Dinas Perkebunan Papua Akui Ekspor Kopi Papua Masih Minim

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua John Nahumury

JAYAPURA (PB) – Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua John Nahumury mengakui sampai saat ini produksi kopi di wilayahnya hanya mampu memproduksi 20 ribu ton/tahun.

Jumlah ini menurutnya masih sangat minim, apabila dilihat dari potensi  kopi Papua yang sangat berkelas dan bisa lebih banyak menghasilkan. Kita produksi kopi Papua per bulan. Kalau kita bicara per tahun kalau masih 20 ribu ton ini masih sangat minim,” akunya kepada media ini di Jayapura, Rabu (27/9/2017).

Saat ini yang menjadi persoalan, kata John adalah pemasarannya. Untuk itu pihaknya tengah berusaha untuk terus mendorong agar bagaimana kopi ini bisa di ekspor bersama komoditas lain. “Nah yang kita perlukan di sini adalah investor yang mau bergerak di sektor pemasaran dan ekspor. Namun sampai saat ini belum ada pengusaha dari Papua yang mampu untuk kembangkan ini,” akunya.

John mengungkapkan , dirinya selalu berbicara bersama para bupati agar bagaimana pengusaha yang kuat di daerahnya masing – masing untuk dapat berinvestasi serta bermitra dengan masyarakat guna menolong mereka mendongkrak komunitas kopi asal Papua ini.

Saat disinggung terkait BUMN yakni Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang mengklaim akan bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Papua untuk bagaimana meningkatkan produksi lokal kopi asal wilayah ini supaya dapat diekspor, jatanya, hal itu baru dibicarakan satu pihak saja.

Saat ini di wilayah Cenderawasih yang menjadi kendala adalah jumlah produksi yang masih rendah hingga kontinuitas dan jumlahnya yang terus dikejar.  “Target kami untuk tahun ini kalau bisa di atas 50 ribu ton. Sebab potensi produksi kopi lokal seharusnya 1,2 juta/hektar pada setiap tahunnya.   Nantinya tinggal di kali saja areal yang ada,” urainya.

Lahan kopi di Papua saat ini sekitar 30 ribu hektar. Hanya saja produktifitas diakuinya lagi masih rendah yakni hanya 400 kg/hektar di setiap tahunnya. Untuk itu instansi yang dipimpinnya ini, di samping perluasan areal juga dilakukan peningkatan produktifitas per hektar dengan pemupukan dan juga cara bercocok tanam dengan baik seperti pemangkasan dan juga pemeriksaan penyakit pada tanaman.  (YMF/Ed-Fri)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *