Cargo Terbatas Bupati Mamteng Keluhkan Minimnya Ketersediaan Semen

Bupati Mamteng R Ham Pagawak dalam suatu kunjungan memberikan bantuan tunai kepada pengusaha kecil asli Papua.

JAYAPURA (PB) – Bupati Mamberamo Tengah R Ham Pagawak mengaku sebagai pemerintah, ia puas dengan hasil yang sudah dikerjakan oleh pihak ketiga. Sekalipun masih sulit untuk memasukkan material bahan toko dan lain sebagainya.

Sebab saat ini, menurutnya ketersediaan semen di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya sudah agak sulit akibat keterbatasan penerbangan cargo. Pasalnya Kabupaten Jayawijaya sebagai pusat dari tujuh kabupaten pemekaran dari wilayah ini seperti Mamberamo Tengah, Yalimo, Puncak Jaya, Yahukimo, Pegunungan Bintang.

“Jadi kami agak kesulitan, sehingga kemarin waktu dari Wamena saya kebetulan ketemu pimpinan Trigana dan meminta kalau boleh mereka tambah armada lebih khusus untuk cargo. Selain itu juga untuk angkutan penumpang sangatlah sulit. Kita masih kesulitan cukup tinggi untuk beberapa kabupaten yang sudah dimekarkan dari Jayawijaya,” ungkapnya.

100 Persen Selesai

Sementara itu saat disinggung soal penyerapan anggaran, kata Ham, pada akhir bulan Desember tahun ini dirinya memperkirakan penyerapan anggaran selesai 100 persen. Bupati R Ham Pagawak mengatakan ada beberapa bangunan di setiap distrik seperti rumah guru dan juga sekolah. “Seperti di Taria, Megambilis pekerjaannya sudah luar biasa dan tinggal memasang atap. Ada yang rata-rata pembangunannya tinggal memasang atap seng,” terangnya.

Kata Ham, setiap tahun untuk  penyerapan anggaran terhadap semua kegiatan fisik itu, sangat luar biasa perkembangannya, dengan tingkat medan yang sulit. Memasuki triwulan kedua ini, sudah 60 persen sehingga bulan Desember nanti diharap dapat mencapai 100 persen.

“Saya harap seperti itu, karena memang semua pengusaha kan mereka termasuk pengusaha lama disana (Mamteng-red). Yang tahun kemarin kita setelah kasih pekerjaan selesai semua dan tidak ada yang bermasalah. Tidak ada yang tertinggal, semua pekerjaan dikerjakan,” klaimnya.

Lanjutnya, selama hampir 5 tahun dirinya menjabat sebagai Bupati. Untuk kegiatan pengerjaan fisik tidak ada yang macet. Kesemuanya bisa selesai dengan tepat waktu dan juga dengan hasil yang sangat memuaskan.

RSU Mamteng

Sementara itu disisi lain, pada akhir tahun ini, Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) akan meresmikan Rumah Sakit Umum (RSU)  Mamteng Type D di Kota Kobakma ibukota kabupaten. “Direncanakan bulan Desember kita resmikan. Type D Pratama. Sementara sedang dibangun,” terang Bupati Ham.

Ia menjelaskan, saat ini untuk pembangunan rumah sakit pengerjaannya sudah mencapai 55 persen, dengan sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK). “Untuk Provinsi Papua hanya tiga kabupaten yang menerimanya. Selain dari kami Mamberamo Tengah, juga Puncak dan Dogiyai,” jelasnya.

Orang nomor satu di Mamteng ini mengaku sudah mengecek langsung dan mengklaim, dari hasil kunjungannya itu semua  ruangan sudah  sesuai standar dari Kementerian Kesehatan. “Itu  sudah kita lakukan. Saya baru saja lihat pekerjaan sudah luar biasa dikerjakan oleh pengusaha yang telah ditunjuk,” akunya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait ketersediaan tenaga medis, menurutnya kalau rumah sakit sudah dibangun maka pemerintah harus bekerja keras untuk bagaimana mendatangan tenaga medis. Seperti tenaga dokter, bidan. “Jadi kita harus ada penerimaan yang harus dianggarkan. Kalau tidak kita harus siapkan anggaran khusus untuk kontrak dokter. Karena kalau rumah sakit sudah ada, selain dokter umum harus ada spesialis,” katanya.

Sedangkan untuk pembangunan Kantor Bupati Mamberamo Tengah. Kata Ham lagi pembangunannya baru tahap kedua dan kurang lebih dua tahun baru selesai. (YMF/Ed-Fri)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *