SMSI Resmi Daftar di Dewan Pers

Penyerahan berkas pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) kepada anggota Dewan Pers di Jakarta, Jumat (09/0/2017)

JAKARTA (PB)-Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) resmi mendaftarkan diri sebagai konstituen Dewan Pers, Jumat (08/09/2017) pagi. Pengurus SMSI pusat bersama dewan penasehat dan sejumlah perwakilan provinsi se-Indonesia mengantarkan langsung berkas ke gedung Dewan Pers lantai VII Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat.

Rombongan diterima Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Jauhar bersama Wakil Ketua Komisi Pendataan Hendri CH Bangun. Penyerahan berkas pendaftaran dilakukan Ketua SMSI Teguh Santosa disaksikan Penasehat SMSI, Rizal Ramli dan Atal S Depari.

Teguh Santosa menjelaskan, SMSI didirikan oleh sejumlah pemilik dan pengelola media Siber pada April 2017. Kini kepengurusan SMSI telah terbentuk di 26 provinsi, dengan 600 media Siber yang mendaftar sebagai anggota.

Pengurus SMSI pusat bersama dewan penasehat dan sejumlah perwakilan provinsi se-Indonesia saat bertemu Dewan Pers.

“Setelah kami lakukan verifikasi administrasi, hanya 265 media Siber yang memenuhi persyaratan yang berasal dari 17 provinsi. Dari Dewan Pers hanya 15 kepengurusan provinsi dan 200 media yang dipersyaratkan,” jelas Teguh saat memberi pengantar.

Ahmad Jauhar menyampaikan terimakasih kepada SMSI yang sudah membantu Dewan Pers melakukan verifikasi administrasi kepada media Siber, terutama yang mendaftar di SMSI. Sebab dengan begitu, tidak akan sulit lagi DP melakukan verifikasi terhadap media-media di tanah air.

“Selain itu (syarat administrasi), juga persyaratan kualitas. Misal pemberitaan seperti apa. Karena sampai 80 persen media online itu sumbernya media sosial,” kata wartawan senior Bisnis Indonesia ini.

Para pengurus SMSI Pusat, salah satunya putra Papua Albert Yomo

Karenanya dia berharap SMSI menerapkan prinsip yang dipegang media mainstream selama ini. Sehingga dapat menggantikan peran Medsos sebagai sumber informasi utama masyarakat.

Sementara Wakil Ketua Komisi Pendataan DP, Hendri CH Bangun mengatakan, verifikasi akhir dari pendataan media nantinya ada di Dewan Pers. Verifikasi administrasi oleh organisasi memudahkan dewan beranggotakan sembilan orang ini mendata perusahaan media. (Gusty Masan Raya/dbs)

Bupati Mamteng Tagih Janji “Papua Terang dan Berdering” 

Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak

KOBAKMA (PB)–Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) menunggu bukti dari Pemerintah Pusat terkait program “Papua Terang” dan “Papua Berdering” yang pernah dijanjikan untuk masyarakat di wilayahnya.

“Masyarakat sangat senang dengan kata-kata itu, Indonesia Terang dan Indonesia Berdering. Luar biasa, indah didengar. Akan tetapi yang diminta oleh masyarakat, terlebih khusus kita di wilayah gunung ialah bukti dari kata-kata itu. Kalau memang itu program pemerintah pusat, ya PLN selaku BUMN negara harus langsung bekerja,” kata Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak kepada pers di Kota Kobakma, Jumat (18/08/2017).

Menurut Bupati Ricky, selaku kepala daerah, dirinya akan mengevaluasi hasil memorandum of understanding (MoU) antara Pemkab Mamteng dengan PT PLN Persero terkait program ‘Papua Terang’ yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Namun, setelah dilihat dengan seksama, isi MoU itu ternyata pemerintah Kabupaten yang harus menyiapkan segala fasilitas seperti lahan bangunan, pengadaan mesin bahkan untuk rumah karyawan.

“Kalau begitu tidak usah dibangun. Karena kita kan melihat program presiden harus dilaksanakan. PLN dan Telkomsel mereka sebenarnya perusahaan negara yang mempunyai kualifikasi tinggi yang kemampuannya sudah cukup. Jadi datang pakai mereka punya uang untuk bayar. Nanti kita pengguna daripada Telkomsel dan PLN ini kan peminatnya cukup banyak,” kata Ricky, kesal.

Namun, kata Bupati Ricky, hal ini tidak menjadi masalah asalkan pemerintah kabupaten juga mendapatkan keuntungan  (PAD) dari program tersebut

“Kami harapkan PLN harus aktif dan MoU yang sudah dibuat oleh PLN akan kami evaluasi kembali. Karena awalnya kami harapkan PLN yang bangun tapi ternyata tidak. Semua fasilitas kami yang siapkan lalu mereka yang kerjakan, semua mesin, tempat fasilitas sudah kami siapkan, bangunan tempat mesin, bangunan rumah karyawan kami yang siapkan tapi pajaknya harus kembali ke Jakarta, itu tidak boleh mereka hanya mengerjakan operasional, tapi pajaknya juga kemana,”tegasnya.

Pada kesempatan itu, Ricky menegaskan jikalau MoU seperti itu, maka pihaknya  meminta penghasilan harus dibagi dua untuk PAD. “Kenapa bangunan kami, mesin kami, tanah kami. Kalian datang terima saja.Kalau orang Mamberamo Tengah yang bayar ya pajaknya dikembalikan ke kami,”ucapnya.

Untuk diketahui, selain Mamberamo Tengah. Kabupaten lain yang mendapat program ini diantaranya Elelim ibukota Kabupaten Yalimo, Mulia di Puncak Jaya, Ilaga Kabupaten Puncak, Tiom Kabupaten Lanny Jaya, Burmeso di kabupaten Mamberamo Raya, Kota Sugapa di kabupaten Intan Jaya, serta Karubaga Kabupaten Tolikara. Sementara untuk Papua Barat yakni  Maybrat, Kabupaten Tambrauw.

Program Papua Terang memiliki target bakal menerangi 90 persen kampung di Papua dan Papua Barat hingga 2020. Saat ini masih ada 2.400 kampung yang belum teraliri listrik. (YMF)

Papua Dipercayakan Tuan Rumah Rakernas Aptikom dan ICIC 2017

Ketua DETIK Papua, Domi Carvallo saat mempresentasikan kesiapan Papua sebagai tuan rumah Rakernas Aptikom 2017 di hotel Lombok Raya, Mataram,
Ketua DETIK Papua, Domi Carvallo saat mempresentasikan kesiapan Papua sebagai tuan rumah Rakernas Aptikom 2017 di hotel Lombok Raya, Mataram,

LOMBOK (PB) : Tanah Papua terus mendapat perhatian dan kepercayaan sebagai tempat pelakssanaan sejumlah even bertaraf nasional bahkan internasional. Kali ini, pihak Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) mempercayakan provinsi Paling timur itu sebagai tuan rumah pelaksanaan perhelatan pertemuan akbar akademisi bidang informatika dan komunikasi Nusantara itu.

Kepastian Penunjukan Papua sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Aptikom dan International Conference on Infornatics and Computing (ICIC) tahun 2017 ditetapkan langsung oleh ketua Umum Aptikom Pusat, Prof. Zainal Hasibuan, di Hotel Lombok Raya, Mataram- NTB, Jumat (28/10) malam, usai hasil pemungutan suara secara voting dengan suara terbanyak, Papua unggul dengan perolehan 168 suara, disusul Kalimantan Selatan dengan 35 suara dan Jogjakarta 22 suara.

“Yah kita tetapkan Papua sebagai Tuan rumah Rakernas Aptikom dan ICIC tahun 2017. Agenda pelaksanaan yakni mulai tanggal 2-5 November 2017,” kata Prof Zainal disambut tepukan riuh peserta.

Penunjukan Papua sebagai tuan rumah Rakernas Aptikom 2017, tak lepas dari gagasan awal pihak Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (DETIK) Papua yang hadir sebagai undangn resmi dalam acara tersebut. Gagasan cemerlang  yang muncul itu, lantas dikomunikasikan dengan Gubernur Papua Lukas Enembe yang juga merespon positif, sehingga perjuangan perebutan tuan rumah langsung dimulai.

Hanya dalam waktu dua hari, setelah berkoordinasi dengan ketua Aptikom Papua, Ny. Siti Nur Alam, ketua DETIK Papua, Dominicus Carvallo, bersama ketua Komisi II nya, El Bahar Conoras dan seluruh anggota DETIK Papua, didaulat naik ke panggung dan mempresentasikan rencana besar itu, agar bisa meyakinkan seluruh anggota Aptikom terkait kesiapan Papua sebagai tuan rumah.

Hasilnya, meski tak didukung persiapan maksimal seperti slide dan materi pendukung lainnya, beda dengan Kalimantan Selatan dan Jogja yang mempresentasikan keinginan mereka, sebagian besar peserta Aptikom memilih Papua sebagai tuan rumah rakernas mereka untuk tahun 2017.

“Ini jadi suatu momen bersejarah buat kita di Papua. Selama ini pelaksanaan rakernas Aptikom belum sekalipun dilakukan di Tanah Papua. Ini saatnya kita tunjukan bahwa kita di Papua mampu dan sama, bahkan lebih dari daerah lainnya di Indonesia. Kita juga berterimakasih atas dukungan bapak Gubernur Lukas Enembe yang juga ingin agar kita jadi tuan rumah tahun depan,” kata ketua DETIK Papua, Dominicus Carvallo usai penutupan rakernas Aptikom.

Senada ketua Komisi II DETIK Papua, El Bahar Conoras.

“Ini momen yang baik bagi kita di Papua. Terimakasih pula buat dukungan semua pihak, dalam hal ini Gubernur dan para anggota Aptikom Nusantara yang sudah memilih kita sebagai tuan rumah,” ujarnya.

EL Bahar menambahkan, momen itu sangat baik, meningat Papua juga akan menjadi tuan rumah PON ke XX tahun 2020 nanti. Dimana dalam sisi TIK, khususnya persiapan SDM bidang tersebut, pihaknya sudah berbicara dengan ketua Aptikom Pusat, Prof Zainal, agar Aptikom juga membantu penyiapan SDM bidang TIK yang akan menyukseskan pelaksanaan PON di Papua nanti.

Ketua Aptikom Papua, Siti Nur Alam menyatakan hal yang sama.

“Terimakasih atas kepercayaan ini. Kami siap menjadi tuan rumah yang baik,” singkatnya. ()

 

UI Raih juara umum ajang “Gemastik” 2016

UI
UI

Depok : Universitas Indonesia (UI) berhasil keluar sebagai Juara Umum Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GEMASTIK) IX/2016.

“Tim mahasiswa UI meraih predikat juara satu pada lima kategori lomba yang secara keseluruhan diikuti oleh 119 tim dari 37 Perguruan Tinggi se-Indonesia,” kata Kepala Humas dan Keterbukaan Informasi UI, Rifelly Dewi Astuti, di kampus UI Depok, Minggu.

Untuk Perguruan Tinggi yang keluar sebagai juara umum berhak membawa pulang Piala Bergilir bernama “Samakbya Padhesa Widya” yang artinya informasi yang benar untuk ilmu pengetahuan.

Sedangkan juara satu, dua dan tiga pada setiap kategori mendapatkan hadiah berupa piagam dan uang tunai masing-masing senilai Rp11 juta, Rp8 juta dan Rp5 juta.

Serta berkesempatan memperoleh “wild card ticket” ke semifinal “Microsoft Imagine Cup Indonesia” (www.imaginecup.com) bagi para pemenang kategori lomba Pengembangan Aplikasi Permainan, Pengembangan Perangkat Lunak, Piranti Cerdas dan embedded system, Pengembangan Bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan “e-Government”.

Untuk kategori Pemrograman, Nem_HCNU_Peno dari UI diikuti tim Hehehe dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan tim Ristek – Kuikutsaja dari UI berhasil berturut-turut meraih peringkat pertama, kedua dan ketiga.

Kategori lomba kedua yaitu Pengembangan Aplikasi Permainan, tim Project Blue-9 dari Politeknik Elektronik Negeri Surabaya, tim Bitart Labs dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan tim Ai Game Studio dari UI meraih juara pertama, kedua dan ketiga.

Berikutnya, tim Rangrang dari Universitas Gadjah Mada (UGM), tim Comrade dari Universitas Komputer Indonesia dan tim Golden dari ITB berhasil mendapatkan peringkat pertama, kedua dan ketiga pada kategori Pengembangan Perangkat Lunak.

Tim Perfect Code Party dari UI berhasil meraih peringkat pertama pada kategori Keamanan Jaringan dan Sistem Informasi, sedangkan Mavisang dari ITB dan tim 0x6e647268 dari IPB berhasil meraih juara dua dan tiga.

Pada kategori Animasi, tim Animedia dari STMIK Teknokrat berhasil meraih predikat juara pertama, diikuti oleh tim Canan Animation dari Universitas Telkom dan tim Anak Mudo Naik Kudo dari Politeknik Caltex yang meraih juara dua dan tiga.

Selanjutnya, pada kategori Piranti Cerdas & Embedded System, tim Moco Warrior dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, tim Ristek – Zalori dari UI dan tim Zafron dari Universitas Muhammadiyah Malang berhasil memperoleh raihan juara satu, dua dan tiga.

Ketua Panitia GEMASTIK IX/2016 Dr Yugo Kartono Isal merasa sangat bangga melihat antusiasme para mahasiswa se-Indonesia di dalam mengikuti kegiatan GEMASTIK ini.

Ia mengatakan terbukti dari tahun ke tahun, GEMASTIK semakin diminati, di mana tercatat 2.307 tim yang berasal dari 113 Perguruan Tinggi se-Indonesia telah mendaftarkan pada 10 kategori lomba GEMASTIK.

Diharapkan para mahasiswa tidak hanya puas pada pencapaian hari ini melainkan terus berkarya dan menyalurkan semangat inovasinya di dalam pengembangan TIK untuk kemajuan SDM bangsa Indonesia.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer UI Mirna Adriani, Ph.D menuturkan selaku “co-host” pelaksanaan GEMASTIK IX/2016, Fakultas Ilmu Komputer UI sangat mendukung ajang lomba TIK Nasional seperti ini karena mampu mendorong kemajuan pendidikan teknologi informasi di Indonesia.

Selain itu, penyelenggaraan GEMASTIK sangat dibutuhkan di era digital sekarang ini, di mana para mahasiswa yang merupakan tulang punggung pertumbuhan inovasi TIK Indonesia membutuhkan wadah untuk memacu ide dan kreativitasnya pada penguasaan ilmu TIK.

GEMASTIK merupakan rangkaian perlombaan, pameran dan seminar di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah berkesinambungan setiap tahunnya.

Kegiatan ini merupakan program Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas peserta didik sehingga mampu mengambil peran sebagai agen perubahan dalam memajukan TIK dan pemanfaatannya di Indonesia.

Golkar ajak pemuda manfaatkan teknologi

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta : Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Fayakhun Andriadi mengajak seluruh pemuda memanfaatkan teknologi untuk mewujudkan cita-cita kebangsaan yaitu menciptakan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

“Tantangan putra-putri Indonesia era sekarang memiliki perbedaan signifikan dengan tantangan pada saat Sumpah Pemuda namun substansi ruh kebangsaan tetap sama, yaitu menjadi putra-putri bangsa yang bermanfaat bagi kemajuan bangsanya,” katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Fayakhun mengatakan pemuda-pemudi saat ini adalah generasi digital, lahir pada abad ketika semua sistem kehidupan telah terdigitalisasi. Dia mencontohkan mulai dari bangun tidur hingga tidur hingga bangun tidur lagi, akrab dengan digital.

“Ini kondisi yang berefek ganda, positif sekaligus negatif,” ujarnya.

Menurut dia, pemuda-pemudi Indonesia harus menyadari efek ganda ini, jangan sampai menjadi korban digital.

Namun menurut Fayakhun, pemuda-pemudi harus mampu mengendalikan teknologi untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu mewujudkan masyarakat adil makmur berdasarkan Pancasila.

“Jika pemuda di tahun 1928 mampu mencanangkan tiga tekad, maka pemuda sekarang harus mencanangkan tekad tambahan. Kita pemuda-pemudi Indonesia, yang hidup di era global, bercita-cita satu, siap mengarungi dan menguasai era digital, menuju kejayaan bangsa Indonesia,” katanya.

Fayakhun mengapresiasi keberhasilan generasi muda Indonesia membuat beberapa aplikasi dan portal yang mengekspresikan kepedulian pada perwujudan cita-cita bangsa.

Dia mencontohkan portal kitabisa.com, indorelawan.org, GoJek, dan sebagainya yang diinisiasi dan dibangun oleh anak-anak muda Indonesia sebagai kristalisasi dari rasa kebangsaannya.

“Saya menghimbau pemuda-pemuda Indonesia untuk terus membuktikan rasa kebangsaan dan nasionalisme dengan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia,” katanya.

Menurut dia, nasionalisme itu mewujud dalam tindakan, karena selain menjaga persatuan, kesatuan berbangsa dan bernegara, juga harus menghasilkan karya yang membanggakan bangsa Indonesia.

Legislator ingatkan PT. Telkom antisipasi gangguan jaringan internet

Jayapura : Legislator Papua, Stefanus Kaisiepo mengingatkan PT. Telkomsel dan anak perusahaannya, PT. Telkomsel selalu mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya gangguan layanan kepada masyarakat yang ada di Papua.

Hal itu dikatakan anggota Komisi IV DPR Papua bidang infrastruktur tersebut menyusul kembali terjadinya gangguan jaringan internet di Kota Jayapura dan sekitarnya lantaran kabarnya kabel optik terputus di wilayah laut Kabupaten Sarmi.

“Inikan bukan baru kali ini terjadi. Beberapa waktu lalu juga sempat ada gangguan jaringan data. Harusnya pihak pengelolah sudah mengantisipasi itu,” kata Stefanus Kaisiepo, Selasa (18/10/2016).

Menurutnya, diera tehknologi kini,m tak bisa dipungkiri jika hampir semua kativitas terutama di wilayah kota tegantung dengan penggunaan internet.

“Masyarakat di kota sangat bergantung pada jaringan internet. Kini jaringan kembali gangguan. Kondisi geografis di Papua memang beda dengan daerah lain. Tapi para penyedia jasa harusnya sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan agar konsumen terlayani dengan baik,” ucapnya.

Katanya, tak menutup kemungkinan, terganggunya jaringan internet di Kota Jayapura dan sekitarnya butuh waktu untuk memperbaikinya.

“Karena ini bicara kecanggihan teknologi sehingg pelaratannya juga canggih. Apalagi cuaca dua hari ini memang tak bersahabat. Kami harap ada jawaban yang tepat dari penyedia jasa sehingga masyarakat dapat kepastian. Dia kan punya kewajiwan menjelaskan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara pihak PT. Telkomsel yang merupakan anak perusahaan PT. Telkom menyatakan, untuk pengunaan data suara dan pesan sudah tak ada masalah.

“Untuk penggunaan data, kapasitasnya masih terbatas. Mengenai perbaikan, masih menunggu dari pihak Telkom,” kata GM ICT Operation Telkomsel Regional Papua Maluku, Muhammad Muslih. (*)

Save