Natal Bersama BKKBN Jadi Momen Bangun Keluarga Papua Berkualitas

Pimpinan dan staf Perwakilan BKKBN Provinsi Papua saat membawakan persembahan. pujian Oikumene pada Perayaan Natal Bersama BKKBN Papua, Jumat (08/12/2017)

JAYAPURA (PB)—Dalam rangka mempererat persaudaraan dan kekeluargaan serta membangun komitmen bersama mewujudkan keluarga berkualitas, keluarga besar Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Jumat, (08/12/22017) menggelar Natal Bersama.

Perayaaan Natal berlangsung di Aula BKKBN Provinsi Papua dihadiri para pegawai aktif beserta keluarganya, para pegawai BKKBN Papua purna tugas, dan sejumlah mitra BKKBN.

Kepala Perwakilan Badan  Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si mengatakan perayaan Natal 2017 di lingkungan BKKBN Papua adalah momen untuk mempererat tali persaudaraan demi membangun komitmen dan kerja bersama mewujudkan Keluarga Berkualitas di Provinsi Papua. Oleh karena itu, hendaknya sukacita Natal ini tak hanya dirasakan orang Kristen tetapi juga seluruh staf yang ada di lingkungan BKKBN Papua.

“Saya begitu bangga karena Natal yang dirancang kali ini berbeda dari sebelumnya. Ada panitia dan tim kreatif acara yang bagus, ada kerjasama dan toleransi dimana teman-teman Muslim juga terlibat dalam kerja kepanitiaan. Yang tak kalah menarik, banyak pegawai pensiunan atau purnatugas diundang hadir. Saya berharap, para senior saya ini bisa memberi sumbangan pikiran untuk kemajuan pembangunan Keluarga Berencana di Papua,” ujar Brabar.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si saat memberi keterangan pers usai acara Natal Bersama.

Menurut pria kelahiran Biak ini, tugas BKKBN Papua di tahun 2018 semakin menantang dengan sejumlah target. Di antaranya, pembentukan Kampung KB yang akan terus dilakukan dan upaya memasyarakatkan konsep Keluarga Berencana di Papua guna mewujudkan keluarga berkualitas yang diharapkan.

Brabar juga menilai, perayaan Natal bersama ini adalah bagian dari aplikasi delapan fungsi pertama keluarga, yakni fungsi agama. Selain, fungsi sosial, cinta kasih, perlindungan, pendikan, ekonomi, pelestarian lingkungan, dan reproduksi.

“Kedelapan fungsi keluarga ini adalah penopang pembangungan keluarga berkualitas, yang menjadi bagian dari tiga pilar program BKKBN selama ini  yakni kependudukan, KB dan kesehatan reproduksi, dan pembangunan keluarga. Inilah tugas dan tanggungjawab kita, dan karena itu kita butuh kebersamaan, keharmonisan dan komitmen kerja,” tegas Brabar.

Sejumlah pejabat BKKBN Papua dan tamu undangan yang hadir

Sementara itu, Palem Kembaren, salah seorang perwakilan pegawai BKKBN Papua purna tugas mengaku sangat gembira ikut diundang hadir dalam acara Natal Bersama ini. Menurutnya, pada prinsipnya ia dan para pegawai yang sudah pensiun siap memberikan sumbangan pemikiran terkait pembangunan keluarga berkualitas di Papua jika diminta.

“Saya berharap, Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 memberi semangat baru bagi jajaran BKKBN  Papua untuk bekerja membangun keluarga Papua yang terencana dan berkualitas,” kata Palem

 

Kreatif Hadirkan Suasana Natal

Suasana perayaan Natal 2017 di lingkungan Perwakilan BKKN Provinsi Papua berlangsung cukup meriah dan khidmat. Ratusan orang hadir dalam aula berukuran 6 x 12 meter itu. Tak hanya orang Kristen, sejumlah besar pegawai BKKBN yang beragama muslim pun hadir membawa keluarganya.

Ketua Panitian Natal 2017 BKKBN Papua, Dikson Auparay, S.IP (baju merah) bersama teman-teman panitia.

Ketua Panitia Natal BKKBN Papua, Drikson Auparay S.IP mengatakan, berbeda dengan tahun sebelumnya, panitia Natal tahun ini melibatkan pegawai non Kristen. Dikson mengapresiasi sikap toleransi, keikhlasan dan persaudaraan yang tercipta dalam kerja kepanitiaan sehingga acara ini berlangsung sukses.

“Inilah tujuan kita merayakan Natal, membangun komitmen dan kebersamaan dalam mewujudkan keluarga berkualiats. Dan itu dimulai dengan kerjasama, toleransi, saling menghormati, menghargai dan menyayangi,” kata Drikson.

Salah seorang anak pegawai BKKBN Papua didampingi ibunya saat menerima bingkisan Natal dari Santa Claus

Salah satu acara kreatif yang dikemas sangat bagus mengantar hadirin larut dalam suasana Natal ialah pementasan drama Natal. Kendati sederhana, adegan, tarian dan nyanyian yang indah mampu menghadirkan sukacita Natal di hati para hadirin.

“Saya sungguh terharu dan larut dalam drama Natal tadi, ada damai yang muncul dan saya kira damai itu hadir dalam diri kita semua yang hadir di sini,” kata Pelayan Firman, Pdt. Yusak Katopo.

Dalam khotbahnya bertolak dari Kolese 3: 15a, Pdt. Yusak menegaskan bahwa tak ada damai sejahtera di luar Kristus yang bertahan. Hanya dengan damai Kristus, umat Kristen terhindar dari ketakutan, dari galau kehidupan, dari sikap iri hati dan persaingan tak sehat yang kian tampak.

Pdt. Yusak Katopo saat menyampaikan Firman Tuhan.

“Tetapi jika kita merasa damai dalam Kristus, kita tidak akan takut. Hanya dekat dengan Allah kita tenang. Hanya dekat dengan Kristus, tidak ada dendam. Sebab damai tak akan melahirkan dendam, damai menbuat kita mengasihi dan memaafkan,” kata Pdt. Yusak.

Oleh karena itu, Pdt. Yusak menyarankan dua jalan agar Kristus bisa memerintah dalam hati. Pertama, hendaknya setiap orang Kristen menjaga hati. Kedua, meneguhkan hati dengan Firman dan janji Tuhan. Sebab janji Tuhan tak pernah mengecewakan. Hati dan teguh dan percaya tidak akan melahirkan dendam dan pertengkaran.

“Buanglah yang jahat, yang tak baik. Jangan simpan dendam dan kedengkian. Jaga hati untuk selalu berpikir positif. Hidup ini harus dinikmati dan selalu damai dengan semua orang,” kata Yusak.

Ibu Sekretaris BKKBN Papua, Ibu Philmona M. Yarollo, S.Sos.M.Si (baju hijau tengah) bersama panitia Natal.

Perayaan Natal 2017 BKKBN Papua ini diisi dengan nyanyian, tarian dan drama Natal dibawakan anak-anak BKKBN Provinsi Papua. Usia refleksi Firman Tuhan dari Pdt. Yusak, disusul pemasangan lilin Natal, pembagian bingkisan Natal dan ditutup dengan jamuan makan bersama.

Perayaan Natal mengambil Tema Natal Nasional yakni ”Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu” (Kolose 3: 15a). Adapun tema khusus yakni “Melalui Perayaan Natal, Kita Membangun Komitmen Dalam Kebersamaan Dalam Mewujudkan Keluarga Berkualitas”. (Gusty Masan Raya)

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *