Satker CGF Jadi Garda Terdepan Pelestarian Hutan

Delegasi Papua dipimpin Asisten Elia Loupatty (dua dari kiri) berfoto bersama Dr. Collin (baju merah) dan Prof William (baju pink) keduanya dari Sekertariat GCF Colorado, USA.

JAYAPURA (PB) – Pemerintah Provinsi mendorong Satuan Tugas Gubernur Untuk Hutan dan Iklim (Governors’ Climate and Forest Task Force atau GCF) agar menjadi garda terdepan dalam upaya melestarikan hutan secara internasional.

Satuan tugas ini beranggotakan gubernur dari 35 provinsi dan negara bagian dari seluruh dunia. “GCF harus mengatur strategi untuk mengurangi deforestasi tropis dan mendorong pembangunan rendah emisi,” kata Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP.MH melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Provinsi Papua, Drs Elia I Loupatty,MM dalam rilis yang diterima redaksi dari Balikpapan, Senin (25/9/2017).

Kegiatan yang dihadiri perwakilan provinsi dari 35 negara ini diharap dapat menjadi media para gubernur untuk berbagai kebijakan dan praktek dalam menjaga hutan tropis dan mengurangi deforestasi dan kelola lingkungan hutan di dunia. “Pertemuan ini nantinya akan membicarakan bagaimana membuat kerangka kerja para gubernur GCF dan kita sudah sampaikan untuk mencari donatur agar kerangka ini bisa jalan,” katanya.

Menurutnya, tata kelola hutan ini menjadi fokus diskusi agar meningkatkan deforestasi hutan, pembangunan rendah dan pendanaan dari donatur. ”Papua menyampaikan kebijakan dan praktek dalam menjaga hutan dan keanekaragaman hayati dan lingkungan termasuk keterlibatan masyarakat,” terang Loupatty dalam rilis.

Untuk itu, Loupatty mengatakan pertemuan anggota GCF di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 25-29 September, menjadi penting. “Anggota GCF diharapkan menghasilkan pernyataan yang kuat dan terpadu,” tuturnya

Pernyataan itu nantinya akan dibundel ke dalam ‘Balikpapan Statement’. Diharapkan hal ini bisa menghasilkan peta jalan untuk aksi global dalam menghambat laju deforestasi, mendorong pembangunan berkelanjutan, dan mengatasi perubahan iklim.

“Penelitian menunjukkan bahwa menghentikan deforestasi tropis dan memulihkan lanskap yang rusak adalah kunci untuk memerangi perubahan iklim dan dapat menggantikan hingga sepertiga dari emisi gas kaca global,” katanya.

Pertemuan di Balikpapan akan menjadi ajang adu strategi yang positif dari para anggota GCF yang menguasai sepertiga hutan dunia. Semisal, Gubernur Tião Viana dari Acre, Brazil, akan membahas bagaimana Acre telah mengurangi secara signifikan deforestasi dalam 10 tahun terakhir.

Diketahui Delegasi Papua dipimpin oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Drs Elia I Loupatty,MM, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Provinsi, Dr Noak Kapisa,MSc, Dinas Kehutanan Papua, Estiko Tri Wiradiyo, dan Direktur WWF, Drs Benja Mambay, MSi. (YMF/Ed-Fri)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *