah terkontrak untuk putra Papua, sisanya lelang ulang. Itu juga umumnya sudah milik putra daerah,” kata Usman pada wartawan usai pertemuan.

Menurut Usman, pada prinsipnya pihaknya merasa sudah berbuat maksimal. Sehingga kalau dianggap ada yang salah, dirinya secara pribadi menyatakan itu tergantung penilaian pimpinan.

“Lalu sebut 70 persen alokasi untuk putra Papua kan ada Perpres 84/2012 tentang pengadaan barang/jasa khusus Papua dan Papua Barat. Itu sebuah kebijakan untuk akomodir putra daerah. Sehingga kalau mau buat lebih lagi itu bertahap. Ini kan sudah sangat berpihak. Kalau sebut soal KKN itu tidak benar dan tidak ada terjadi disini,” pungkas Usman Marbun. (Admin)

Gubernur  Akui  Jalan Provinsi  Eksisting 2.484,02 Km

ilustrasi jalan trans papua
ilustrasi jalan trans papua

JAYAPURA (PB) : Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH  mengakui  jalan Provinsi eksisting alias yang saat ini sudah ada yakni    2.484,02 Km hingga akhir tahun 2016,  dengan kondisi  1.583, 71 Km  dalam keadaan mantap  atau baik dan jalan tanah dengan kondisi rusak 900, 31 Km.

“Sedangkan rencana jaringan jalan Provinsi  yang  masih hutan  dan atau belum dibangun  menghubungkan pusat-pusat  pelayanan Orang Asli Papua (OAP)  sepanjang 2.264, 29 Km,” ujar Gubernur di  Jayapura, belum lama ini.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, sebelumnya menegaskan pihaknya secara bertahap tengah menuntaskan jalan trans Papua yang menghubungkan Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Jalan Trans Papua ditargetkan fungsional pada tahun 2018,  untuk membuka keterisoliran dan membuka transportasi darat dari satu titik ke titik lainnya,” katanya.

Untuk jalan Trans Papua yang menghubungkan Papua dan Papua Barat, pada ruas Nabire-Batas Papua Barat, terangnya, dengan total panjang jalan 208 km sudah berhasil ditembus sepanjang 141 Km dengan kondisi 60% sudah teraspal dan sisanya perkerasan agregat.

Selain membangun Jalan Trans Papua, Kementerian PUPR juga membuka jalan baru di pantai utara Provinsi Papua yang menghubungkan Kabupaten Nabire ke Kabupaten Waropen, yakni ruas jalan mulai dari Batas Kota Nabire – Kimibay – Legari (47,66 km) dan ruas jalan strategis Legari – Botawa (Kab. Waropen) – Gesa (Kab. Membramo) sepanjang 411,94 Km.

Pada ruas tersebut, jalan yang belum tembus sepanjang 67 km, akan ditangani tahun ini sepanjang 20 Km dengan anggaran Rp 120 miliar. Pada tahun 2016 telah diselesaikan pembangunan 3 jembatan dan tahun ini akan dibangun 2 jembatan. (Admin)