“Papua Language Institute” Solusi Belajar Bahasa Asing di Tanah Papua

Kantor PLI yang terletak di Jalan Kamp Wolker (depan PLTD) Perumnas II-Waena Jayapura.
Kantor PLI yang terletak di Jalan Kamp Wolker (depan PLTD) Perumnas II-Waena Jayapura.

JAYAPURA (PB) : Era pasar bebas dewasa ini mengharuskan setiap individu berkompetisi secara sehat guna meraih sukses. Terbukanya pasar bebas kini, apalagi era Masyarakat Ekonomi Asean yang sudh didepan mata, wajib disambut dengan optimisme.

Terdorong salah satu alasan itu, tokoh Muda Papua Samuel Tabuni yang dikenal punya visi yang baik dalam menatap paradigm perubahan tersebut, mendirikan Papua Language Institute (PLI) yang tujuan utamanya membantu anak-anak di Tanah Papua mempelajari Bahasa asing, yang merupakan modal awal menatap era pasar global.

Tak tanggung-tanggung, selaku CEO and general Director dari PLI, Samuel Tabuni menyebut lembaga yang didirikannya tak hanya focus pada satu bahasa saja, tetapi membuka kesempatan bagi mereka yang ingin memperdalam atau ingin mulai dari awal mempelajari sejumlah bahasa asing, mulai dari Bahasa Inggris, German, Prancis, Indonesia, Mandarin dan masih banyak lagi.

Samuel mengaku optimistis dengan kehadiran PLI. Apalagi, pihaknya tak hanya bekerja sama dengan kedutaan beberapa negara di dunia yang siap mengajarkan bahasanya masing-masing, tapi juga diberikan kesempatan untuk meraih beasiswa pendidikan keluar negeri.

“Kami mendidik anak-anak Papua dan non Papua dengan baik. Bahasa Inggris sebagai penyambung antara orang, dunia bisnis, dan pendidikan tentunya,” bilang Samuel.

Ruang belajar di PLI yang berstandar internasional ditopang para pengajar andal dibidangnya.
Ruang belajar di PLI yang berstandar internasional ditopang para pengajar andal dibidangnya.

Gedung PLI sendiri terletak di Perumnas II-Waena, Kota Jayapura, tepatnya di Jalan Kamp Wolker depan PLTD Waena. Lembaga ini focus mengajarkan setiap anak untuk berprestasi, dengan memperhatikan kualitasnya untuk disekolahkan ke luar negeri melalui beasiswa yang disiapkan PLI.

Samuel mengakui, gagasan mendirikan PLI bermula dari pergumulan atas keprihatinannya sebagai anak asli Papua, melihat kondisi pendidikan di Bumi Cenderawasih, terutama dalam bidang ilmu bahasa asing.

“Karena ke saat ini kan kita sudah masuk era global dan MEA khusus 10 ASEAN, tentunya banyak investore asing yang masuk di Papua sehingga dari awal anak-anak Papua di persiapkan belajar bahasa Inggris yang baik dan benar agar mereka tetap tuan dan pelaku pembangunan di Tanah Papua,” terangnya.

Masih menurut Samuel, PLI sendiri sudah dibuka dengan Soft Opening pada dua pecan lalu, dan saat ini sebanyak 50 siswa sudah melakukan pendaftaran.

“Saat ini kami sedang melakukan assessment test. Selanjutnya, akan dilakukan Grand Opening untuk proses belajar mengajar,” ujarnya.

Ruang belajar di PLI yang berstandar internasional ditopang para pengajar andal dibidangnya.
Ruang belajar di PLI yang berstandar internasional ditopang para pengajar andal dibidangnya.

Tak hanya terpaku didalam negeri, menurut Samuel pihaknya di PLI juga menjalin komunikasi dengan beberapa universitas luar negeri guna menjalin kerjasama.

” Kami akan sediakan Program beasiswa khusus untuk anak-anak asli Papua yang tidak mampu belajar di luar negeri,” tuturnya.

Selain tenaga pengajar yang berpengalaman dibidangnya, PLI juga menjadi tempat yang sangat baik bagi semua putra-putri di Tanah Papua belajar bahasa asing.

“Untuk lebih jelasnya, silahkan datang mendaftar di kantor atau mengunjungi situs kami di www.PLIPapua.com, ” tutup Samuel. (Admin)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *