10 Ribu Pengusaha Akan Deklarasi Kebangkitan Ekonomi Orang Asli Papua

Ketua Umum KAPP Merry Yoweni bersama 15 Asosiasi pengusaha lokal asli Papua saat menggelar jumpa media

JAYAPURA (PB) :  Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP)  tanggal 30 Agustus akan mendeklarasikan kebangkitan ekonomi Orang Asli Papua  (OAP).

Saat menggelar jumpa media bersama 15 Asosiasi Lokal Pengusaha Orang Asli Papua, di Kantor KAPP yang terletak di Waena, Kota Jayapura, Selasa (22/8). Ketua Umum KAPP Pusat   Merry Yoweni mengatakan, nantinya di tanggal 30  Agustus itu, selain melakukan deklarasi, juga akan melakukan pengantaran Peraturan Gubernur (Pergub) tentang ekonomi kerakyatan.

“Tujuannya kami menyampaikan kepada publik. Kepada seluruh orang asli Papua, kepada pemerintah daerah di Provinsi Papua 29 kabupaten/kota. Bahwa pada tanggal 30 Agustus nanti kami akan melakukan pengantaran Pergub sekaligus sebagai mendeklarasikan kebangkitan ekonomi Orang Asli Papua  (OAP),”terangnya.

Sebab menurutnya hal ini sangatlah penting, dikarenakan sepanjang proses berjalan seluruh pengusaha OAP yang berada di masing-masing asosiasi lokal. Telah berkumpul dan memutuskan menjadi satu. Untuk memperjuangkan seluruh hak ekonomi OAP dibawa payung NKRI.

“Agar kami menjadi dan memiliki hak-hak kami sebagai warga negara,” ucapnya.

Nantinya di tanggal tersebut KAPP bersama anggotanya yang  berjumlah 10 ribu orang akan turun mulai dari mini mikro. Yakni mama-mama penjual pinang, noken. Sampai dengan pemilik CV dan PT akan turun menghadap Gubernur Papua Lukas Enembe untuk meminta kepada gubernur agar menandatangani Pergub atau petunjuk teknis pelaksanaan daripada Perdasus No.18 tentang ekonomi berbasis masyarakat.

“Ini  supaya tiga persen dari Dana Otsus itu diberikan kepada Pengusaha orang asli Papua sebagai bentuk dukungan support untuk bisa membantu perekonomian OAP,”tukasnya.

Pasalnya selama ini sangat susah bagi OAP untuk bisa mengakses permodalan ke sistem Perbankan. Sehingga bentuk dukungan atau keberpihakan ini. Diharapkan bisa memberikan bank cable untuk mendukung OAP bisa masuk dalam sistem Perbankan.

“Karena kita tau bahwa selama sekian tahun OAP berada dalam NKRI tidak ada orang Papua yang bisa diandalkan memiliki usaha yang bisa dibanggakan dalam republik ini,”akunya.

Oleh karena itu, Kata Merry sudah saatnya pengusaha asli Papua bangkit untuk meminta hak-hak agar diperhatikan pemerintah sebagai aktor utama pembangunan diatas Tanah Papua.

Senada dengan itu, Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Asli (HIPAPRI) Papua, Frangky Mirino selaku orang Papua mereka juga ingin maju dalam dunia usaha.

“Kami pengusaha asli Papua ingin membuktikan bahwa kami juga bisa membangkitkan ekonomi kerakyatan yang kami miliki khususnya OAP dibawah payung KAPP,”tukas Frangky.

Disisi lsin Frangky mengaku bangga dengan pemerintah dibawa kepemimpinan Lukas Enembe yang selalu mendukung masyarakat kelas bawah dan pengusaha ekonomi lemah untuk maju serta meningkatkan perekonomian di Tanah Papua.

“Kami bangga karena melalui KAPP kami juga pengusaha OAP di tanah ini dan dapat dibina dari pemerintah melalui dana-dana yang sudah disalurkan kepada kami, sehingga kami bisa maju dan meningkatkan ekonomi terutama ekonomi keluarga dan ekonomi usaha mikro kami yang dibina oleh pemerintah,”akunya.

Ditempat yang sama Asosiasi Pengrajin Noken Asli Papua (ASPENAP)  Merry Dogopia juga memuji kepemimpinan Gubernur Papua yang memperhatikan pengusaha asli Papua. (YMF)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *